akan kubuat perasaanmu yang besar nan tulus terhadapku menjadi awal yang megah perjalanan kita. Bahkan, hingga saat ini masih kuingat binar matamu tiap kali melihatku. Semoga perjalanan indah kita berlanjut sampai sana walaupun berpisah sementara.
Kemarin, tanpa disengaja bertemu abangnya. Walau postur dan wajahnya sedikit berubah tapi saya tetap mengenalinya. Ia abangnya, yang dahulu saya lihat sedang berderai air mata saat di pemakaman.
Maaf, saya menghindar dan tidak memiliki keberanian untuk menyapa terlebih melihat -
Matanya. Berjalan perlahan, menunduk dan kubuka pintu minimarket dengan canggung. Hingga keluar dengan perasaan hampa, bimbang dan menyesal terhadap diri sendiri. Sekali lagi maaf, saya selalu merasa bersalah terhadapmu bahkan dengan semuanya. Andai semua bisa kembali -