I believe that if you ask any Mourinho fan why Mourinho is the greatest coach ever he will tell you this exact same thing in this video.
Remove the media bias lens and watch this video without hate and surely you will be on the same boat with us
BREAKING NEWS
PRABOWO AKAN KUMPULKAN SEMUA MENTERI DAN WAKIL MENTERI KE ISTANA MALAM INI
GOSIPNYA KARNA KARHUTLA YANG YANG TIDAK TERATASI + PASAR SAHAM YANG AMBRUK
rocky minta publik ikut dalam mengatasi karhutla
dia bilang publik sekrang cuma bisa mengoceh oceh di sosmed doang
padahal mengoceh tidak menyelesaikan masalah
dia sendiri melihat prabowo sudah melakukan yang terbaik untuk karhutla
mulai dari penambahan polisi hutan dll
dia juga minta negara negara yang kena juga ikut membantu
ini adlah masalah bersama bukan cuma indonesia doang
Suami gue tiba-tiba bilang mau makan nasi Padang. Gue bilang mau juga, eh adik ipar gue ikut bilang mau. Gue pun kasih uang ke suami buat beli nasi Padang, tapi dia malah nyuruh adiknya yang beli. Adiknya jawab, “Nggak mau ah, gue bagian makannya aja.”
Akhirnya suami gue pergi sendiri buat beli nasi Padang. Karena rumah gue sebelahan sama rumah mertua, gue balik ke rumah sambil nunggu dia pulang. Gue pikir ya udah, nanti makan berdua aja sama suami karena adiknya nggak mau dimintain tolong.
Eh, ternyata suami gue malah makan berdua sama adiknya, sementara gue ditinggal dan nggak ikut makan. 😭
Akhirnya gue beli nasi Padang sendiri dan makan sendirian. Gue diemin suami. Menurut kalian, gue yang terlalu baper atau emang wajar kalau kejadian kayak gini bikin sakit hati?
Sekarang malah berakhir diem-dieman sama suami, wkwk. Dia nggak minta maaf, gue juga nggak ngomong sepatah kata pun sama dia. 🥲
Kan semua elit lagi grasa grusu menunggangi isu di kasus ijasah gibran pak, sementara kasus karhutla yang bikin banyak anak ISPA, hewan dan manusia kehilangan hak untuk bernafas dengan udara baik malah diacuhkan.. bukan bangsa kita yang sakit, tapi elit2 politik itu yang sakit
Sedih banget ini. Bangsa kita sepertinya betul-betul sakit. Bencana terjadi dimana-mana tetapi dana untuk penanganan bencana dikorupsi di lembaga pemerintahan yg mengurusi bencana.
Bayangkan, OTT korupsi oleh KPK terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Megawati tidak pernah memaksakan ambisi & kehendak pribadinya terhadap anak-anaknya.
Semua berproses dengan baik sesuai dengan bidang pekerjaan yang digeluti masing-masing.
Megawati memiliki tiga anak yaitu Mohammad Rizki Pratama, Muhammad Prananda Prabowo & Puan Maharani.
Rizki Pratama tidak berpolitik. Ia memilih menjadi pengusaha. Sementara anak-anak Megawati lain, Prananda Prabowo & Puan Maharani aktif di PDI Perjuangan.
Bagaimana putra-putri Megawati memulai karir mereka di politik ?
Prananda Prabowo sejak muda telah menjadi teman diskusi Megawati. Namun, Prananda Prabowo secara resmi pertama kali terlibat dalam pengurusan partai setelah Kongres III PDI Perjuangan di Bali pada tahun 2010.
Saat itu usia Prananda Prabowo adalah 40 tahun. Usia yang matang dalam mengemban amanah menjadi Kepala Ruang Pengendali dan Analisis Situasi (Situation Room) DPP PDI Perjuangan.
Sementara Puan Maharani terlibat langsung di PDI Perjuangan di tahun 2008, saat itu usianya 35 tahun. Megawati mempercayakan amanah di struktur partai kepada Puan Maharani dengan menjadi Kepala Sayap Pemberdayaan Masyarakat & Perempuan PDI Perjuangan.
Artinya saat Megawati running di Pilpres 2004 sebagai kandidat petahana, Puan Maharani tidak maju sebagai Caleg di Pileg 2004.
Kendati usia Puan Maharani di tahun 2004 secara syarat pencalonan telah memenuhi syarat yaitu 31 tahun tapi Megawati tidak memaksakannya mencalonkan putrinya itu.
Puan Maharani pertama kali running sebagai calon anggota DPR RI di tahun 2009, saat Megawati tak lagi menduduki kursi jabatan orang nomor satu di negeri ini.
Pilihan Megawati tidak mencalonkan anak-anaknya saat dirinya menjabat Presiden RI adalah bentuk tanggung jawab etisnya sebagai pemimpin. Landasannya adalah etika & moral.
Megawati itu sosok yang objektif dengan menekankan pentingnya proses pengkaderan & pembelajaran tanpa memberikan keistimewaan atau jalan pintas, meski anak-anaknya memiliki akses politik yang besar.
Bahkan saat Megawati berkesempatan mengusung anak-anak menjadi Capres atau Cawapres lewat PDI Perjuangan, tapi pilihan itu tidak diambilnya.
Itulah adalah bentuk kerendahan hati & Kenegarawanan dari sosok Megawati Soekarnoputri.