Kenapa doa duduk di antara dua sujud dibaca perlahan?
Karena pada momen itu, kita sedang memohon banyak hal secara langsung kepada Allah, satu per satu, dengan penuh kerendahan hati.
Rabbighfirli (رَبِّ اغْفِرْ لِي) : Ya Tuhanku, ampunilah aku.
Warhamni (وَارْحَمْنِي) : Sayangilah aku, rahmatilah aku.
Wajburni (وَاجْبُرْنِي) : Perbaikilah keadaanku dan tutupilah kekuranganku.
Warfa'ni (وَارْفَعْنِي) : Angkatlah derajatku.
Warzuqni (وَارْزُقْنِي) : Berilah aku rezeki.
Wahdini (وَاهْدِنِي) : Berilah aku petunjuk.
Wa 'afini (وَعَافِنِي) : Berilah aku kesehatan dan keselamatan.
Wa'fu 'anni (وَاعْفُ عَنِّي) : Maafkanlah aku dan hapuskan kesalahanku.
Betapa indahnya doa singkat ini. Dalam beberapa kalimat saja, kita meminta ampunan, kasih sayang, perlindungan, derajat yang baik, rezeki, petunjuk, kesehatan, dan maaf dari Allah. Maka, bacalah dengan tenang, pahami maknanya, dan hayati setiap permohonannya.
1/ Ternyata masalahnya bukan di bahan isiannya.
Bukan di minyaknya.
Bukan juga di skill menggorengnya.
Masalahnya ada di hal yang selama ini dianggap “sudah pasti benar” dan hampir semua penjual gorengan melakukan kesalahan yang sama ini.
Temenku, Hendra. Montir AC. 8 tahun.
Servis rumah, servis kantor, servis ruko.
Dia bukan teknisi abal-abal. Sertifikasi resmi. Punya tiga karyawan.
Kami nongkrong di teras rumahnya dua Minggu lalu. Aku nyebut AC rumahku lagi gak dingin.
Dia taruh gelasnya. natap aku. Tanya:
"Kapan terakhir lo bersihin filternya?"
Anggota Propam Polres Tuban Diduga Serempet dan Pukul Badut
Seorang pria yang berprofesi badut diduga diserempet oleh oknum polisi di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Latsari, Kabupaten Tuban pada Kamis (03/06/2026) malam. Peristiwa yang dialami badut asal Jawa Tengah berinisial K itu sempat terekam kamera CCTV.
Adapun oknum polisi tersebut diketahui berinisial T yang berdinas di Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tuban.
Berdasarkan rekaman CCTV, peristiwa itu bermula saat badut yang tengah mengamen itu hendak menyeberang jalan dari utara ke selatan tepatnya di sekitaran Kantor Kecamatan Tuban.
Ketika berada di tengah marka jalan, sebuah sepeda motor yang dikendarai oknum polisi itu tiba-tiba menyerempet si badut.
Beruntung badut tersebut tidak terjatuh, namun barang-barang bawaannya terlihat terjatuh di aspal.
Namun bukannya meminta maaf, oknum polisi itu justru berbalik arah dan menghampiri si badut. Oknum polisi itu kemudian menarik baju dan memotret wajah si badut.
Oknum polisi yang sebelumnya di Unit Identifikasi Polres Tuban itu juga diduga sempat melayangkan pukulan ke arah wajah si badut.
Kasus oknum polisi dan badut tersebut sempat ditangani Polsek Kota Tuban. Namun keduanya sepakat untuk damai. Kasus tersebut pun tak dilanjutkan ke ranah hukum.
Siapa yang Bayar & Siapa yang Pungut?
✅ Yang bayar pajak: Konsumen akhir (kamu yang beli token atau bayar tagihan listrik).
✅ Yang memungut: Penyedia listrik (PLN). PLN menghitung, memungut, lalu menyetor uang pajak tersebut ke kas Pemerintah Daerah (bukan ke PLN sendiri).
✅ Wilayah pemungutan: di tempat konsumsi listrik terjadi (Pasal 10).
PP yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pemungutan Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas Tenaga Listrik (PBJT atas Tenaga Listrik).
Ini aturan tentang pajak yang dikenakan atas pembelian/konsumsi listrik konsumen. Pajak ini dulu dikenal sebagai PPJ (Pajak Penerangan Jalan), sekarang secara resmi disebut PBJT atas Tenaga Listrik.
Jika kamu membeli token PLN Rp100.000. angka yang muncul pada layar kwhmeter biasanya bukan 100 kWh melainkan sejumlah kWh yang nilainya setara dengan Rp100.000 setelah dikurangi biaya lain².
Contoh untuk tarif rumah tangga (R-1) sekitar Rp1.444,70 perkWh.
Misal beli token Rp100.000 ÷ Rp1.444,70 ≈ 69,2 kWh, Namun jumlah yang masuk biasanya lebih kecil dari 69,2 kWh.
karena ada Biaya admin pembelian & PPJ (Pajak Penerangan Jalan) di daerah kamu sekian % (bervariasi tiap daerah)
Mulai sekarang, dua hal.
1. Cek aplikasi atau struk token lo, cari komponen PPJ. Tau daerah lo motong berapa persen. Itu hak lo buat tau.
2. Berhenti maki PLN buat ini. Mereka kasir. Yang megang duit dan tanggung jawab lampu jalan itu pemda lo.
Pajak itu wajar. Tapi pajak yang lo bayar harusnya balik jadi jalan yang terang.
Kata Dino Patti Djalal:
"Menyuarakan kebenaran itu lebih nikmat daripada mengejar kekuasaan".
NICE QUOTE 👌👌
Selamat pagi....
Teruslah menyuarakan kebenaran jgn jadi setan bisu🫶🫶