spill disini
Siapa tau ada yang kenal anak s1 UNY jurusan matematika angkatan 2015 terus s2 nya ITB matematika (jalur LPDP) namanya PRIHANTINI, ini dia dan temen2nya fraud bikin jurnal palsu, ikut conference dan dapet travel grant dari eo di banyak negara cuma buat jalan2 doang
Anehnya Rifaldy Fajar dan Prihantini ini kan bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran. Tapi kok bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.(?) apa gak heran orang-orang dari sana?
pun perbuatan ini bener bener mencoreng nama baik pendidikan Indonesia loh, pendidikan kita (khususnya kedokteran) udah dipandang sebelah mata, ditambah ada pemalsuan kelas dunia begini apa ga amsyong
Strategi Rifaldy Prihantini cs:
Diliat dari track recordnya, mereka klo submit judul tuh total tim mereka bisa 5 judul, 7 judul, atau kalo ga salah yang Denmark kemarin ampe 20 judul gak sih??
Buat apa? MEMPERBESAR PELUANG KETERIMA atay lolos travel grant. Misal undian, klo cuman 1 kan peluangnya lebih kecil dibanding masukin 2 atau 5, apalagi 20.
Pertanyaannya: Risetnya kapan? Sumber data dapat dari mana?
Peneliti umumnya kalo dia ngerjain sendiri/penulis pertama, setahun paling 2-3 kali conference. Kecuali klo profesor, punya mahasiswa banyak, ya mahasisnwanya yang kerjain dibawah bimbingannya. Itu juga profesornya nama terakhir. Itupun ga sesering mereka loh Prof pergi conference.😭
Klo ini kan mereka aja muter2 first authornya gada mahasiswa. Banyak yang sebagai nama pertama dalam 1 conference bisa 3 judul. Belum conference mereka keknya sebulan bisa sekali or dua kali.
Ajarin lah pake jurus apa? Mana tau kan bisa junjitsu.
@STxPSS@BM_Jalurtimur nek sekirane rung A1 ojo nembak rono rene neng sosmed, mara kemruwek wae. lak koe koe do yo kenal siji do liyo to, temoni sek nek ra rampung lg tembak sosmed
Kok presiden di goblog goblogin secara gak langsung gini, beliau gak ngamuk ya? Mana ada ajg, gas 3KG harga jualnya 16 ribu.
Mereka pikir kita semua ini monyet kali ya bukan manusia. Wok wok, dipodium doang galak