Gak semua konflik itu masalahnya dikomunikasi, kadang masalahnya ada dikapasitas intelektual dan emosi. Kalau kemampuan berfikir dan kematangan emosional ga setara yo podo wae ngmg ro kangkung.
Aku pernah mencoba 3 racun ; Rokok, minuman keras dan cinta.
Lucunya Rokok berakhir menjadi abu,
Alkohol hilang saat pagi datang, Namun cinta masih membekas lama, bahkan setelah kisahnya selesai.
**Menuju Purnama **
Di langit jelang separuh malam, sabit melengkung bagai ceruk luka,
Menyimpan pendar tipis di balik rusuk kegelapan yang belum purna.
Di bawahnya, seorang perempuan menenun rentetan rindu yang pekat,
Merawat benih sunyi yang pelan-pelan merambat di dinding dada yang sesak.
Ia menengadah, mengeja sunyi yang mengendap di balik gumpalan awan,
Mendahagakan hadirnya purnama ganjap untuk membanjiri relung sanubari.
Sebab ada rongga hampa yang terlalu lama dihuni dingin dan rasa tawar,
Menanti cinta benderang,lentera utuh yang sanggup merobek selubung kelam.
Namun di antara helai gelisah, ia menyisipkan segenggam harapan yang tak padam
Bahwa takdir tak selamanya membiarkan malam menggantung separuh cahaya.
Kelak, redup ini akan luruh saat siklus waktu menggenapkan bentuknya,
Membawa sang kekasih pulang, membasuh basah tiap selokan duka yang tersisa.
Maka ia tetap setia menanti, mendekap malam dengan dada berselimut asa,
Percaya bahwa esok atau lusa, pelukannya tak lagi berisi jemari dingin bayangan
melainkan hangat keutuhan cinta yang akhirnya hinggap dan berlabuh sempurna.
Hingga saat benderang meluap, memadamkan sisa jelaga di lipatan sukma
Ia akan bersimpuh di bawah naungan terang, merayakan rindu yang akhirnya genap..
**Pita Pembatas Buku **
Seaneh apa jadinya
jika aku terus mencintaimu
di sebuah buku yang bahkan tak pernah menuliskan
bahwa aku boleh tinggal di dalamnya?
Aku masih menebalkan namamu
dengan tinta yang kubuat dari luka sendiri.
Semakin kutulis, semakin berdarah,
semakin kubaca, semakin sulit sembuh.
Kau adalah halaman
yang sengaja tak pernah kulewati.
Bukan karena ceritamu indah,
melainkan karena aku takut
di halaman berikutnya
aku tak lagi menemukanmu.
Aku tahu,
namamu bukan rumahku.
Tetapi entah mengapa
aku terus membangun istana
di antara huruf-hurufmu
menanam kesepian di ruang tamu,
menggantung rindu di jendela,
dan tidur setiap malam
dengan bayanganmu sebagai satu-satunya penghuni.
Betapa bodohnya aku....
Mencintai seseorang
yang bahkan tak bisa kupanggil pulang.
Menunggu seseorang
yang mungkin tak pernah berniat datang.
Menjaga satu nama
seolah ia pusaka,
padahal baginya
aku mungkin hanya sebuah nama
yang kebetulan pernah lewat.
Kuberi pita merah pada halamanmu,
bukan untuk menandai bahwa kau milikku,
melainkan agar aku ingat
di mana tepatnya hatiku pernah mati.
Sebab setiap kali kubuka buku itu,
aku masih bisa mendengar
suara rinduku sendiri
menggaruk-garuk dinding kesunyian.
Dan anehnya,
aku tidak ingin membunuh perasaan itu.
Biarkan ia hidup.
Biarkan ia menjadi hantu
yang sesekali mengetuk dadaku
di tengah malam,
membisikkan namamu
ketika dunia sedang terlalu sunyi
untuk menertawakanku.
Aku tidak membutuhkanmu untuk kembali.
Aku hanya ingin menyimpan satu hal:
kenangan bahwa pernah ada seseorang
yang begitu kucintai
sampai kehilangan kemungkinan memilikinya
pun terasa seperti kehilangan sebuah kehidupan.
Mungkin kelak
aku akan bertemu orang lain,
membuka buku baru,
dan belajar menulis tanpa namamu.
Tapi jika suatu malam
jariku tanpa sengaja
menemukan pita merah itu lagi,
aku tahu aku akan berhenti sejenak
Tersenyum getir,
lalu berkata kepada diriku sendiri...
"Dulu, aku pernah mencintai seseorang
sedalam ini."
Dan mungkin itulah hukuman paling sunyi
dari cinta yang tak pernah menjadi milik...
bukan karena ia berakhir,
tetapi karena sebagian kecil dari dirimu
akan selamanya tinggal
di halaman yang tak boleh kau buka lagi.
@txtdarigenz97 "sesungguhnya didalam kesulitan selalu ada kemudahan"
"There's always opportunity in every crises"
Tergantung kesiapan dan mental kita menghadapinya saja
Hai Aku kecil—
Maaf ya.. dewasa ini tidak semenyenangkan yang kamu bayangkan.
Banyak tujuan yang entah kapan akan terwujudkan,
Banyak hal yang terjadi diluar dugaan.
Tapi terimakasih..
Berkatmu kini aku tumbuh menjadi lebih kuat, dan masih bisa menemukan alasan untuk bertahan.
Tak bosan aku merangkai kata menaruh kagum pd tutur katamu yg selembut desir angin, pd pikiranmu yg seluas samudra & pd wajahmu yg setenang air telaga.
Aku menikmati bagaimana tanganku memilah kata, begitu hati2 agar tak ada satupun aksara yg merusak betapa eloknya dirimu, tuan.
Semoga kamu selalu diberi hati yang tenang. bahkan ketika hidup tidak berjalan seperti yang kamu rencanakan.
Semoga langkahmu dipertemukan dengan orang-orang yang tulus dan dijauhkan dari hal-hal yang menguras jiwamu diam-diam.
ㅤ
Tapi bilamana hatimu butuh kehangatan, biarkan aku ganti peranmu untuk menenangkan.
Tidak ada yang salah denganmu yang telah berjuang, dan aku saksi bahwa hidupmu sudah cukup melelahkan.
Tenang, kamu punya cukup ruang.
ㅤ
ㅤ
Kamu paling tau benar, apa yang kamu sukai dan kamu benci. Dan aku tau benar, rasa yang kini kau alami bukan sesuatu yang menyenangkan.
Tidak perlu bersandar, kita berdua sudah terbiasa selamanya hidup sendirian.
ㅤ
**Tanpa Rencana**
Aku jatuh cinta kepadamu
di saat aku sedang tidak ingin jatuh cinta kepada siapa pun.
Hati ini sudah lama belajar menjadi sunyi,
dan aku terlalu nyaman hidup tanpa harus menunggu seseorang datang.
Kau hadir hanya dari sedikit basa-basi,
beberapa percakapan yang awalnya tak berarti apa-apa.
Tak ada janji, tak ada rencana, bahkan tak ada alasan untuk saling menetap,
namun entah bagaimana, namamu perlahan menemukan jalan menuju pikiranku.
Aku tak pernah mengundangmu,
tapi mataku mulai mencari bayangmu di antara banyak wajah.
Pikiranku diam-diam mengulang percakapan yang pernah kita punya,
sementara imajinasiku menciptakan pertemuan-pertemuan yang tak pernah terjadi.
Aku mencoba menganggapnya hanya kebetulan,
seperti hujan yang singgah lalu pergi tanpa meninggalkan apa-apa.
Namun semakin kutolak, semakin dalam perasaan itu tumbuh,
seolah hatiku justru menemukanmu ketika akal sehatku sedang menyuruhku pergi.
Betapa lucunya hati manusia,
ia mampu mengkhianati sumpah yang dibuatnya sendiri.
Aku yang pernah berjanji tak akan membuka pintu untuk siapa pun,
justru diam-diam menunggumu mengetuknya sekali lagi.
Dan bila semesta berbaik hati pada dua manusia yang sama-sama pernah patah,
aku ingin memiliki satu asmaraloka bersamamu,tempat cinta tak sekadar singgah.
Sebuah ruang yang amerta, tempat kita tak perlu saling mencari di antara jarak dan waktu,
tempat namamu dan namaku berhenti menjadi kemungkinan, lalu berubah menjadi rumah.
Namun mungkin inilah bagian paling getir dari jatuh cinta,
kita bisa membayangkan masa depan bahkan sebelum tahu apakah seseorang akan tinggal.
Aku sudah sampai sejauh ini hanya karena beberapa kata dan sedikit rasa,
sementara kau mungkin belum tahu bahwa di dalam diamku, aku telah kehilangan kendali dan menemukanmu di hampir seluruh hidupku.
Hari-hari dimana aku menunggumu telah berakhir. Hari-hari dimana aku mengharapkanmu kembali sudah selesai. Selamat berbahagia, aku akan baik-baik saja.
temenku cowo tunangan, terus dia ngerepost story wa cewenya yang isinya foto mereka. caption cewenya, "bismilah membuka lembaran baru, tinggal selangkah lagi kita akan memulai kehidupan yang sesungguhnya❤️"
terus sama temenku dibales gini captionnya. "Alhamdulillah josjis yang"