Dia mendengar rentetan tembakan yang nyaring bunyinya, teriakan panik warga, tangisan anak-anak mencari orang tuanya. Teman-teman sebayanya pun terjatuh saat berlari sehingga membuat luka di tangan dan kaki.
Ketika peluru gas air mata mengeluarkan asap, mata Salim, bukan nama sebenarnya, terasa perih, bahkan bernapas pun sulit. Mata bocah 11 tahun itu tidak bisa melihat lebih dari dua meter. Selebihnya hanya kepungan asap berwarna abu-abu pekat.
Jumat, 23 April 2021, ratusan polisi merapat ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Dengan senjata laras panjang, mereka membabi buta menembakkan gas air mata langsung ke arah warga. Kekhusyukan ibadah puasa bulan Ramadan itu ternoda.
#SaveWadas