Wah, ternyata ada satu episode #AniesBacaBuku yg terlewat diunggah. Kita bahas buku On Tyranny oleh Timothy Snyder ttg mengenali tanda2 otoritarian dan bagaimana menjaga demokrasi tidak menyimpang. Berikut videonya. Maaf terlewat, apakah masih relevan utk kita simak saat ini?
Lulusan paket C tapi bisa lolos masuk dan akhirnya jadi ketua BEM UGM itu sesuatu banget. Bandingkan dengan yang ngakunya alumni kampus tersebut namun ijazahnya banyak yang meragukan keasliannya...
Gengs, BDS kemarin secara resmi mengumumkan pernyataan boikot Spotify karena terlibat aktif dalam apartheid dan genosida Palestina oleh Zionis.
BDS mengimbau semua orang untuk menghentikan subscription di kanal ini hingga Spotify berhenti terlibat pada genosida.
Sekarang mereka beramai-ramai mengeroyok Ketua BEM UGM scr digital.
Sampai ke urusan ijazah paket C, hanya untuk menjatuhkannya.
Satu anak muda yg berpikiran kritis lbh mahal daripada sejuta buzzer nihil nalar.
Teruntuk adik-adikku, atau sesiapapun yang ingin berkuliah di luar negeri dengan beasiswa,
kalau kalian memang pintar dan punya potensi besar untuk dikembangkan dengan jalur pendidikan negara luar,
ada sedikit saran:
Berhubung negara ini dipenuhi orang-orang bermental kepiting, alangkah baiknya jangan ambil beasiswa dari LPDP.
Selain berat bebannya balas budi ke negara, belum lagi kondisi lapangan yang birokrasinya berantakan, kalian juga akan dipandang sebelah mata oleh sebagian rakyat pembayar pajak yang merasa berkontribusi besar untuk pendidikan kalian.
Carilah beasiswa lain atau beasiswa di negara tujuan. Tidak mudah memang, tapi itu lebih baik daripada harus menanggung beban berat, apalagi jika kontribusi tidak sesuai dengan pikiran mereka, akan dianggap kontribusi sampah.
Blacklist penerima beasiswa LPDP yang tidak berkontribusi buat negara, tapi memaafkan koruptor dan masih ada yang dapat tempat menjabat.
Logika terbaik yang pernah dimiliki negara ini.
Galaknya jangan pilih-pilihlah.
Harus adil.
Guys, terakhir nih sebelum tidur.
Aku enggak ada urusan sama mbak-mbak LPDP itu. Dan enggak mau tahu juga urusannya.
Mau dia disuruh ganti rugi, balikin duit, atau apapun istilahnya, terserah!
Tapi, intinya, kalian harus tahu suara orang yang kecewa atau bahkan di tahap menyesal jadi WNI itu berasal dari pemerintah yang enggak becus menjalankan negara.
Setiap berganti rezim, bukannya makin benar, rakyat makin sengsara.
Sedikit saran, itu energi galaknya boleh juga nanti setelah si mbak-mbak itu habis diproses, dialihkan ke pejabat-pejabat yang kerjanya enggak bener.
Soalnya pejabat itu gaji, tunjangan, dan anggaran apapun yang dia pakai, itu duit pajak rakyat, duit keringat rakyat. Kalau dia kerja enggak benar, itu artinya dia ngeludahin rakyat.
Sekalian juga sama aparat.
Mari kita kawal semua orang-orang yang makan dan hidup pakai duit pajak rakyat untuk bisa berkontribusi dan kerja benar untuk menyejahterakan rakyat.
Despite dengan keblunderan Mba Sasetya ini, aku lebih salfok ke pernyataan Pak Purbaya: “Mereka berdua juga telah di blacklist bekerja berkaitan dengan pemerintahan Indonesia” artinya pemerintah bisa blacklist orang jika merugikan negara. Kok koruptor gak pernah di blacklist ya? Ijin nanya aja ini mah🙏
Sekitar 85 Negara bersatu mengecam Israel, menolak penjajahan atas wilayah Palestina.
Tapi Indonesia tidak berada disini bersama mereka, justru berada di geng zionis & penjahat kemanusiaan.
Kok bisa begini ya ?