Mas, kamu akan menikahinya, mengambil dia dari orang tuanya. Dia dirawat, disayang, sakit diobati, disekolahkan, dibahagiakan,
Sekarang sudah dewasa, cantik dan pintar. Kamu tinggal nemu enaknya.
Apakah sanggup berlaku seperti orang tuanya?
Harus seneng apa jengkel ya punya pasangan cemburuan tingkat atas?.
Disatu sisi emang seneng kita merasa sangat diperhatikan, disayangin.
Disatu sisi juga, ya jengkel sekedar lihat story wanita lain ngomelnya luar biasa.
Namun... banyakan senengnya sih hihi
Setiap kali saya melihat wajahnya, dalam beberapa kesempatan, hati ini berkata "cantik sekali, manis sekali"
Dan tanpa sadar, saya telah melihatnya selama beberapa menit tanpa berkedip.
Ku menyayanginya dgn tulus,
Memberikan segala yg kubisa,
Menganggap sebuah hubungan yg serius.
Sayangnya itu hanya aku.
Ia tak merasa demikian.
Keegoisan membutakan.
Segala hal yg telah terjalin.
Dipupuskan mudah entah kenapa.
Tentang hidup. Betapa saya malu, saya yang kadang mengeluh menganggap hidup saya begitu sulit, rumit, susah, dan melelahkan. Ternyata ada yg keadaannya jauh kurang beruntung dibanding saya.
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?
Finally, bersyukurlah.
Pertama kali menemukan gambar ini adalah ketika saya masih SMA. Entah berapa kali berganti HP, namun gambar ini selalu saya usahakan untuk disimpan.
Percaya atau tidak, Hati saya langsung tersentuh sangat dalam hanya dengan melihat gambar ini
Planning. Apakah kelak ketika saya telah lanjut usia, saya bisa tetap mandiri menghidupi diri sendiri dan istri.
Bimbingan. Saya sangat bertanya2 dimanakah anak2 mereka yang harusnya memberikan bakti untuk merawat mereka dengan baik di usia yg telah waktunya beristirahat.
"Kamu romantis ya satu PT sama pasangan berangkat pulang bareng"
Hmm itu benar namun ga sepenuhnya benar. Romantis bersama pasangan itu.. jika berdua sama2 membangun membesarkan bisnis sendiri hingga sukses.
Sebenarnya siapakah kita? Orang-orang yg menua di jalan karena macet, menua di kantor karena jam kerja tinggi, atau menua bersama pasangan dan keluarga?
Teman2 kita mungkin lebih suka makan di kafe/camp gunung & pantai.
Pasangan kita mungkin lebih suka makan di resto/fastfood/warung pinggir jalan.
Ortu kita mungkin lebih suka makan dirumah/warung gang sempit/warung pelosok desa yg khas.
Iya standar kepuasan tiap orang itu beda.