Karena sadar diri, mgkn diri ini bkn yg ideal jg bagi paksu. Tiap org ada plus minus.
Dulu pernah belajar untuk nyatet kebaikan suami. Alhamdulillah dapet 25 kebaikan. Selama kebaikannya masih banyak, masih di jalan Allah, banyak hal yg bisa dikompromikan asal bukan khianat.
Punya suami anak buah mbg, ditanyain mulu dr pagi gimana perkara yg naek. Trus ada yg ngehujat, tp minta maaf sama aku. Dalam hatiku, hujat aja klo kebijakan jelek mah.
Trus diceletukin, mantep ya pasangan anak buah mbg & purba, pillow talknya berat pasti. Monmaap ga pernah🙏🏻
Kalo org bilang nikah lah dgn yg bisa ngobrol bareng karena nikah isinya ngobrol. Tp realitaku ngobrol gabisa lama, bentar doang udah esmosi wkwk
Jgnkan gitu, ekspektasi nikah bisa solat jamaah, eh ternyata laki mah solatnya di masjid wkwkk
Menikah adalah soal kompromi sih
Gapernah belanja di tukang sayur, sekalinya nyoba belanja, eh ada yg ketinggalan pula belanjaannya. Duh emg kalo ga ngerti & belum persiapan, yang pasti2 aja lah kayak biasa say**rbox or seg*ri
In ecommerce plus jasa antar we trust 🥹
Udalah fixed price, ga perlu bingung milih
yg bikin capek tuh sebenernya kita mikirin hal hal yg harusnya ga kita pikirin, karena itu hal hal yg di luar kuasa kita dan cuma Allah yg berkuasa atas itu.
mikirin rezeki dan masa depan.
kita tuh sebenernya gaperlu mikirin itu. karena rezeki udh Allah atur, begitu jg masa depan.
yg perlu kita lakuin cuma doa dan ikhtiar semampunya semaksimal mungkin. udah. sisanya biar tawakkal ke Allah.
selama kita masih bernafas, artinya rezeki kita masih ada.
Otak kalian tuh mikirnya fight fight mulu, klo ga violence. Padahal cewe² yg kerja di male dominated fields ga pengen fight.
Ga ada gitu mikir cewe² muak ke bengkel karena di-mansplain, dicatcall. Yg diinginkan tuh cuma rasa aman, bukan cari pembuktian dan fight ini itu.
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Nabi Ibrahim gapernah tau apinya bakal dingin
Nabi Musa juga gapernah tau lautnya bakal terbelah
tapi mereka sama sama bilang “Allah gaakan ninggalin kami”
Men to men: Takut jadi pelaku KS? Be a good muslim.
- Lower your gaze
- Avoid being alone with women
- Cover your aurat
- Avoid touching your non mahram
- Have some hobby fgs
- Read Quran
- Protect your family.
Just be a good muslim. It's not easy but it's also not that hard.
hari ini kompas merilis 3 halaman full kekejaman israhel ke tahanan palestina, dari laporan Albanese (utusan PBB).
ada laki, cewek, tua muda, berkali-kali diperkosa utk menghacurkan martabat
keji betul. sementara negeri kita masih tidak berani bersikap :(
ngedidik anak laki laki tuh emg tantangan besar, soalnya mereka yg diharapkan menjadi imam yg qowwam utk keluarganya dan pemimpin umat.
makanya bingung kenapa di beberapa negara termasuk indo, banyak keluarga yg anak laki malah lebih dimanja. ga dibolehin masuk dapur, ga disuruh beberes, ga diajarin masak, dll???yg ditekenin soal aurat, jaga diri, jaga sentuhan jg kebanyakan perempuan pdhl laki laki jg punya aurat, harus jaga diri, jaga kehormatan diri dan org lain, dst. dan harusnya justru anak laki laki digeber dan dididik keras biar punya spek pemimpin yg beradab.
sdgkan para nabi aja kebanyakan kisahnya yg diceritakan di Al Quran dan hadits tuh justru ttg mereka ngedidik anak laki laki biar jd sholih dan qowwam.
Nabi Ibrahim - Nabi Isma’il
Luqman - anak lakinya
Nabi Ayyub - anak anak lakinya termasuk Nabi Yusuf
ga heran banyak laki jaman skrg yg bermudah mudah interaksi lawan jenis, catcalling, nyari nafkah dianggap cukup (gaperlu didik anak dll), sering shirtless/pake celana pendek keluar rumah, rokok dianggap keren, pdhl semuanya merugikan banyak org lain di sekitarnya
Ngeliat kasus FH UI, aku semakin yakin kalau ngajarin anak laki-laki jauh lebih susah daripada anak perempuan.
Ngajarin jangan body shaming, ngajarin respect, ngajarin harus ada boundaries, educate biar gak ngelecehin perempuan.
PLEASE ✨ EDUCATE ✨ YOUR ✨ SON
rill.
bapak bapak ibu ibu muslimin, tolong ajarkan dan tekankan ke anak anak kita sejak dini soal tarbiyyah jinsiyyah, baik cewe maupun cowo.
sounding terus soal jaga kehormatan diri sendiri dan org lain, tutup aurat, jaga pandangan, ga asal pegang non mahrom selain sikon darurat, ga konsumsi konten konten haram 18+, ga melecehkan siapapun secara seksual dlm konteks apapun, dll.
ini penting bgt. jaman sekarang udah edan. ga cewe ga cowo bisa jd pelaku maupun korban pelecehan/kekerasan seksual 😭
Ini salah satu sidang yang paling keras menurut gw dalam sejarah UI.
Dibuka dari jam 5 sore, selesainya nyaris jam 3 pagi.
Ratusan mahasiswa menyidang dan menyoraki pelaku KS.
Dekan, Wadek, Kaprodi, sebagian Guru Besar dan Dosen2 pada hadir. Ga ada yang pulang.
Dekan berjanji akan menjatuhkan sanksi DO ke pelaku KS jika terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan KS.
Sidang etiknya akan dimulai selasa ini. Kawal terus prosesnya.
izin jump in yaa kak dari pov agama islam ☺️
1. pertama-tama kusarankan, jika masih punya stigma seperti ini, kita bisa cari guru yg lebih sesuai dgn lingkungan dan tingkat ilmu & iman kita biar memahami islam secara bertahap.
2. lalu bisa dicoba melihat aturannya dr sudut pandang yg berbeda.
yg diliat bukan, “kalo ga pakai jilbab masuk neraka”. tapi “kalo menutup aurat, bisa jadi perantara mendapat rahmat Allah dan masuk surga”
3. fyi, rahmat dan ampunan Allah jauh lebih besar daripada murkanya.
sebanyak dan sebesar apapun dosa seorg hamba, selama dia bertaubat dengan sungguh sungguh sebelum ajalnya, maka akan Allah ampuni.
4. belajar lagi ttg tauhid. dalam tauhid, ada 3 konsep yg harus dimiliki seorg hamba dlm beribadah kpd Allah dan semuanya harus seimbang.
🔅rasa cinta : ibadah karena cinta pada Allah
🔅rasa harap : melakukan perintahNya karena berharap pada ampunanNya, pahalaNya, surgaNya, ridhoNya, rahmatNya, dll
🔅rasa takut : menjauhi larangannya karena takut akan murkaNya, nerakaNya, dll
3 ini harus ada dan seimbang. gaboleh ada kelebihan di 1 atau 2 poin saja krn islam itu agama pertengahan. semuanya pas pada porsinya.
adapun neraka, salah satu tujuannya itu ada sebagai balasan atas ketidakadilan di dunia. betapa banyaknya penjahat yg tdk dihukum dgn adil karena kekuasaan mereka atas harta, popularitas, power dll. ga adil bukan? maka neraka ada utk ini.
wallahu a’lam