"Captain Ibrahim Traore, the 37-year-old leader of Burkina Faso, has introduced a groundbreaking new law that has captured the world's attention.
Under this law, thieves will no longer be sent to prison as is customary. If a person is caught for the crime of theft, they will be detained, but not in a prison. They will be forced to do government work or national development labor until they pay back the money they stole. They will only be released after they have repaid what they stole.
According to Ibrahim Traore, "We are turning theft into a form of debt repayment. Thieves will help build the nation, instead of being fed again in prisons. This is a step to protect society and improve the economy."
This new policy demonstrates a level of vision, patriotism, and genuine leadership that is rarely found in Africa.
Copied from" @UstazofArewa
FYI ya kawan-kawan, Menkomdigi ini Meutya Hafid Senin lalu baru saja melantik Brigjen (Pol) Alexander Sabar sebagai Plt. Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi.
https://t.co/D565zV6HJB
Kisah pilu anak SMP.
1 Oknum polisi pancing anak SMP tuk temani belanja anaknya ke Alf*mart, lalu anak polisi itu keluar dari market.
Karena resah lama nunggu di market, anak SMP itupun ikut keluar tapi sudah dikepung 10 Polisi lainnya.
Lalu 1 oknum polisi awal yang dendam sama keluarga bocil SMP itu taruh paksa sabu di kantong si bocil.
Karena mengelak bukan sabu miliknya si bocil dihajar 10 oknum sampai copot 3 giginya.
Selama 3 hari ditahan, Oknum minta tebusan 80juta atau jaminan rumah keluarga bocil itu. Terpaksa keluarganya setuju karena kondisi anaknya sudah memperihatinkan.
Setelah keluar kantor polisi, si anak tak dibolehkan dijemput dan harus jalan kaki ke rumah orangtuanya.
Setelah bocil cerita fakta sebenarnya ke keluarganya otomatis para warga yang juga tahu cerita itu marah semuanya dan dikepunglah rumah istri 1 oknum polisi yang di awal tadi.
Video ini adalah rumah istri oknum polisi (di Jakarta Utara), tapi istrinya malah todongkan samurai ke warga karena kesal listrik di rumahnya dimatikan warga.
Makin sakit aja nih oknum di instansi ini.
Empat anggota Polres Nunukan yang terjerat kasus narkoba pada Juli 2025 tidak diproses secara pidana.
Mereka adalah Kasat Reserse Narkoba Iptu SH, personel Satresnarkoba Brigpol S, anggota Satpolairud Polres Nunukan Bripda JP, dan personel Polsek Sebatik Timur Bripda MA.
Sumber: https://t.co/aejMDtvrJK
| #Polisi