@saptaipb Kemarin sudah bisa ditebak pasti akan keluar kebijakan seperti ini. Pernah terjadi di tahun 2013 dan 2018 waktu rupiah dan market crash, RDG darurat BI dalam sebulan menaikkan suku bunga sampai 2x.
@LambeSahamjja Wamen Ekonomi Kreatif, Irene Umar bagus sih. Secara track record, komunikasi publik, dan program yang dia bangun sejauh ini bagus-bagus.
@gadisapelhijau Beberapa pondok pesantren Indonesia juga demikian. Ada opsi tambahan masa pendidikan untuk santri ikut program takhasus atau pengabdian/khidmah di pesantrennya. Sangat bagus untuk persiapan lanjut S1 ke timur tengah.
@dojjunn XL tuh pintar cari celah dan peluang. Selama gak ada regulasi yang mengatur lebih lanjut berarti boleh-boleh saja.
Klo broker tradisional, udah kena compliance duluan tuh. Takut berinovasi melanggar aturan.
@_fxxxkboy Penasaran selanjutnya, itu klo mobil ambulance, pemadam kebakaran, atau iring-iringan mobil pejabat, gimana caranya masuk tol? Yang bayar siapa?
Gak tau ya apakah ini unpopular opinion, tapi: gw tidak pernah melarang pasangan.
Mau chat sama siapapun: silakan
Mau punya sahabat cewe: silakan
Mau merokok: silakan
Mau beli mainan: silakan
Mau pulang jam berapapun: silakan
Karena prinsipnya satu:
STEP 1:
Beli kapal 1,9T.
tapi gk ada duit gimana dong?
investor A,B,C dateng ngasih primary note
"debt-to-asset acquisition"
kapal kebeli, non-cash trx.
kapalnya beli dari siapa?
tentu saja dari investor yg ngasih primary note.
STEP 2:
gk lama kemudian mau right issue.
tentu saja RInya buat bayar kapal tadi.
investor lama gk ikut RInya, dialihin ke investor A,B,C.
loh bukanya dia yg ngasih primary note?
betul
artinya koversinya dilakuin disini,
A,B,C gk perlu keluar duit buat ikut RInya.
bisa dibilang yg akan setor cash "hanya" ritel yg ikut RI.
mas dojjunn, bukanya ini cuma muter2 asset doang?
knp gk right issue aja langsung.
YAA DISITULAH KENAPA INI ADA.
saya yakin sedikit yg paham dan tentu aja gk ada yg peduli soal yg ribet2 beginian.
masih gk paham juga?
forget it, don't buy it.