Lagi seleksi calon maganghub buat tim gua terus bos gua bilang gini, “pilih yang kampusnya paling nggak terkenal, pengalaman kosong, kasih kesempatan mereka buat dapat pengalaman kerja, saya nggak peduli IPKnya berapa aja” 🥹🥹
Temen gue, Miguel, resign bulan lalu.
Gaji Rp7,2 juta. Kantor 15 menit dari rumah. Kerjaan sesuai jurusan.
Semua orang bilang dia bodoh.
Terus dia nunjukin satu screenshot chat ke gue.
Gue langsung paham kenapa dia kabur.
Jebakan Middle-Low Class :
• Beli iPhone pakai paylater.
• KPR rumah 25–30 tahun.
• Kredit motor demi gengsi.
• Kredit mobil di luar kemampuan.
• Pinjol buat liburan.
• Nikah mewah sampai ngutang.
• Ngopi mahal tiap hari, tabungan minim.
• Gaji naik, gaya hidup ikut naik.
• Beli barang karena FOMO, bukan karena butuh.
• Liburan pakai kartu kredit.
• Semua serba dicicil.
• Rela lembur cuma buat bayar cicilan.
• Tabungan darurat nol, cicilan banyak.
• Investasi paling besar: cicilan
• Terlihat mapan di luar, finansial megap-megap di dalam.
Baru males-malesan, tiba-tiba nemu kalimat ini :) :
“Kematianmu, akan datang di hari-hari biasa, disaat rencana-rencanamu yg blm selesai, dan dunia akan tetap berjalan tanpamu. Jadi, hiduplah lebih berani”
dr. Gia pernah ngomong:
Peluang kita meninggal itu 100%. Sedangkan peluang kita hidup sebenarnya sangat kecil. Jadi jangan sia2kan waktu yang berharga hanya untuk overthinking. Jalani, syukuri, nikmati saat ini.
buat para jobseeker, gue doain cepet dpt offering letter dari perusahaan green flag, gaji 2 digit, jobdesk jelas no rangkap, lingkungan ga toxic, cuti ga ribet, ada jenjang karier, jauh dari drama nepotisme & korupsi, bisa ibadah, pulang teng go. bonusan halalan ṭayyiban. aamiin