@tanyarlfes - Tbtb sedih gak jelas, gak enakkk bgt
- Nyeri pd, bikin ovt 😔
- SAKIT KEPALA gak enak bgt dibawa tidur pun gak ilang, bisa 2-3 harian baru ilang 😭
@kejublender@notyourindomiie@tanyakanrl Adik bapaknya yg janda gak wajib nyari kerja kalo dalam Islam, tapi tetep harusnya bukan jd tanggung jawab bapaknya sender, melainkan tanggung jawab laki-laki dari keluarga suami adik bapaknya sender
@tigabelas0tiga@TabatiereMaddok Cek labnya sih dicover asal ada rujukan dari dokter karena ada indikasi, cuma di kasus itu gak dicover karena permintaan sendiri, mungkin menurut dokternya blm perlu, tapi bisa aja asal bayar umum
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
Sistem "war ticket" ini sudah tidak sehat dan menjadikan masyarakat kita terlalu kapitalistis dan konsumeristis. Dikondisikan untuk FOMO.
Kita tak bisa lagi menghabiskan uang dengan tenang untuk mendapatkan hiburan berupa konser musik. Kita dibuat panik. Kita dibuat takut. Lalu kita dibuat membeli tiket dengan harga yang tak murah.
Entah sampai kapan sistem war ticket ini akan bertahan. Tapi selama masih ada, rasanya gw akan tetap menjaga jarak dengan konser musik. Gw pribadi cuma hanya akan menonton konser musik yang tiketnya bisa dibeli langsung tanpa harus antri. Ibu Dibjo, we miss you.
Uncomfortable truth: rate influencer bisa segini tinggi ya karena kita juga. Demandnya ada kok. Kita yang emang sukanya ngundang influencer. Kita yang emang lebih suka dateng ke acara yg pembicaranya influencer. Kita yg sukanya nontonin influencer sampe videonya jutaan views
Saya harap kalian ingat kalau di demo tahun lalu kawan-kawan SEA menyumbang ke warga lokal dengan cara belanja via Grab.
Berapa banyak untung yang kalian raih selama minggu itu? Lalu sekarang kalian kayak gini attitudenya ke mitra?
Nggak tahu terima kasih. Pengecut.