@ainunnajib Pak ainun analoginya kurang tepat. Tentu seantero X paham ini arahnya kmana. Prlu dipahami bhw utk bisa haji “kendaraan” nya sdh ditentukan pemerintah, yakni biro travel tertentu. Yg bapak maksud, blio jg konsumen, kbtulan jg bw jamaah. Apa iya pelanggan kepikiran bironya nakal?
@MrOngDedy Susah. Haha
Mending hire yang kenal dan emang profesional. Tapi klo ga ada ya emang harus pake interview berlapis. Soalnya kalau udah masuk maka tanggung jawab kita buat bkin dia bisa bekerja sesuai keinginan perusahaan kita
@itsTimWijaya Imho dari pengusahan umkm. Beberapa produk start up bukan solusi dari kebutuhan umkm. Umkm butuh tumbuh penjualannya dulu, sales naik, untung stabil dulu. Bukan dari perapian administrasi atau efiensi.
@romeogadungan Yes. Gw Punya usaha pengiriman tenaga kerja indonesia ke luar negeri. Tiap bulan seneng banget mereka kirim duit dari jutaan ampe puluhan juta ke keluarga mereka. Melepaskan banyak orang dari kemiskinan. Memakmurkan banyak rumah tangga. Gw happy banget
@afrkml Izin kasih perspektif dari sisi gua sebagai pengusaha.
“Kalau gua, ga masalah” sekali lagi di usaha gua ya.
Perspektifnya sederhana, ada kalanya gua meminta bantuan mereka ketika mereka sedang di rumah. Dan pada saat bekerja itu, mereka pakai listrik, air, internet sendiri.