karena terlalu banyak hal-hal yang dianggap sbg bare minimum, kadang suka lupa perlakuan orang lain—bahkan yang sesimpel mungkin itu dilakukan dari hati. semua jadi gak keliatan gara gara standar bare minimum ini
kemarin pulang basket, ntah kenapa tetiba nyeletuk “kalo semisal sampe tahun depan belum ada tanda-tanda buat nikah, keknya kalo ada tawaran di luar jawa aku iyain aja deh” seketika orang rumah panik
aku pernah ngerasa kayak capek banget mengejar banyak hal dalam hidup ku dan makin ku kejar, semuanya terasa makin menjauh. misal karir yang terasa udah mentok, love life feels stuck, everything feels far…
mungkin apa karena aku terlalu banyak effort ya jadi lupa kalo musti trust the process juga. aku jadi mikir, rezeki/karir gak harus dikejar terus menerus and love isn’t something you can force.
dulu waktu di operasional, saya seringkali menghardik mereka-mereka yang ada di manajemen atas. karena menurut saya (waktu itu) kerja mereka ini lemot. gak mendukung kita semua yang jadi ujung tombak perusahaan.
saya sadar, dulu saya merasa “mereka ini terlalu mendapatkan banyak ketimbang kita semua ini” padahal, ketika ingin mendapatkan yang lebih besar, maka harus siap juga dengan tanggung jawab yang lebih besar.