orang sering lupa betapa brutalnya Serie A era itu buat seorang striker.
lo mau jadi top skor? saingannya bukan orang sembarangan. ada Shevchenko yg dingin kayak mesin, Batistuta yg tendangannya bisa nembus tembok, Totti yg selalu nemuin celah dr tempat yg ga masuk akal, Del Piero yg bikin bek kebingungan bahkan sebelum bola dateng, Crespo yg efisiensinya menyebalkan.
dan di tengah kerumunan nama-nama itu, Vieri tetep jadi top skor 2002/03. 24 gol dari 23 pertandingan.
bukan karena timnya dominan. bukan karena sistemnya sempurna. tapi karena dia emang gitu orangnya. fisik besar, posisi bagus, dan kepala dingin di depan gawang.
yg bikin gue respect sebenernya bukan rekor transfernya atau harga beli Inter waktu itu. tapi fakta bahwa dia bisa relevan di era yg paling padat talenta dalam sejarah Serie A, tanpa perlu jadi favorit media, tanpa drama berlebihan.
Il Sette Sorelle itu bukan cuma soal klub-klub kaya. itu era di mana jadi penyerang nomor 9 berarti lo harus buktiin diri tiap minggu, lawan bek terbaik dunia, bersaing sama striker terbaik dunia.
Vieri lakuin itu semua. anteng.
📰(Bola)
@ARSIPAJA Memang perlu pendampingan biar disana sdh di rencanakan tujuan2 mana saja krna yang mengerti kadaan disana kan cuma dubes masing2 .. jgn saja klo minta di fasilitasi