Unfortunately, after being surrounded with normies at work for a couple years, I can say that neurotypicals actually love to scrutinize other people's "oddities" and bond over gossip & mockery. The point is to not give a fuck about their opinions
bawa aja ke lapas Indonesia, pasti ga sampe seminggu udah mati digebukin napi lain. pelaku kejahatan anak dan wanita disiksa dulu pelan-pelan sama mereka, kasih balsem panas kontolnya
예전엔 사람을 좋아하게 되면
그 사람의 취향이 가장 궁금했음.
무슨 음악 듣는지.
어떤 영화 좋아하는지.
인스타에는 뭘 올리는지.
카페 가면 뭘 시키는지.
그런 걸 하나씩 알아가는 게 재밌었음.
근데 나이 먹고 연애 몇 번 해보니까
취향은 생각보다 별로 안 중요한 것 같음.
오히려 진짜 중요한 건 겉으로는
절대 안 보이는 것들이었음.
퇴근하고 집에 오면 바로 씻는 사람인지.
주말에 알람 없이도 일찍 일어나는 사람인지.
택배 상자를 며칠 동안 안 버리는 사람인지.
설거지를 바로 하는 사람인지.
빨래를 모아서 하는 사람인지.
아프면 병원 가는 사람인지.
아픈데 버티는 사람인지.
돈을 아끼는 사람인지.
돈을 쓰는 기준이 있는 사람인지.
생각해보면 사람을 좋아하게 만드는 건
취향인데 사람을 계속 좋아하게 만드는 건
생활인 것 같음.
예쁜 카페를 좋아하는 건 중요하지 않았음.
근데 카페 들어가서 직원한테
어떻게 말하는지는 중요했음.
맛집을 얼마나 아는지는 중요하지 않았음.
근데 식당에서 물 갖다주는 사람한테
어떻게 대하는지는 중요했음.
연애 초반에는 상대가 나를 좋아하는지
궁금했는데 시간이 지나니까
상대가 자기 자신을
어떻게 다루는지가 더 궁금해졌음.
방이 너무 더러우면 왜 그런지.
돈이 없으면 어떻게 행동하는지.
스트레스 받으면 누구를 찾는지.
실수했을 때 사과할 줄 아는지.
생각보다 사람의 대부분은
특별한 순간보다
평범한 화요일 저녁에 드러났음.
여행 가서 찍은 예쁜 사진보다
비 오는 날 우산 하나 들고
편의점 가는 모습에서 더 많이 알게 됐음.
그래서 이제는 누군가를 좋아하게 되면
그 사람이랑 제주도를 갈 수 있을지보다
마트를 갈 수 있을지가 더 궁금함.
제주도는 1년에 몇 번 가지만
마트는 일주일에 두세 번 가니까.
결국 같이 살아간다는 건
특별한 이벤트 몇 번보다
별일 없는 하루 수천 번을
공유하는 일이었던 것 같음.
Sebuah pesan dari Son Yejin untuk cewe2 yang di umur 30an atau 40an belum nikah dan punya anak :')
Dia bilang dia sekarang bahagia banget sama hidupnya, dan kalo dia punya anak di usia muda, dia bakal lebih fokus sama karirnya, mikirin comeback, dll. Sekarang dengan hal-hal simpel yang dihabiskan sama keluarganya aja dia bahagia banget 🥹
Semua sudah diatur di waktu yang paling tepat untuk kita. Semangat ya kita!
Jangan jadikan menikah dan punya anak itu sebagai PR atau beban, tapi jadikan itu sebagai 'hadiah' yang suatu saat akan datang di hidup kita 🩷 Insha Allah, kalo mindset-nya udah begitu, pasti jadi lebih lega dan ikhlas.
ini lah kenapa di umur 20an banyak banget yang mulai hobi baru. jadi rajin nyobain banyak cabor, ikut marathon, daftar kelas yoga/pilates, nyobain free diving, ikut community, kelas masak, pottery dll. karena kalo waktu dihabisin buat kerja doang, our soul will become soulless.
alias there's no spark left in our lives. semakin tua juga semakin banyak 'curiousity' buat nyoba new different things. maybe karena we feel like we're running out of time kali ya if we don't live our life to the fullest.
Pada awalnya, semua janin adalah perempuan.
Fakta ilmiah ternyata, kalau perempuan adalah versi awal perkembangan manusia. Puting susu terbentuk sebelum janin membedakan jenis kelamin. Makanya laki2 juga punya puting payudara.
Jadi patriarki, seksisme, misogini, KDRT, catcalling, & segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat perempuan itu jadi sangat ironis. Melawan kodrat biologis kita sendiri.
Sumpah beberapa hari ini makin sering mikirin tujuan lahir ke dunia
Nabung sebanyak apapun bakal abis, kerja sekeras apapun bakal ada momen merasa sia2, suka orang/sesuatu segimana pun bakal bosen, benci sesuatu segimana pun juga bakal ilang rasa
Life will always humble us, or me
Oh Jung Se bilang kalau setiap dialog di drama #WeAreAllTryingHere terasa sangat membekas 🥹
Dia cerita pas baca naskah dari Park Hae Young, menurutnya paling unik itu adalah: dialognya kalo dibaca sendiri mungkin terlihat biasa aja. Tapi waktu digabung dengan situasi dan emosinya, jadi terasa sangat kuat.
Dialog yang paling dia ingat adalah ucapan Hwang Dong Man:
"Kalau ada satu-satunya harapan dalam hidupku, aku cuma ingin bisa menua lalu mati dengan tenang."
Oh Jung Se bilang kalimat itu menyimpan pesan supaya orang nggak hidup terlalu tersiksa karena ambisi atau tekanan hidup, cukup bisa hidup tenang sampai tua saja sudah berarti. Karena itu dia merasa Park Hae Young benar-benar penulis yang hebat.
https://t.co/KUDSY6TRaq
Waktu gue depresi karena patah hati, gue bilang ke psikolog gue:
"Aku nih gym 5-6x seminggu loh, tapi aku masih nangisnya kaya anak kecil tiap hari, kenapa?"
dia tersenyum kecil, lalu berkata:
"Ini tangki emosi kamu (nunjukin gelas teh gede), lalu emosi yang kamu rasain itu kaya pitcher yang terus nuangin air ke gelas kamu. Kalau kamu berhenti atau ngurangin olahraganya, gelas kamu jadi kecil, airnya jadi cepat penuh kan?
Gapapa, lanjutin aja, nanti air di dalam pitchernya bakalan habis kok dan tangki kamu bakalan cukup memenuhi emosi itu"
Dari situ baru gue ngangguk dan paham, bukan olahraganya ga ngefek, emang sedihnya patah hati tuh SEDIH BANGET.
Simply, karena ya perasaan ini nyata, ga kaya orang itu yang "pura-pura" cinta.