ternyata skill mahal yang harus dikuasai pas udah dewasa tuh, skill ngatur suasana hati dan emosi, jangan apa apa DIBAPERIN, please don't expect too much, manusia bisa berubah kapan aja, hari ini suka, besok bisa tidak. semua bisa hilang dan pergi, kapan saja.
gw akan forever menyalahkan voters 02 soalnya GOBLOGG mata lu ketutupan lemak prabowo BLOGGG udh jelas track recordnya jelek kok masih ada yang milih tai gausah marah gw goblog goblogin soalnya lu emg GOBLOGG org presiden pilihan lu aja ngatain rakyat GOBLOGGG ko gw gaboleh BLOGG
Pokoknya calon pasangan gw nanti adalah harus yang punya hobi. Biar dia ada something yang bikin dia sendiri hepi, biar ngga bergantung 100% sama pasangan buat ngerasa bahagia. Jadi menurut gw orang yang punya hobi itu attractive banget sih.
Alasan pilih Anies:
• S1 Ekonomi
• S2 Kebijakan Publik
• S3 Politik Internasional
Alasan pilih Ganjar
• Wakilnya Prof. Mahfud
• Pernah jadi gubernur 2 periode
• Paling sedikit kontroversi
Alasan pilih Prabowo
• Kasihan dibully waktu debat
• Kasihan 3x kalah mulu
• Kasihan bisnisnya mandek
Yang menang? Yang modal kasihan
Memanglah WNI tuh manusia pemaaf dan berempati tinggi.
ternyata kalo beneran disayang itu mereka inisiatif ya? mereka mencoba memahami ya? mereka lakuin tanpa kita begging ya? mereka yang menyelesaikan masalah tanpa meninggalkan ya?
efforts and consistency will always be attractive in person
FAKTANYA
Pendukung 02 jauh lebih benci Anies
dibanding hidupnya sengsara 5 tahun
Lebih takut disebut anak Abah dibanding mati lampu, kebakaran, keracunan, antre BBM 5 jam.
Pacaran pas udah dewasa tuh menarik banget, karena lo bisa ketemu orang yang kariernya bagus, pendidikannya tinggi, hidupnya tertata, tapi giliran urusan emotional maturity malah ketinggalan jauh. ternyata being successful in life doesn't automatically mean you're mature enough to love someone properly.
di umur sekarang hubungan bukan lagi soal chemistry.
tapi soal :
"bisakah kita tetap lembut disaat sama-sama lelah?"
"bisakah kita saling memahami saat sama-sama sibuk?"
"bisakah kita tetap memilih satu sama lain, saat hidup sedang tidak mudah?"