Kuingat, bagaimana kagum
Menghapus jarak, waktu
Dan usia.
Di saat itu
Kautak tahu bagaimana
Harap tiba tiba bersemi
Tiap kali kujejak kaki di
Ciputat. Tempat kukenalimu
dalam puisi.
Kita tidak bisa menyamaratakan keadaan dan situasi dengan orang lain. Oh dia bisa sabar kok begini dan begitu, sabar, nanti hasilnya manis. Dan selama ini kita tak pernah tahu bagaimana seseorang telah berusaha membuat dirinya sabar atas apa yang terjadi.
Baru kali ini merasa benar-benar yakin dengan keputusan yang akan diambil. Terlebih soal-soal yang menyangkut pribadi. Selama ini banyak memikirkan a-z yang belum tentu membahagiakan pada akhirnya.
Aku pernah dengar dari Ibuku juga kata kata ini. Tapi dengan usia Ibu yang udah kepala 5 saat itu dan Ibu single parent karena Bapak meninggal.
Kenapa perempuan cenderung lebih kuat ya untuk hidup sendiri?
Terlepas dari pisah perceraian atau kematian.
Sambil makan tadi ngobrol sama temen soal kenapa dia tidak menikah lagi setelah berpisah dengan suaminya. Padahal usia masih 38an yang artinya masih muda. Lalu, mengejutkannya adalah.... "ngga deh, cukup sama anak anak aja juga udah bahagia banget aku."