titik tertinggi menghargai diri sendiri adalah dengan tidak menempatkan diri kita sebagai pilihan dalam hidup siapapun. kalo bukan tujuan, berarti berhenti. kita ga perlu menang, kita hanya perlu selamat.
Setelah nikah baru sadar kalo pernikahan itu kayak lotre Tadi ke mcd, aku lagi makan sendirian sementara anakku lagi di suapin papinya di playground. Di meja sebelahku ada 1 keluarga (2anak), mreka pesen paket 2 ayam 2 nasi.
Bapaknya sibuk makan seporsi sendiri meanwhile istrinya seporsi bagi bertiga & riweh suapin 2 anaknya. Slese makan bapaknya keluar buat mer*kok & anaknya main playground. Istrinya ? Makan sisa makanan anak anaknya
Aku pesenin istrinya 1 paket + aku beliin mcflurry sambil ngomong “dimakan ya kak, habisin sendiri gausah di bagi bagi”. Dari jauh aku liat dia makan sambil sesenggukan
sakittt bangett liatnyaa
cc:threadvalensiapriska
“dia yang jemput, dia yang nyetir, dia yang bayarin, dia juga yang bilang makasih karena lu udah mau jalan sama dia”
kalo sama cowo yang kecintaan banget, tugas lu cuma bernafas aja girl’s
Klo tangki cinta kita penuh, itu kerasa bgt ke cara kita berinteraksi sm orang. Kita ga gampang caper, ga baper, pikiran lebih positif, dan bawaannya lebih santai.
Soalnya apa yg kita butuhin sdh kita penuhin sendiri, jd ga sibuk nuntut atau naruh ekspektasi ke org lain.
Dr gia said:
"Emosi amarah yang menggebu-gebu (burst of emotion) itu cuma bertahan 90 detik, so take ur 90 seconds to take a deep breath and istighfar biar bisa merespond dengan emosi yg midful".
gue aja sampe sekarang gak ngerti sebenernya gue lagi kehilangan apa.
yang gue tau, ada sesuatu di dalam diri gue yang pernah retak… dan gak pernah bener-bener pulih lagi.
rasanya... gak maksa minta diperhatiin. cuma diem, numpuk di dada, dan ikut gue ke mana-mana...
When Raisa said:
“Aku memilih melepaskan yang membingungkan, karena aku tidak sekurang itu untuk diragukan. Aku layak dicintai dengan jelas, sepenuh hati dan tanpa ragu.”
We deserve better guys ✨
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”