Sebagai penutup, Direktur YLBHI Asfinawati ikut memberikan pendapat tentang adanya isu 'tunggangan' dalam demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja. #MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta#MataNajwa
Dan kini, jutaan tahun kisah itu sudah berlalu. Sebagai keturunan manusia yg ikut di atas perahu, bolehlah kita nostalgia tentang kisah heroik itu..
Terima kasih Nabi Nuh yang telah menjaga nenek moyangku. Tolong ingatkan lagi kami jika sifat mereka dulu kini hinggap lagi padaku
Tapi kabar baiknya, mereka tak lagi jumawa.
Tubuhnya yang lemah menjadikan mereka mudah berserah.
Memang mudah sakit-sakitan tapi semakin dekat dengan Tuhan.
Gak begitu tampan dan cantik jelita sampai akhirnya lupa kalau dulunya keturunan surga.
Alhamdulillah, ya..
Tidak seperti nenek moyangnya, generasi manusia pasca banjir memiliki fisik yang tidak tinggi besar.
Maklumlah karena lahir saat kondisi bumi sedang krisis moneter.
Mereka cenderung ringkih dan tak tahan dengan perubahan cuaca.
Melihat keadaan seperti ini Nabi Nuh tak mungkin berdiam diri. Segelintir umatnya yg tersisa, meskipun kurus dan sakit yg diderita, diminta untuk nikah dan meneruskan regenerasi.
Akhirnya lahirlah keturunan manusia seperti saat ini. Tubuh kecil, mudah sakit-sakitan dan dekil.😂
Situasi sulit masih berlanjut. Dalam keadaan lapar mereka terpaksa bertahan. Ada yang meninggal, sebagian lagi kurus tinggal tulang.
Sementara bangkai hewan yang berserakan memunculkan masalah baru bagi kesehatan.
Tubuh yang lemah mudah sekali terpapar virus dan kalah.
Bisa dibayangkan, setelah banjir berbulan-bulan, tak ada yg tersisa selain lumut & bangkai hewan.
Padahal mereka sudah lama bertahan hidup diatas perahu. Stok makanan hampir takada. Tinggal biji-bijian itupun tak boleh dimakan sebab akan ditanam sebagai kebutuhan hidup kedepan.
Semua penghuni bahtera bisa merasa lega. Karena waktu yg ditunggu akhirnya datang juga. Semua selamat sampai tujuan, berkat keimanan dan kesabaran gak berbuat macam2.
Tapi masalah belum selesai. Kini Nuh dan pengikutnya dihadapkan pada situasi sulit pasca banjir.
Sekian bulan di atas bahtera, lama-lama capek juga. Mungkin booringnya melebihi kita-kita yang #dirumahaja
Ada yang mulai panik, tapi ada yang tenang pasrah pada Tuhan.
Ada yang pingin kawin, tapi dilarang. Takut perahunya kebanyakan penumpang.
Sampai akhirnya waktu itu tiba..
Tapi genangannya lebih besar sampai menutupi permukaan bumi. Nabi Nuh dan segelintir umatnya selamat. Mereka bersama para hewan berhasil naik bahtera yang telah disiapkan sebelumnya.
Bumi sedang melakukan seleksi alam. Semacam pemutihan dari penghuninya yang jahat.
Nabi Nuh berpikir “Memang manusia kalau ngerasa dekat dengan surga sulit diajak rendah diri dan kembali seperti manusia umumnya”
Lalu beliau berdoa, orang-orang macam ini lebih baik dibinasakan saja, agar gak bikin rusuh dunia nantinya.
Datanglah bencana banjir seperti Jakarta
Tiba masanya Tuhan mengutuh Noah Alahissalam untuk bertugas. Ratusan tahun dia berjuang sendirian tapi hasilnya hanya cacian yang ia dapatkan.
Para “keturunan ahli surga” itu ogah diajak Noah kembali ke jalan Tuhan. Kecuali hanya sedikit yg respon dan menjadi followernya.