Tadi pesen makan siang, dapat driver yg sudah sepuh bgt😭
Sedih 🥺 semoga bapak sehat selalu nggeh, semakin banyak orderannya🤲🤲
Jadi ngerasa bersalah krna tadi sempet tanya kq ga jalan2 dr posisi nya🥺🥺
cc: hitamanis589
Keputusan dr.Icha untuk tidak memberikan SABU adalah tindakan yg tepat dan sesuai protokol medis.
Pasien gigitan ular ini cuma gejala lokal, lab normal, tidak ada indikasi anti bisa ular (SABU). Derajat luka gigitan dan tingkat keparahan gejala menjadi kunci penentuan tindakan.
Bahkan beliau sempat konsultasi ke ahli toksinologi dr. Tri Maharani yang bilang cukup imobilisasi saja, bukan anti bisa.
Kalau diberikan anti bisa tanpa indikasi, justru bisa membahayakan pasien karena risiko reaksi alergi berat sampai anafilaksis yang mengancam nyawa.
Sudah menyelamatkan pasien tapi malah kehilangan nyawa karena depresi 😭
Turut berduka cita untuk dr. Icha & keluarga. 😔
Semoga beliau tenang di sisi-Nya.
Malam ini diingatkan Ig utk banyak bersyukur drpada mengeluh..
Hi bapak, terima kasih sudah jd pengingatku
Pasti dibalik sobekan jaket ini ada banyak keringat dan kerja kerasnya ya pak.
Dan to juga selama dijalan sepertinya di motor juga ada bunyi2 mgkin butuh diservice...
pak semoga selalu dimudahkan dpt penumpang ya dan bs pnya rejeki yang banyak
Bapaknya juga baik banget
cc: nadya_zuhdi
Jahat Banget Kerja 12 Jam Sehari Cuma Dibayar 30 Ribu😭
adik ini masih SMP tinggal bertiga sama dua adeknya yg masih kecil. mereka ngontrak. bapaknya ada di penjara, ibunya ada di RSJ. jadi dia terpaksa bekerja tapi dimanfaatin bos, kerja dari jam 9 pagi - 9 malam cuma dibayar 30 ribu sehari.
lokasi : Tanjungpinang
Malem-malem pulang ngantor mellow sendiri…
Lagi jalan kaki ketemu kakek2 udah tua duduk diem sambil bengong nungguin pembeli. Beliau jualan ganci & dekorasi lucu-lucu gt. Aku samperin lah buat beli. Harganya variatif dari 5rb sampe 30rb ada. Walaupun gak butuh aku beli lah karna emg niatnya bantu larisin jualam beliau. Pas aku kasih roti & jeruk beliau seneng bgt sampe nanya “buat saya neng? Alhamdulillah..”
Disitu gue mellow bgt, rasanya pengin punya banyak uang buat bantu orang-orang kayak beliau ini. Udah tua tp masih ngayuh sepeda buat jualan meanwhile harusnya beliau sedang santai di masa tuanya… jujur mellow dan sedih liatnya.
Semoga kita semua punya banyak uang biar bisa bantu orang seperti beliau ini ya🥹🙏
@afrkml Kaa aku pernah cabut gigi geraham
Yg pertama dokter gigi yg di RS TNI
BJIRLAHHHH
Doi sekali cabut berhasil 😭
Yg kedua dokter gigi cewe, mulutku sampe diuwek uwek, alatnya diungek ungek, agak lamabaru bisa kecabut😭
aku jg ketemu beliau di blok M :’( btw aku sempat ngobrol beliau punya pengalaman jd driver tapi kerjaan lain jg boleh. pls org kaya yg butuh driver hire beliauu 🙏 ayo datanglah rezeki lewat cara yang tdk disangka-sangka itu
in another life gue lah anak FK yang berangkat kuliah naik hrv sand khaki, nenteng ipad atau macbook, papa mama dokter spesialis, lulus langsung nempatin ke rs swasta punya orang tua, tiap liburan keluarga ke eropa dengan sorotan Instagram full bendera
Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang.
dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal.
Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal:
Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius.
Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi.
Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur.
Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit.
Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan.
Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi.
Yang paling mengejutkan:
saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak.
Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani.
Ketiga — dugaan malapraktik administratif.
Obat Sulbacef kosong di rumah sakit.
Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar.
Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri.
Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi.
Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip.
Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek."
Ini bukan kasus individual.
Ini adalah cerminan sistem:
Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik.
Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap.
Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai.
Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan.
Tidak ada supervisi yang dijamin.
Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat.
Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek."
Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam.
Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi.
Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal.
Dan terbukti fatal.
IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut:
Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan.
Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi.
Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit.
Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa.
Yang paling menohok dari seluruh cerita ini:
Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras.
Sudah melalui koas.
Sudah lulus ujian.
Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh.
Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun.
Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh.
Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini:
Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar.
Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan.
Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia.
Al-Fatihah.
cc: threads
hi, it’s me……
dr. Ann ❤️❤️❤️
Proud of me!
Maaf kalo jadinya aku hiatus menulis au dan novel, ngejar ini dulu, dan alhamdulillah i got it! Aku insyaallah akan balik lagi menulisss huhu❤️