Pernah kerasa enggak.
Kadang, saat kita berhenti terlalu memikirkan apakah sesuatu akan berhasil atau tidak,
Eehh semuanya malah mulai berjalan.
Usaha tiba-tiba mulai bergerak ketika kita tidak lagi terlalu memaksa.
Hubungan dengan orang-orang baik berdatangan justru setelah kita benar-benar berhenti mengejar.
Kesempatan bermunculan ketika kita sudah sampai di titik, “Kalau datang, Alhamdulillah. Kalau belum, ya kita tetap baik-baik saja.”
Beda sama aura menyerah.
Ini hanya berhenti menjadikan satu hasil sebagai syarat untuk bahagia.
Karena saat kita terlalu ingin sesuatu berhasil, biasanya kita jadi terus mengecek, terus menunggu tanda, terus khawatir berlebih.
Dalam hati kita trus menerus berkata, “Tolong berhasil. Please. Kita butuh ini.”
Tanpa sadar, yang paling kuat terasa justru aura rasa kurangnya.
Seolah-olah hidup kita belum lengkap sebelum hal itu datang.
Tapi ketika kita mulai IKHLAS dengan apa pun hasilnya, tiba-tiba ada sesuatu dalam diri kita yang berubah.
Kita jadi lebih tenang.
Enggak terlalu takut kehilangan.
Enggak lagi merasa hidup kita kurang.
Kita mulai merasa, “Kita sudah cukup. Kita tetap berharga. Kita tetap kuat, apa pun hasil yang terjadi.”
Senyum pun terasa sangat mudah.
Dan mungkin, ENERGI seperti itulah yang ditunggu oleh Alam Semesta.
Energi dari versi diri yang paling siap untuk menerimanya berkah dan karuniaNya.
Karena kita tidak lagi mencari sesuatu untuk melengkapi diri.
Kita sudah utuh.
Jadi daripada terlalu sibuk memikirkan kapan semua keinginan itu datang, mungkin kita bisa mulai bertanya:
Kita perlu menjadi pribadi seperti apa agar siap menjalani hidup yang kita inginkan?
Kita fokus bertumbuh menjadi pribadi itu.
Lalu biarkan Alam Semesta membuka jalannya.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Rekap 20 pelajaran hidup ala Bang Radit:
1.Jadi orang nyeleneh dikit? Santai aja, itu bukan dosa.
2.Stop julid, hidup lo bakal lebih tenang.
3.Kita tuh nggak sepenting itu di hidup orang lain, jadi chill aja.
4.Hidup simpel itu underrated banget.
5.Kerjaan berat jadi enteng kalau dicicil pelan-pelan.
6.Kerjaan juga lebih ringan kalau dikerjain bareng.
7.Ide nggak bakal keinget kalau nggak ditulis.
8.Belajar dari yang udah jago, biar nggak muter-muter.
9.Tapi kadang belajar dari yang “nggak tau apa-apa” juga buka perspektif baru.
10.Bengong dikit itu bukan buang waktu, itu bagian dari mikir kreatif.
11.Waktu tuh bukan dicari, tapi dibikin.
12.Uang bisa dipakai buat “beli waktu”, manfaatin.
13.Jangan lupa have fun, hidup bukan cuma kerja doang.
14.Coba hobi baru, itu cara paling gampang biar hidup kerasa fresh lagi.
15.Kejar momen-momen berkesan, bukan cuma pencapaian.
16.Jangan ambil keputusan pas lagi emosi, fix sering nyesel.
17.Kadang harus berani bilang “iya” ke hal yang biasanya lo tolak.
18.Tapi di sisi lain, belajar bilang “nggak” itu penting banget.
19.Main game = cara paling gampang buat kabur bentar dari realita.
20.Dapat kritik? Artinya masih ada ruang buat naik level.
Tadi sore diriku keluar buat beli bukaan. Di deket rumah ada 3 stand gorengan. Gak sebelahan, tapi yaa berdekatan jaraknya. Radius 100m
Dari awal puasa, ku perhatiin yang 2 ini lumayan rame nih (salah satunya langganan tempatku beli takjil & gorengan). Kayak ada aja lah pembelinya. Sementara yg satu sisanya sepi. H-30 menit buka, stok dagangan blio masih full, baru laku dikit. Jujur kasian dul.. yg jualan anak muda cewe.
Coba deh beli risol bihun sm bakwan, beli 3 pcs aja buat nyoba sekaligus bantu blio. Cuma kok pelayanannya RAMAH alias judes bangeet.. kayak gak niat.. padahal gue mau bantu aja.. begitu sampe rumah ku coba, ga enak rasanya. Adonannya keras 🥀
Jadi ada alasannya kenapa dari 3 penjual gorengan itu ada 1 yg dr awal puasa kalah terus. Begitu kita milih dia karena kasian, di situ baru kita tau alasan kenapa dia kalah melulu