aku nemu statement yang “ngena” banget :
“Allah memilih situasi saat ini untuk kamu itu karna Allah tau kalau ini adalah yang terbaik untuk kamu, meskipun kamu mungkin gaa suka. tapi kalau misal kamu tau hal ini bisa jadi sesuatu yang buruk untuk kedepannya, pasti kamu akan menyukai situasi saat ini dan tidak akan memohon lagi ke Allah. jadi.. Allah memberikan sesuatu kepada kita untuk masa depan yang tidak bisa kita lihat itu, agar kita selalu memohon dan mengagungkan nama Allah setiap saat”.🥹🤍
"Jika kau ingin tahu sekotor apa qolbumu, maka sadarilah sebanyak mana kau telah memandang rendah terhadap orang lain, serta merasa lebih baik dari orang lain."
Imam al-Ghazali
Sebuah penelitian besar baru-baru ini menemukan hal yang cukup mengejutkan: hampir semua kasus serangan jantung, stroke, dan gagal jantung sebenarnya berkaitan dengan empat faktor risiko utama yang bisa dicegah.
💚 aku capek bgt pake perselsunan dan ketomed trs salep untuk jamur, ga sembuh sembuh:( padahal cara keramas aku udh bener:) aku gada biaya mau konsul ke dokter, apayah alternatif buat nyembuhkan nya? makasih ya
Keseringan Nonton Bokep Bisa Bikin Otak Korslet
Banyak yang mikir, “Ah, nonton bokep kan cuma hiburan.” Eits… hati-hati, kalau keseringan, efeknya bisa ngacak-ngacak sistem otak.
Yuk kita bahas
Aku paham ga semuanya suka olahraga, tp klo kamu:
- duduk/rebahan all day
- hampir/over 30 tahun
- ada riwayat keluarga sakit diabet/jantung
- lemak perut makin di depan
- jalan dikit ngos2an
- ngantukan, sering pusing
Ini WARNING!
Bisa jd tubuh lg ngasih tanda, tp km ga sadar.
Kalo ada wanita yang setelah menikah masih suka nyeletuk:
‘tubuhku milikku sepenuhnya, jadi kalau aku nggak mau, berarti tanpa consent’,
Maka perlu ditanya balik, kalo begitu, bagaimana kalo suami juga bilang:
"uangku milikku sepenuhnya, jadi aku nggak consent untuk nafkahin? Adil kan?!"
Tapi anehnya, kalo suami ngomong gitu, langsung dilabeli mokondo dan nggak bertanggung jawab. Tapi giliran istri menolak kewajiban batin, malah dibela pakai jargon korban.
Sadar enggak sih pernikahan bukan transaksi sepihak. Kalo wanita menuntut nafkah, keamanan, kasih sayang, dan kesetiaan, maka wajar jika suami juga menuntut haknya. Kalo semua pakai alasan 'nggak consent', pernikahan jadi ladang egoisme, bukan ibadah.
Jadi kalo nggak siap memberi, jangan marah saat tak lagi diberi.
Ketahuilah, pernikahan dibangun di atas saling pengertian, bukan saling pembenaran. Jika yang satu terus menuntut, sementara yang lain terus diminta mengerti, itu bukan pernikahan itu perbudakan yang disamarkan dengan status halal..