Entah apa yang ada di dalam kepalanya saat ini, tetapi satu yang pasti, kita semua bisa melihat sejak kekalahan Ballon d'Or 2024 dia seakan tidak lagi bermain dengan tujuan membantu tim. Di laga-laga besar yang menentukan, motivasi bermainnya di lapangan sulit dipahami. Bukan lagi pemain yang kita kenal sebelum Oktober 2024 itu.
Terakhir saya betul-betul menikmati kontribusinya untuk tim ketika melawan Dortmund di Bernabéu musim 24/25, tepat satu laga sebelum hari pengumuman itu tiba.
Usia prima, dengan pengalaman dan prestasi klub sudah ada (meski belum cukup), pengguna nomor legendaris klub, tetapi bermain seperti seperempat (bahkan tidak ada setengah) hati dan kemampuannya.
Vini Jr. sepanjang tahun 2025 ini bermain dengan kapasitas 20% kemampuannya kalau bisa saya simpulkan secara sederhana. Mengecewakan. Mengingat kita, khususnya penggemar Madrid yang menyaksikan tim tanding dari minggu ke minggu, tahu bahwa dia bisa lebih jauh dari ini.
Di saat tim butuh sosok pembeda di tengah badai cedera beberapa pemain kunci pun, ia tak muncul ke permukaan. Dia bukan lagi pemain sayap yang mencoba sampai menit akhir 'tuk menciptakan peluang gol berbahaya dan membantu rekan setimnya.
Vini yang mengacak-acak sisi kanan Bayern München di Bernabéu sampai tercipta gol Joselu yang membawa Madrid ke final seakan lenyap ditelan waktu.
Masalah cedera? Tidak. Dia fit hampir setahun ini. Masalah kebugaran? Burn out? Menit mainnya bahkan tak sebanyak Valverde, Rüdiger, Rodrygo, Bellingham, dan Carvajal di era Ancelotti juara Liga, Super Spanyol, dan Liga Champions 2024.
Kalau ada kata yang lebih dalam maknanya selain ‘mengecewakan’ untuk mendeskripsikan performanya sepanjang tahun ini, mungkin saya akan gunakan itu.
Attitude bukan tentang lebih tua atau lebih muda tetapi memanusiakan manusia, untuk dihargai juga harus menghargai manusia lainnya —berperilakulah sebagaimana kamu ingin diperlakukan...