Guys, Mahfud MD baru bicara paling blak-blakan tentang korupsi MBG.
Dan menurut gue ini adalah analisis paling jujur dari seseorang yang punya pengalaman langsung di dalam sistem pemerintahan.
Mahfud tidak kaget.
Dan itu sendiri sudah mengatakan segalanya.
Pertama Mahfud sudah prediksi ini dari awal:
"Persis sejak awal kita sudah bilang kalau dikelola kayak gitu sudah pasti ada korupsinya.
Hanya orang bodoh yang mengatakan tidak ada dugaan korupsinya."
Pengelolaan ugal-ugalan.
Makanan tidak berstandar nasional.
Anggaran tidak jelas pertanggungjawabannya.
Pengawasan tidak ada.
Rantai distribusi terlalu panjang.
Semua tanda-tanda itu sudah terlihat sejak awal.
Tapi setiap kali dikritik yang mengkritik dituduh anti-MBG dan anti-rakyat.
Dan ini yang paling mengerikan proyek dikerjakan yayasan milik mereka sendiri:
Kejaksaan menemukan bahwa banyak proyek di dalam BGN dikerjakan oleh yayasan yang berafiliasi langsung dengan tiga orang yang kini jadi tersangka.
Mereka yang memegang anggaran sekaligus yang dapat proyeknya.
Mereka yang menentukan siapa yang menang tender sekaligus pemenangnya.
"Itu jahat betul.
Menurut saya harus hukuman m4t1."
Mahfud tidak main-main.
Di tengah obrolan yang relatif santai dia menyebut hukuman mati.
Karena menurut dia mengkhianati program yang tujuannya memberi makan anak-anak miskin adalah kejahatan yang tidak bisa ditoleransi.
Dan ini tentang seberapa jauh kejaksaan harus menyelidiki:
Mahfud menyebut jaringan korupsi MBG sangat luas. Ada anggota DPR yang terlibat.
Ada keluarga menteri.
Ada pejabat daerah.
Ada deputi internal BGN sendiri.
Sony Sonjaya mantan Wakil Kepala BGN disebut sudah menyebutkan 26 nama kepada penyidik dari isi HPnya.
Mahfud langsung merespons:
jangan dilokalisir.
Jangan hanya berhenti di tiga orang yang sudah ditangkap.
"Ibarat anggur ini banyak sekali rangkaiannya ke bawah. Semuanya harus dibongkar oleh kejaksaan dari pusat sampai ke daerah."
Dan ini tentang Sony yang mau jadi justice collaborator:
Sony menyatakan bersedia membongkar semuanya sebagai justice collaborator.
Mahfud menjelaskan mekanismenya dengan sangat spesifik.
Justice collaborator bisa jalan tapi ada syaratnya.
Sony tidak boleh menjadi pelaku utama.
Kalau dia pelaku utama dia tidak bisa dapat perlindungan sebagai justice collaborator.
Dan Mahfud mengingatkan satu risiko yang sangat nyata: silent collaborator network.
Artinya jaringan yang terlibat justru berkolaborasi untuk saling melindungi dan mengadakan kesaksian Sony sebagai bohong.
"Di polisi ada silent blue code.
Di jaringan ini bisa ada silent collaborator net code jaringan saling melindungi dan menutup satu sama lain."
Dan ini solusi yang Mahfud tawarkan yang paling konkret:
Hentikan MBG selama satu bulan.
Gunakan waktu itu untuk evaluasi totalsiapa sasarannya, bagaimana distribusinya, bagaimana pengawasannya, bagaimana standar kualitasnya.
Setelah satu bulan jalankan lagi dengan tata kelola yang benar-benar baru.
Dan yang paling penting: ubah orientasinya. Prioritaskan daerah 3T terluar, terdepan, tertinggal. Bukan sekolah-sekolah favorit di kota besar yang anak-anaknya tidak butuh program ini.
"Di SMA 1 Jogja 48 orang keracunan.
Itu bukan sasaran program ini.
Yang di luar-luar itu yang harusnya jadi prioritas.
Yang di kota besar ini tidak perlu uangnya lebih baik untuk keperluan lain."
Dan ini yang paling miris program lain berpotensi bernasib sama:
Mahfud secara terbuka menyebut dua program besar lain yang menurut dia patut diwaspadai.
Sekolah rakyat dari informasi yang dia terima langsung di lapangan: tidak jelas mutunya, tidak jelas perbedaannya dengan sekolah yang sudah ada, terkesan dipaksakan.
Semua murid sudah tertampung di sekolah negeri lalu untuk apa membuat sekolah eksklusif baru yang mutunya tidak jelas?
Koperasi Desa Merah Putih konsepnya tidak sesuai dengan prinsip koperasi yang sesungguhnya.
Modal datang dari atas bukan dari bawah.
Siapa anggotanya tidak jelas.
Bagaimana bagi hasil tidak jelas.
Mahfud bahkan melihat sendiri dari mobil saat lewat Kediri: koperasi desa sudah ada yang tutup.
Kursi ada, pintu buka tapi tidak ada orang dan tidak ada barang.
"Kalau pola yang sama terus dipakai korupsi MBG akan berulang di program-program berikutnya."
Mahfud MD menyimpulkan satu hal yang menurut gue paling penting dari seluruh diskusi ini:
Program MBG tujuannya mulia.
Niat Prabowo mulia.
Tapi orang-orang yang dipasang di dalamnya dari awal sudah berniat jahat.
Dan itu bukan sesuatu yang tidak bisa dibaca dari tanda-tanda yang sudah ada sejak awal.
Yang harusnya menjadi pelajaran:
jangan tunggu sampai jaksa menangkap untuk sadar bahwa ada yang salah.
Tanda-tandanya selalu ada.
Dan selama tidak ada yang berani mengakui ada masalah sejak awal korupsi akan terus dinikmati dalam diam.
"Sejak dulu indikasi korupsi itu gampang dibaca.
Kalau kita pernah duduk di pemerintahan kita sudah tahu. Kenapa baru sekarang bertindak?"
Dokter Asal AS Menangis saat Memberu Kesaksian Situasi & kondisi Gaza di PBB
⚪ Aku bicara pada Klean hari ini
Kampanye Propaganda terus meluas Membenarkan Hal yg tidak dapat dbenarkan
Aku sudah 14 bulan Menyaksikannya secara Nyata
DON'T STOP TALKING ABOUT PALESTINE