Indonesian President Prabowo Subianto took power in 2024 with a bold and simple pledge to deliver free school meals for every child — a goal that seemed unimpeachably laudable for a nation with widespread malnutrition. But it all went wrong. Find out why: https://t.co/DpMaQiRuqv
"The injustice pics of the year":
Pejabat tinggi Kejaksaan tersangka korupsi, tanpa borgol dan rompi, tapi masih ngebacot dikriminalisasi. Dan seorang anak yg meratapi bapaknya, dikeroyok hingga meninggal, hanya karena dituduh mencuri seekor ayam di Bali.
Bangsa apa kita ini?
gara² dituduh curi ayam, seorang ayah tewas jadi sasaran amuk massa di depan anaknya sendiri 🥲
ini kejadian di Tabanan, Bali
⚠️ TW: kekerasan, korban jiwa
seorang pria diduga meninggal setelah jadi sasaran amuk massa akibat dituding mencuri ayam, di kawasan Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Jumat (24/7) dini hari.
yang bikin nyesek, tangis pilu anaknya sampe mengiringi kepergian ayahnya yang tergeletak gak bernyawa di lokasi kejadian.
insiden ini bikin suasana makin panas warga yang emosi bahkan sampe bakar motor yang diduga dipake korban. sampe sekarang polisi masih nyelidiki kronologi lengkapnya, termasuk dugaan yang jadi latar belakang aksi main hakim sendiri ini.
turut berduka buat keluarga korban, apalagi buat anaknya yang harus nyaksiin langsung kejadian seberat ini. semoga kasusnya diusut tuntas, dan kedepannya gak ada lagi aksi main hakim sendiri kayak ini 🙏
Ketimpangan hukum di negeri ini melukiskan duka yang teramat perih bagi rakyat kecil, menegaskan betapa tajamnya ketidakadilan menghujam mereka yang tak berdaya. Di saat publik menyaksikan keistimewaan yang menggores rasa keadilan ketika seorang pejabat tinggi seperti mantan Jampidsus Febrie Adriansyah melenggang tanpa rompi tahanan maupun borgol meski terjerat kasus dugaan korupsi dan TPPU bernilai fantastis. Hukum seolah tampil penuh kesantunan dan kelembutan.
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.