Kalau lihat penampilan Kyai Abdullah Sahal pas menasihati Presiden Prabowo kemarin di Ponpes Gontor, cara bicaranya tegas, cerdas, dan berwibawa.
Ternyata aslinya beliau juga ramah banget, membumi, dan enak diajak tegur sapa. Walaupun cuma ketemu sebentar, tapi tetap berkesan banget.
Sehat-sehat selalu ya, Pak Kyai 🙏🏻
Tulisan ini terpampang di Balai Pertemuan yang menjadi tempat setiap acara resmi pondok:
“All problems can be solved by education.”
Bukan
“All problems can be solved by food.”
Hanya mengingatkan, sekarang bahkan Badan Bahasa aja dibungkam oleh rezim.
Di level tata bahasa pun Prabowo antikritik.
SS unggahan Badan Bahasa ini bahkan udah hilang sejak kemarin sore.
Tamparan keras tapi halus buat para PENJILAT.
Mereka para PENJILAT memang tau persis sifat watak karakternya Prabowo yang suka di puji di sanjung, dari itu di manfaatkan sebaik mungkin untuk tujuan meraih jabatan menghasilkan pundi-pundi fulus.
SAMPAH AKAN KUMPUL SESAMA SAMPAH.
Tolong tutup semua dapur sppg biarkan Gontor memasak🔥
Surat yang dibacakan di depan prabowo
"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikulnya dan mereka khawatir tidak akan mampu (menerimanya). Dipikullah amanat itu oleh manusia. (Sesungguhnya manusia amat zalim dan sangat bodoh)." Al ahzab ayat 72
Selama liputan yang ada di Ponorogo, saya cukup memperhatikan reaksi santri yang mendapatkan buku-buku itu. Bisa dibilang cukup membagongkan juga reaksi mereka atas buku-buku itu.
Kata Kyai Hasan:
“Saya ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden, kalau makan saya, pakaian saya, kendaraan saya, rumah saya melebihi makanan santri, pakaian santri, kendaraan santri, rumah santri, PROTES BOLEH! Boleh diprotes, boleh dikritik, boleh didemo!”
Meanwhile, reaksinya: 😭
Surat yang dibacakan di depan muka beliau.
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.” (QS Al Ahzab: 72)
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor tetap memilih pendidikan didepan Prabowo!
"Maaf ya Pak Presiden, saya ngomong tidak enak. Sorry ye!"
"Jangan sekali-kali melupakan sejarah, bergurulah pada sejarah!"
"Gontor tidak puas! Gontor memilih, Cerdaslah menyikapi sejarah!!!!"