Kenapa aku sering bergumam seperti itu, karena iman itu seperti roller coaster, naik turun. Dan manusia lebih sering datang ke Tuhan ketika susah, ketika sakit, ketika sedih ketika menderita.
Dan doa orang sakit itu mustajab !
Setiap orang biasanya berdoa untuk keselamatan. Meminta diberi kesehatan. Aneh nya aku justru sering bergumam meminta untuk sakit. Ketika lama tidak sakit, atau lama tidak jatuh. Dalam hati sering bertanya "ko aku lama ya ga sakit, lama juga aku ga jatuh dari motor"
ketika Wak Haji Ragnar kasih sepatu ke penonton yang membawa miniatur Stadion Real madrid😭
" I Give You my shoes " 😭😭
minta nya jersey tapi sama wak haji dikasih sepatu+tanda tangan anjir gilakk keren😭👏
#TimnasDay
Nathan Verdonk FIFA Paes Jay Idzes
Merinding denger para suporter dan pemain nyanyi lagu Tanah Airku bareng-bareng. Budaya post match Timnas Indonesia yang harus dilestarikan sih ini. ❤️🤍
Rispek buat SCTV & Vidio yang lanjut nayangin tanpa ada jeda iklan!
#TimnasDay
Dalam perjalanan pulang dari Suriah, gue masih harus menghabiskan waktu lebih dari 24 jam untuk transit di Muskat, Oman. Oman dikenal sebagai negara Arab tradisional yang makmur, mata uangnya pun tergolong yang termahal di dunia. Tapi apakah negara ini cukup menyenangkan untuk dijelajahi?
Jurnal Perjalanan di Negeri Para Nabi
Part V: Oman yang... Ah, Sudahlah.
Menjelang Ramadhan, bukannya menyiapkan diri untuk ibadah. Malah benturin NU dan Muhammadiyah.
Sebagai adik, kita tu hormat sama Muhammadiyah. Kalau boleh cium tangan, kami akan sungkem bolak balik. Mereka aja yg gak mau. 😃
Bayangkan, saat mau puasa, kami persilakan kakak kami duluan.
Waktunya Tarawih, kami juga rela pulang belakangan.
Kakak Muhammadiyah bikin kampus, warga NU kami suruh kuliah di sana.
Meskipun ketika kami bikin pesantren jarang yang mau mondok di mari.
NU dan Muhammadiyah lahir dari guru yang sama. Satu milih dakwah di kota satunya di desa.
Itulah kenapa Jumlah Follower kita berbeda 😎
"Pak TU kampus, saya mau apply beasiswa, saya kesulitan bayar UKT"
"Minta surat keterangan tidak mampu ke RT ya"
"Baik Pak"
***
"Pak RT, saya mau minta surat keterangan tidak mampu"
"Kamu bukannya anaknya Pak Solihin?"
"Iya Pak"
"Wah, tapi dari data penghasilan beliau, saya belum bisa keluarin SKTM."
"Waduh, terus gimana ini Pak?"
"Coba ke bank sama Bapak, siapa tahu bisa ada pinjaman"
***
"Bu CS Bank, saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya"
"Baik Pak, saya cek dulu"
"Pak Solihin, setelah kita cek penghasilan, kita gak bisa kasih pinjaman."
"Kenapa Bu?"
"Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi."
"Waduh, terus gimana ini Bu?"
***
"Pak TU kampus, saya gak bisa dapet SKTM Pak"
"Udah coba pinjam bank?"
"Gak bisa Pak, penghasilan Bapak saya gak cukup."
"Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus"
***
"Mas, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?"
"Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun"
"Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?"
"Iya mas"
"Waduh, itu biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya"
***
"Pak TU kampus, gak bisa Pak, saya gak kuat bayarnya"
"Kamu cuti dulu aja. Kerja part time gitu."
"Bisa ya Pak? Gimana prosedurnya?"
"Kamu bayar 50% UKT, jadi 6.25 juta."
"Hah?"
Kalo bikin laporan pencurian supaya ada tindakan tuh bilangnya laporan apa yah?
Kemaren salah satu korban udah lapor dan dibikinkan surat kehilangan, dari laporan ini apa ada tindak lanjut ga sih? Atau cuma sebatas sampe surat kehilangan aja?
@GenSaladin Tanpa mengurangi rasa hormat kepada pejuang dan warga Gaza. Sebagai penikmat film dokumenter, kelak jika kekacauan ini sudah berakhir berharap kisah mereka diangkat dalam serial/movie
Bagaimana pun, para pejuang Palestina (baik dari Brigade Izzuddin Al Qassam, Saraya Al Quds, Syuhada Al Aqsha, An Nashir Shalahuddin, Abu Ali Musthafa, Muqawamah Wathaniyah, dll) telah membuat ‘galau’ dunia kemiliteran. Kecanggihan teknologi alat deteksi, drone, robot, roket, pesawat tempur, kendaraan lapis baja hingga ‘konon’ kepiawaian prajurit dan intelijen seakan-akan mendadak tumpul hanya untuk menemukan di mana para pejuang Palestina itu berada.
Mereka datang, menyerang dan pergi begitu saja bak ‘hantu’ yg bergentayangan. Tak heran apabila banyak di antara tentara Zionis Israel terkena gangguan psikologisnya.
Dimana kah mereka berada? Teknologi apa yg mereka pakai? Apa rahasianya? Tentunya jika diceritakan bukan lagi rahasia. Biarlah tetap menjadi misteri saja.
Yg pasti, mereka yg ‘tak terlihat’ ini justru telah mewakafkan diri untuk mengambil ‘fardhu kifayah’ menjaga setiap jengkal Masjid Al Aqsha dan tanah lahir para Nabi yg mulia: Palestina. Tetap berupaya mengusir para penjajah durjana. Di mana sementara sebagian umat Islam yg lainnya sedang terlena dengan gemerlapnya dunia dan penyesatan Zionis Israel dengan segala tipu daya.
Duhai Allah jaga mereka…