BEM UI TUNJUKKAN CHAT KE POLRES, BANTAH TAK ADA PEMBERITAHUAN DEMO 12 JUNI
Athof, Ketua BEM Ul: "Bagaimana bisa mereka mengklaim bahwa aksi 12 Juni kemarin tidak ada pemberitahuan. Tidak ada surat yang dikirimkan."
"Pada faktanya, di sini saya telah memegang buktinya. BEM UI telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Wakasat Polres Jakarta Pusat terkait aksi di Bunderan HI."
"Cuma, kita juga tidak usah kaget dikarenakan Polri hanya institusi yang membela kepentingan elit."
"Polri tidak ada untuk melindungi kepentingan rakyat. Polri tugasnya hanya berbohong setiap saat."
GILA!!! seorang pendemo di persekusi masal oleh kejati
Rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindakan represif oleh oknum pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara terhadap seorang demonstran viral di media sosial.
Dalam video yang dilihat Kendariinfo pada Minggu (14/6/2026), tampak seorang peserta aksi diseret dan ditarik paksa saat diamankan di lingkungan Kantor Kejati Sultra. Meski demikian, belum diketahui kapan kejadian tersebut. Insiden itu terjadi ketika sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejati Sultra.
Ketegangan meningkat setelah salah seorang demonstran berhasil masuk ke area kantor yang menjadi lokasi pengamanan. Saat proses pengamanan berlangsung, seorang perekam video berupaya mendokumentasikan kejadian tersebut. Namun, upaya itu mendapat penolakan dari pihak yang berada di lokasi. “Jangan menghalangi-halangi kita kerja pak, lihat pemirsa, pihak Kejati mengahalangi media,” ujar perekam dalam video.
Video yang beredar menunjukkan seorang demonstran ditarik secara paksa menuju bagian dalam kantor. Dalam rekaman itu juga terlihat tindakan menarik rambut dan pakaian demonstran yang kemudian menuai kritik dari masyarakat karena dinilai berlebihan.
🚨💣 EXCLUSIVE: Real Madrid reach verbal agreement to sign Marc Cucurella from Chelsea, HERE WE GO!
Verbal agreement in place between all parties, player too — he’s the left back wanted by Mourinho. Details to follow.
Cucurella leaves #CFC and joins Madrid after World Cup. ⚪️🇪🇸
Rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindakan represif oleh oknum pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara terhadap seorang demonstran viral di media sosial.
Dalam video yang dilihat Kendariinfo pada Minggu (14/6/2026), tampak seorang peserta aksi diseret dan ditarik paksa saat diamankan di lingkungan Kantor Kejati Sultra. Meski demikian, belum diketahui kapan kejadian tersebut.
Insiden itu terjadi ketika sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejati Sultra. Ketegangan meningkat setelah salah seorang demonstran berhasil masuk ke area kantor yang menjadi lokasi pengamanan. Saat proses pengamanan berlangsung, seorang perekam video berupaya mendokumentasikan kejadian tersebut. Namun, upaya itu mendapat penolakan dari pihak yang berada di lokasi. “Jangan menghalangi-halangi kita kerja pak, lihat pemirsa, pihak Kejati mengahalangi media,” ujar perekam dalam video.
Video yang beredar menunjukkan seorang demonstran ditarik secara paksa menuju bagian dalam kantor. Dalam rekaman itu juga terlihat tindakan menarik rambut dan pakaian demonstran yang kemudian menuai kritik dari masyarakat karena dinilai berlebihan. Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sultra, Irwan, menjelaskan bahwa tindakan pengamanan dilakukan setelah massa aksi diduga melakukan tindakan anarkis terhadap Kantor Kejati. “Sebelum massa aksi berhasil menerobos masuk ke lingkungan kantor, massa terlebih dahulu melakukan tindakan anarkis dengan melemparkan batu dari luar pagar ke dalam lingkungan kantor. Aksi pelemparan tersebut mengakibatkan salah satu personel pengamanan kami mengalami luka robek pada bagian kepala,” jelasnya, Minggu (14/6). Menurut Irwan, situasi di lapangan memanas setelah sejumlah peserta aksi berupaya memasuki area kantor dengan melompati pagar dan bergerak menuju gedung utama. “Dalam proses penghalauan, terjadi eskalasi di mana oknum demonstran tetap memaksa masuk hingga mengakibatkan personel pengamanan kami terjatuh ke tanah saat berupaya menjalankan tugas,”
Sc: kendariinfo
Video dugaan kekerasan ini langsung viral dan bikin netizen geram.
Saat ini perkembangan kasusnya masih ditunggu dan netizen mendesak agar KBRI serta otoritas Malaysia mengusut tuntas pelakunya!
Diketahui pemicunya, sang majikan menuduh korban melakukan kekerasan terhadap anaknya usai melihat rekaman CCTV di dalam rumah.
Terpancing emosi, majikan tersebut diduga langsung meluapkan amarahnya hingga melakukan tindakan fisik yang dinilai melanggar hukum.
Sc: politikdotin
Kali ada yg kenal atau orgnya ini.
Kronologi motor pribadi tidak bisa perpanjang stnk karena kena blokir oleh org ini, dia melanggar masuk jalur busway lalu kena etle, dalam 1 tahun ini 3x etle dan menggunakan plat nomor saya ( bukan plat nomor orang tersebut ) dia memakai plat
Ini dua anak kurir yang meninggal bareng istrinya ditabrak taksi di Gading Serpong, Senin 6 Mei lalu.
Perusahaan taksi kabarnya hanya memberi santunan 50 juta. Sementara kedua anak yg kini yatim piatu ini masih usia 8 dan 6 tahun.
Keluarga menolak, karena jelas tidak memadai untuk kebutuhan kedua anak yang masih kecil.
Mestinya mereka bantu sekolahkan mereka yg tak lagi punya ayah dan ibu ini. Itu juga harapan keluarga almarhum.
Semoga saja ada petinggi perusahaan tsb yang terketuk hatinya. Sebab ini bukan soal laba rugi, tapi juga soal nurani.*