Siapa belum ngantuk? Ini ada video yang isinya trivia singkat perihal Kopdes Merah Putih dari Mba Diana Nurindrasari sama Mas Harkan. Kabarin ke kami yaa kalo kalian tercengang;)
Kudus punya ulama yang bikin gempar media nasional.
Kerja sehari-hari jadi tukang bangunan. Penampilan sehari-hari selayaknya kuli bangunan. Namun ia terkenal di dunia internasional.
Ia sudah menghasilkan banyak kitab, jadi rujukan lintas negara. Dilakoninya di sela-sela rutinitas sbg kuli bangunan.
Mbah Riyan Al-Mastur. Begitulah namanya dikenal warga. Dulu temannya sering memanggilnya Supri.
Sementara melalui kitab-kitab digarapnya, namanya dikenal sebagai Ibnu Harjo Al-Jawi.
Ia meneliti kitab-kitab klasik yang rumit, mengoreksinya, hingga menelusuri jejak kitab-kitab tua.
Alhasil, dedikasinya dan hasil kerjanya mendunia.
Terkini, beliau dapat penghargaan MUI Award 2026. Namun ia memilih tidak datang.
Agaknya karena ia tak ingin sanjungan atasnya membuatnya tak lagi membumi.
Di tengah dunia yang gila hormat dan popularitas, ia memilih menjaga jarak agar tetap waras.
Jika negara ini adil kepada rakyatnya, mungkin sang ayah akan pergi ke pasar atau supermarket untuk membeli 1 ekor ayam untuk keluarga tercinta dirumahnya.
Negara ini terlalu jahat untuk rakyat yang hanya mencoba untuk bertahan hidup. Bahkan si miskin pun tak berperikemanusiaan ketika melihat kejahatan kecil di depan matanya, sedangkan kejahatan-kejahatan besar si miskin hanya menonton dari layar kaca hpnya saja.
Si miskin selalu melampiaskan kekesalannya kepada si miskin karna si kaya selalu dilindungi negara ketika melakukan kejahatan yang sangat besar. “Bapak, Bapak, Bapa”🥹🥹🥀🥀🥀🥀
Yang dikorupsi bukan proyek mewah atau barang mewah, melainkan pakan satwa. Dampaknya bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi tubuh yang kurus, hewan yang sakit, dan nyawa yang hilang. Mirisnya, korbannya bahkan tidak bisa meminta keadilan.
Geger! Kiai Jepara Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Haram!
Ahmad Mudhoffar, pengasuh Pondok Pesantren Al-Husna Internasional, Mayong, Jepara, Jawa Tengah, menyatakan secara tegas penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penolakan ini berlaku bagi seluruh keluarga besar Al-Husna, mulai dari jenjang KBIT, TKIT, SDIT, SD Tahfiz, SMPIQ, hingga SMAIQ.
Ia menganggap tindakan menerima program MBG selama beberapa bulan terakhir sebagai sebuah dosa, sehingga pihak pondok pesantren memutuskan untuk bertobat dan menghentikannya.
Berdasarkan kaidah agama, memfasilitasi atau menolong terjadinya perbuatan yang haram/maksiat hukumnya adalah haram.
Penolakan keras ini didasari oleh keyakinan bahwa pengelolaan program MBG dari hulu hingga hilir telah menjadi sarana ajang korupsi besar-besaran, yang menurutnya hal ini sudah nyata terjadi dan bukan sekadar prasangka lagi.
Ayolah jangan pilih kasih soal HSC.
data 1% udah ada,
apa susahnya sih sikronkan.. tunjukin kalo kita memang beneran serius reformasi.
ini pacenya kelamaan sebulan cuma ngasih 2-3 saham HSC. kalo ngeliat data 1% harusnya saham indo ada 100++ yg masuk HSC.
kita cuma dikasih waktu sampe november loh.
masih nyepeliin gini terus.
masa gk sadar sih nyadar letter MSCI terakhir mereka masih blm puas ama market kita.
wake up please.. @IDX_BEI
jangan kena downgrade dulu baru kerja.
Di Blitar, 73 gerai Koperasi Merah Putih belum bisa buka meski barang sudah dipajang rapi di rak sejak 16 Mei 2026.
Alasannya: tidak ada daftar harga dari Agrinas.
Kata Kepala Desa Jatinom:
"Nanti kalau ada yang kedaluwarsa bagaimana. Siapa yang mengganti?"
Di sisi lain, pengurus KMP diminta tanda tangan serah terima truk, pikap, dan perlengkapan gerai.
Tapi mereka tidak punya kewenangan atas pengelolaan apapun , semua dipegang Agrinas.
Kata Ketua Forum KMP Blitar:
"Kalau terjadi salah kelola, kami yang dimintai pertanggung jawaban. Padahal kami tidak dilibatkan sama sekali."
Diresmikan Presiden.
Barang sudah ada.
Harga tidak ada.
Tanggung jawab hukum: rakyat desa.
🤔