Gw bukan buzzer sumpah.
Cuma mau jelasin dari sisi perpajakan.
Iuran JHT itu sumbernya dari pekerja dan pemberi kerja.
>Iuran JHT yang dibayar pekerja sudah menjadi pengurang penghasilan kena pajak (deductible) saat menghitung PPh 21.
>Nah, bagian yang dibayar pemberi kerja sebenernya adalah kompensasi buat pekerja juga kan?
Secara konsep, itu tetap penghasilan pekerja.
Bedanya, negara menunda pemajakannya. karena kan kita ga nerima manfaat langsung, tapi kita dibayarin iuran untuk dapat manfaat di masa mendatang.
Selama uangnya masih nyangkut di BPJS Ketenagakerjaan dan belum bisa dinikmati pekerja, ya belum dipajaki.
Kapan jadi objek pajak? Saat benefit itu diterima. Alias saat JHT dicairkan.
Pemerintah ngeselin iya.
Tapi kalo soal pencairan JHT ini, sistem pemajakannya memang begini. Silahkan saja cek di negara2 lain. Ga ada isu pemajakan berkali2 di kasus ini. cuma beda waktu pemajakananya ajaa
Yang dipajaki adalah penghasilan yang selama ini pajaknya ditunda karena manfaatnya belum diterima.
Demikian.
Kalo udah ngetik panjang2 masih dikomen "udah mulai jadi mitra bakom sekarang?"
emang anjjj
Total saham $TPIA yang dijaminkan mencapai 3,67 miliar saham atau sekitar 4,24799%
Rinciannya:
$BRPT menjaminkan saham TPIA kepada dua bank, yakni ke:
• BBNI sebanyak 2 miliar saham sejak 21 Sep 2021
• BBTN sebanyak 175 juta saham sejak 24 Des 2024
Prajogo Pangestu selaku ultimate beneficial owner juga menjaminkan 1,5 miliar saham TPIA kepada HSBC pada 17 Nov 2023
Sumber:
https://t.co/R8liR3O8E1
Terbaik di dunia karena
Asuransi yg baik gives you money worth service. bpjs gives you way more than money that you’ve given, heck even almost half of you arent paying
Kenapa Trump sering tiba2 keluarkan GOOD NEWS ketika UST 10Y yield naik/ada di area 4.3%–4.5%? COINCIDENCE? Saya rasa tidak.
Saya coba backtest 17 event tariff pivot Trump sejak Jan 2025.
Dari 17 kali Trump bikin "good news" (tariff pause, trade deal, soften stance):
• 12 dari 17 event (71%) terjadi saat yield ≥ 4.3%.
• Saat yield di atas 4.5%: 3/3 kali Trump langsung lunak, yield turun semua.
• Saat yield di bawah 4.3%: Trump santai, jarang ada konsesi.
Bukti paling jelas: 9 April 2025.
• Seminggu sebelumnya yield spike dari 4.0% ke 4.4%.
• Bond market mulai jual US Treasury besar-besaran.
• Hari itu juga Trump umumkan 90-day tariff pause untuk 75+ negara.
Utang US = $36 triliun.
Setiap yield naik 1% = tambahan $360 miliar/tahun bunga.
US harus refinance $9–10T utang tiap tahun.
Setiap 10bps lebih tinggi = +$9B biaya permanen selamanya.
BOND MARKET IS THE REAL BOSS.
Trump boleh bikin kebijakan apapun.
Tapi kalau bond vigilantes mulai jual, dia balik badan.
Yield 4.3%–4.5% bukan sekadar angka teknikal.
Itu batas toleransi fiskal US.
Manage your portfolio accordingly.
Min min min @redbull beliin Veda Pratama rumah di eropa dong min. Biar ga pulang selama musim balap. Serem kalo pulang dijadiin senjata politik. Plis min. Gw borong kratingdaeng dah di alpa.
@tanyakanrl Klo lu muslim, ada konsep indah namanya nafkah Imta' disitu dianjurkan kalau suami baiknya mempertahankan standar hidup calon istri biar gak anjlok dari kebiasaannya sebelum nikah. Lagian lu wiraswasta nder dibuat flexible ajaa klo masih mau usahain 👍
Ini tipikal di banyak keluarga. Apa yang penting di mata anak, bukan yang penting di mata orang tua.
Sementara orang tua terbiasa menerima dirinya berkorban untuk anak.
Niat baik sudah tunai dengan membuat orang tua tenang saat membahagiakan anak yang lain.
It is OK.
Ada bangunan kost di daerah kampus Jogja dijual seharga Rp8 Miliar. Kos itu umurnya udah puluhan taun, bangunannya jelek dan sering kosong karena kalah bersaing sama kos2an lain yang lebih modern.
Orang yang ga punya pengetahuan finance dasar tanpa pikir panjang bakal beli buat penghasilan pasif.
Sedangkan kita yang ngerti langsung bikin itungan kasar di kepala.
Harga kostan Rp8 Miliar, biaya renov biar jadi kost eksklusif Rp2,5 Miliar, total capital expenditure Rp10,5 Miliar.
Rencananya, kita mau bikin 20 kamar kos, per kamar disewain Rp2juta sebulan jadi kalo penuh terus dalam setaun kita dapat Rp480 juta.
Untuk bayar penjaga, listrik, sampah, dan cadangan biaya renov, kita perkirakan 30% dari total pendapatan Rp480 juta, sisa keuntungan bersih jadi Rp336 juta setahun.
Untuk menghitung yield investasi, kita bagi antara pendapatan per tahun dengan CAPEX, jadi Rp336 juta / Rp 10,5 miliar, ketemulah yield 3,2% per tahun.
Yield 3,2% ini jauh lebih rendah dari obligasi negara yang ngasih 6% setahun, padahal obligasi negara ini bisa dikatakan risk free asset, kemungkinan gagal bayar sangat kecil, kita juga ga perlu effort apapun buat dapat 6% itu.
Ada yang bilang, kalo bisnis rental properti keuntungannya bukan di yield tapi di kenaikan harga aset, pertanyaannya, dengan yield yang sekarang cuma 3,2%, siapa yang mau beli properti tersebut dengan harga tinggi dan dapat yield di bawah 3,2%?
Terus, berapa harga yang pantas untuk beli properti tersebut?
Bisa kita hitung dengan formula:
Yield yang kita syaratkan = risk free rate + risk premium
Misal risk premium 1%, berarti total yield yang kita syaratkan 7%. Untuk mendapatkan yield tersebut dengan asumsi keuntungan bersih Rp336 juta dan biaya renov Rp2,5 miliar, berarti harga tanah harus turun ke Rp2,3 miliar.
Inilah bung kelebihannya pekerja formal
1. Karyawan dpt kompensasi sesuai peraturan.
2. Bisnis tetep jalan meskipun libur
3. Negara dpt pajak dari penghasilan karyawan & profit bisnis
Bukan umkm terus yang digembor²in 😌
@KementerianUMKM@KemenkeuRI@KemnakerRI@Kemenperin_RI
Kalau mencermati isi ajaran para guru saham jualan kelas yg lagi hype, sepertinya kok bukan mengajarkan investasi tapi semata tebak-tebakan saham yg akan digoreng dan (setelahnya) berlomba menunggangi. Ga heran butuh turnover besar.