🎟 Claim up to $250 per ticket for Free!
Only 5000 Free Tickets available.
How to Join:
1⃣ Open Spell Wallet
2⃣ Go to the "Rewards" tab
3⃣ Join the “Lucky Earn” Mission!
👉 Claim on iOS: https://t.co/G7toZa2kkn
👉 Claim on Android: https://t.co/4hrfwUClJy
👉 Claim on Telegram: https://t.co/24d60BmliQ
🔥 How to get more tickets?
Invite friends and earn 30% Bonus from their tickets for Free!
🚨 Only 5,000 tickets available - don’t miss your chance!
Gazans having a break of #Israel's terror on the first day of a 4-day-long humanitarian pause.
#US's Biden continues to reject a ceasefire in #Gaza, claiming that the Israeli genocide in the besieged strip is targeting Hamas.
Ketika jam kerja, tak sengaja melihat linimasa. Pak Midun yg memulai perjalanannya untuk menuntut keadilan dengan bersepeda. Akhirnya memutuskan mengikuti beliau, sepanjang perjalanannya hanya bisa mengumpat dan meneteskan air mata, merenungi betapa bangsatnya hukum negeri ini.
Respek untuk pak Midun yg setia merawat agar usut tuntas Tragedi Kanjuruhan tidak berlalu diterbangkan angin.
Perjuangan kecil yg memiliki arti besar tatkala klub yg bersangkutan hanya gimmick dan sibuk menyelamatkan diri serta logonya.
If I speak I’m in big trouble.
135 nyawa belum mendapat keadilan hingga saat ini, kalian malah seenak-enaknya ikut Lomba seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Shame on you, Aremania. Kami tetap bersama Arek Malang yang tetap menyuarakan keadilan!‼️‼️
#UsutTuntasTragediKanjuruhan
Hanya Terjadi Di Indonesia, Ketika Aparat Negara Membantai Warga Negaranya Sendiri dgn Jumlah korban meninggal dunia dlm tragedi Kanjuruhan sebayak 134 Jiwa.🥹
Seketika Divonis Bebas Oleh Para Hakim Malah Yg disalahkan Agin, Sungguh miris mencari keadilan Di Negeri ini.🥹
Akhirnya Tragedi Kanjuruhan terungkap penyebabnya yg merenggut ratusan nyawa manusia, ya mereka mati karena dibunuh oleh angin!
Do'a terbaik untukmu semua, yg mati dibunuh angin. 🙏
Ia singgah ke kuburan ayahnya untuk mengobati rindu dan mungkin berusaha tidak mengadu bahwa dirinya lelah.
Usai mengusap nisan sang ayah dgn mata yang basah, kaki mungilnya kembali melangkah.
Ia sendiri harus mencari nafkah demi terus bisa tetap bersekolah.