awal narasi dari Bung Ferry, diangkat Mafia Wasit, Digoreng Media Ig dan Twitter
Pagi ini diawali Labieb pundit A1, Lanjut jactranet bikin Hoax, disamber Media Persija dan 2linesquad, dimakan sm Jakmania, yang disalahin ttp Persib dan Erick, tololnya sudah akut Jekmen ini ๐คฃ
Biasanya, ya.
Pas Persib rumputnya jelek, temen" klub lain bikin content riding the wave.
Pas Persib gak punya fasilitas recovery yg proper, lsg ikutan nyamber konten.
Pas Persib menang terus di Asia, ini tim konten lain agak bingung riding the wave-nya.
Padahal bisa aja, "Hatur nuhun, Sib." Soalnya taun depan klub Indonesia merasakan dampaknya โบ๏ธโบ๏ธ
Manajemen #PERSIB mengecam keras tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan personel, ofisial, dan para pemain muda PERSIB EPA U-18.
Sebagai atlet yang sedang menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan masa depan di dunia sepak bola, para pemain muda berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan kesempatan untuk berkembang tanpa ancaman kekerasan.
Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan, terlebih ketika keselamatan para pemain muda turut terancam. Setiap tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain harus ditindaklanjuti secara serius sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
#LiveInsideUs #ManahJeungGetihna
โ ๏ธLaporan Resmiโ ๏ธ: Telah terjadi tindak penyerangan dan penjarahan yang menimpa tim PERSIB Elite Pro Academy (EPA) di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada hari Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 21.30 WIB.ย
Akibat insiden yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut, tim mengalami beberapa kerugian:ย
Sdr. Pandu Persada selaku Media Officer EPA menjadi korban kekerasan dan dilaporkan terpisah dari rombongannya.
Bus yang membawa rombongan mengalami kerusakan, sementara sejumlah koper milik ofisial dan para pemain EPA U-18 telah dijarah.ย
Pihak PERSIB tengah berkoordinasi intensif dengan kepolisian setempat guna memastikan keselamatan serta mengupayakan evakuasi untuk Pandu.
Selain itu, PERSIB juga sedang mendata kerugian materiil dan akan memproses dugaan tindak pidana ini melalui jalur hukum.ย
Persib mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan. Kami meminta semua pihak untuk menahan diri, tetap tenang, dan tidak melakukan aksi balasan.
Pihak berwenang saat ini masih terus melakukan verifikasi terkait kronologi pasti dan pihak-pihak yang terlibat.
#BandungFootball #BFCOM #Persib #Bobotoh
Dari kasus yang sangat jelek ini kita harus belajar biar pintar
Kalo gak belajar nanti bodoh dan menyerang bis
Himbau untuk tidak membalas apapun dengan kekerasan!
LAPORAN INSIDEN KEKERASAN TERHADAP PERSONEL PERSIB, PERUSAKAN BUS, DAN DUGAAN PENJARAHAN BARANG MILIK ROMBONGAN EPA
Hari/Tanggal: Minggu, 11 Oktober 2026
Waktu Kejadian: Sekitar pukul 21.30 WIB
Lokasi: Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah
Personel yang Terlibat:
1. Pandu Persada, Media Officer PT PERSIB Bandung Bermartabat untuk tim Elite Pro Academy (EPA) U-10.
2. Ridwan, anggota tim Akademi PERSIB.
1. Kronologi Kejadian
Pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 21.30 WIB, terjadi insiden penyerangan terhadap rombongan PERSIB di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah.
Pandu Persada, Media Officer PT PERSIB Bandung Bermartabat yang sedang dalam perjalanan kembali ke Bandung setelah menjalankan tugas peliputan kegiatan Elite Pro Academy (EPA), berada di lokasi bersama Ridwan dari tim Akademi PERSIB.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, keduanya berpapasan dengan rombongan suporter Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.
Dalam rangkaian kejadian tersebut, bus rombongan EPA dilaporkan mengalami penyerangan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan bagian dari rombongan suporter tersebut. Akibat kejadian itu, bus dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa koper milik ofisial dan tim EPA PERSIB U-18 dilaporkan dijarah.
Ketika berada di area toilet rest area, Pandu dan Ridwan berupaya kembali menuju bus. Namun, situasi yang tidak kondusif dan banyaknya orang di lokasi menyebabkan keduanya terpisah dari rombongan.
Bus EPA kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara Pandu dan Ridwan tertinggal di lokasi.
Dalam situasi tersebut, Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan. Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, Pandu kemudian berlindung di sebuah tempat tambal ban di area Rest Area Batang KM 360.
2. Perkembangan Situasi dan Status Personel
Berdasarkan informasi terakhir yang diterima, kondisi kedua personel adalah sebagai berikut:
A. Ridwan
Ridwan telah berhasil meninggalkan lokasi kejadian dengan selamat setelah mendapatkan tumpangan menggunakan mobil milik orang tua salah satu pemain. Kenek bus rombongan EPA juga turut berada di dalam kendaraan tersebut.
B. Pandu Persada
Pandu masih tertinggal di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, setelah terpisah dari rombongan. Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung di sebuah tempat tambal ban di area rest area.
Hingga laporan ini disusun, PERSIB masih melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian di wilayah Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan keselamatan dan mengupayakan pengamanan serta evakuasi Pandu dari lokasi kejadian.
Prioritas utama saat ini adalah memastikan Pandu berada dalam kondisi aman, memperoleh konfirmasi mengenai kondisi fisiknya, dan dapat segera meninggalkan lokasi dengan pendampingan yang diperlukan.
3. Dampak Insiden
Berdasarkan informasi awal, insiden ini menimbulkan beberapa dampak sebagai berikut:
1. Keselamatan personel: Pandu Persada dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan masih tertinggal di lokasi kejadian. Ridwan telah berhasil meninggalkan lokasi dengan selamat.
2. Kerusakan kendaraan: Bus yang membawa rombongan EPA dilaporkan mengalami kerusakan akibat penyerangan.
3. Kehilangan barang: Beberapa koper milik ofisial dan tim EPA PERSIB U-18 dilaporkan dijarah.
4. Gangguan perjalanan: Sejumlah personel terpisah dari rombongan sehingga memerlukan penanganan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan mereka.
Pendataan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi fisik korban, tingkat kerusakan bus, jumlah serta jenis barang yang hilang, dan total kerugian yang ditimbulkan.
Mahkamah menerangkan bahwa meskipun tidak ditemukan bukti meyakinkan mengenai kepemilikan ijazah atau sertifikat luar negeri setara SMA milik Gibran Rakabuming Raka, MK tidak dapat membatalkan kedudukannya sebagai Wakil Presiden. Sebab, proses pencalonan telah berakhir sejak pelantikan pada 20 Oktober 2024 sehingga perkara tersebut secara substansial tidak lagi berada dalam rezim perselisihan hasil pemilu.
Meski demikian, secara formal MK tetap berwenang mengadili perkara tersebut. Berdasarkan asas ius curia novit, Mahkamah berkewajiban menggali kebenaran materiil dan tidak dapat menolak perkara dengan alasan tidak adanya batas kewenangan hukum lembaga pascapelantikan.
Mahkamah juga mengungkapkan bahwa dokumen yang menjadi dasar penerbitan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan hanya berupa certificate of attendance dan catatan akademik. Dokumen tersebut dinilai bukan bukti kelulusan atau tamat dari suatu jenjang pendidikan, melainkan sebatas bukti kehadiran dalam proses pembelajaran.
Namun, para Pemohon yang terdiri atas organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan perseorangan dinilai tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) karena bukan pasangan calon. Karena itu, dalam amar putusan, MK mengabulkan eksepsi Termohon mengenai kedudukan hukum dan menyatakan permohonan para Pemohon tidak dapat diterima.
Unduh salinan putusan selengkapnya melalui laman https://t.co/QB7blrrcSv ya, #Courtizen!
#MengawalKonstitusi
#salaMKonstitusi
#MKRI
#PHPU2024