#HappyValentinesDay
Ini yang dimaksud perayaan Valentine sehati. Bukan yang diterjemahkan oleh kadrun sebagai hari maksiat. Sehingga ada gerakan Indonesia tanpa pacaran segala. Dalam benak kadrun Valentine adlh hari selangkangan dan dada montok sedunia. Karena itu isi kepalanya
Nasib 191 pohon di kawasan Tugu Monas yang ditebang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai terkuak. Batang pohon itu disebut akan dijadikan bahan baku furnitur.
https://t.co/uifCZGQoF1
@AHSANFURQANIBR5@mufashi@gintingabhilawe@lili_tho@mahmud_neo @SetyawanAryf @jokowi Ini yang bilang seorang guru besar dengan gelar Professor. Apakah masih diragukan ? Menurut beliau mereka sudah bukan WNI lagi, paparannya singkat, padat, jelas. Kalau sudah bukan WNI, kenapa pemerintah wajib mengurusi?
KAUM ISLAMIS DATANG, BUDAYA TOLERANSI HILANG.
Sejak zaman dahulu kala, dimana ada kaum Islamis, maka disitu bibit-bibit intoleransi dan permusuhan mulai bermunculan. Benarkah demikian?
~~~
@AnakKolong___
Harap dicatat istilah "kaum Islamis” ini beda dengan kaum Muslim atau umat Islam secara umum. Yang dimaksud dengan kata "Islamis” (Islamist) disini adalah para praktisi (baik individu maupun kelompok)
Islamisme yang oleh Bassam Tibi, professor ahli Islam di University of Gottingen, Jerman, dalam Islamism and Islamdidefinisikan sebagai "a political ideology based on a reinvented version of Islamic law.”
Dengan kata lain, dasar, basis atau fondasi yang digunakan oleh kelompok Islamis untuk membangun "Islamisme” atau "ideologi Islam politik” ini bukanlah hukum Islam atau Syariat Islam itu sendiri,
melainkan sebuah pemahaman kembali, tafsir ulang atau rekonstruksi atas sejumlah diktum dalam hukum Islam atau Syariat tadi yang disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan politik dimana kaum Islamis itu berada.
Itulah sebabnya kenapa visi, platform, agenda dan tujuan berbagai kelompok Islamis di berbagai negara itu berlainan antara satu dan lainnya.
Meskipun berlainan, kaum Islamis ini memiliki ciri-ciri umum, yaitu