pulang kerja naik gojek
👩🏻🦰: “pak, maaf ya, nanti boleh agak ngebut nggak? saya ngejar kereta yang jam 20.18.”
💁🏻♂️: “oh siap, aman kekejar. mbaknya tiap hari pp?”
👩🏻🦰: “iyaa, pak.”
💁🏻♂️: “wah hebat banget ya. istri saya juga masih menyusui, pulang-pulang bawa asi dan pp naik kereta. saya bener-bener salut, makanya saya sayang banget sama dia. kalau bisa nggak usah kerja kalau saya mampu.”
👩🏻🦰: “iya loh, pak. di kereta pas rush hour nggak gampang, apalagi masih pumping, badan masih rentek, harus bergelut juga.”
(lanjut)
💁🏻♂️: “iyaa mba, makanya hadiahnya kan surga buat ibu-ibu kayak mba dan istri saya. mbaknya juga jangan kecapekan, makan makanan yang enak supaya senang. istri saya senang banget kalau diajak makan.”
👩🏻🦰: “hehe iya, pak.”
sampai di stasiun, turun dan mikir
knowing that there are men who genuinely appreciate everything their wives go through gives me hope
i pray i’ll be blessed with one of them 🙏🏻
Hari ini pake seragam polo shirt baru dari sekolah.
Salah satu murid gue (kelas 12) nyeletuk “Haha… Miss seragamnya kayak seragam cleaner kita.”
I stopped at my track. Eyebrows raised.
I let silence speaks.
Itu salah satu cara gue untuk koreksi sikap. Tanpa kata-kata, membiarkan keheningan mengajar.
Murid2 gue langsung tau udah ngomong salah.
“Sorry, Miss”
Let’s evaluate first. What’s potentially wrong with your previous sentence?
“I said u looked like the cleaner”
Oh but why? Pak X (the name of the cleaner) works HARD and thorough every single day. He clocks in at 6.30, clocks out at 4.30 without failing. The floor is shining. The desk is shimmering. The job is paying his bills, providing food for his family too, decent, halal, and amazing. What’s wrong with looking like Pak X?
“Yes, Miss. Sorry”
What are u sorry for this time? He’s a hard worker and I aspire to be just that.
“Yes, Miss, okay.”
What potentially be wrong is the unspoken behind your words, nak. I dunno ur intention but it sounded like u looked down at his profession… which is wrong. I don’t feel humiliated bcz nothing is wrong with “keliatan kayak cleaner”, it is the possible tone and the intention that potentially makes it mean… and wrong. You are a kind person, I know u, and you never want to be mean… intentionally ofc.
“Ya Miss, sorry.”
Please be kind. Dismissed.
😤
@ryyo_aja It might be risky words tapi ga heran kenapa pemeluk agamanya sendiri juga sering kena religion teauma dan religion guilt, ya karena orang-orang seperti inilah. Menghakimi selayaknya tuhan dan pemegang atas dosa dan pahala seseorang
kapan ya orang indo sadar akan kesadaran kelas 😞. Ada orang naik jet pribadi cuman karena GABUT, komennya banyak yang muji2, minta duit, bahkan manifest mereka punya kesempatan naik privat jet. Padahal 1 kali penerbangan itu menghasilkan sekitar 6 ton CO2, sedangkan perkapita penduduk indo rata2 per TAHUN cuman 2.5 ton CO2 pertahun. Kegabutan sesaat kaum oligarki ini dibayar mahal oleh kerusakan ruang hidup masyarakat kecil.
Pas lagi jalan santai sore tadi.
"Pak, mau nasi goreng nggak?" tanyaku ke bapak pemulung yang lagi duduk di pinggir jalan sambil ngeliatin penjual makanan.
"Mau, Bu," jawabnya malu-malu.
"Oke, bentar ya Bu pesenin."
Pas mau nyebrang ke tukang nasi goreng, tiba-tiba bapak pemulungnya lari nyamperin aku.
"Bu, boleh beli kue putu aja?" tanyanya pelan sambil nunjuk tukang putu yang dari tadi cuma bengong nunggu pembeli.
"Oh boleh. Bapak lagi pengen kue putu ya?" candaku.
"Nggak, kasihan yang jual dari tadi belum ada yang beli, Bu."
Aku langsung diem... 🥺
Akhirnya tetap beli nasi goreng, sekalian beli beberapa bungkus kue putu buat bapaknya.
"Bu, ini kebanyakan. Boleh nggak dua bungkus buat temen saya yang di bawah terowongan jembatan tol sana?" katanya sambil nunjuk ke arah sana.
Aku iyain.
Dan bener aja, di terowongan itu ada pemulung lain yang badannya kurus banget, lagi tidur meringkuk di atas kardus. 🥺
Ironis ya, di negeri ini masih banyak pejabat yang tanpa malu nguras uang negara buat kepentingan pribadi. Sementara di sisi lain, ada orang yang hidup serba kekurangan tapi masih mikirin orang lain sebelum dirinya sendiri. 🥺
Malam ini aku ngelihat rasa peduli yang bener-bener tulus.
Seorang bapak pemulung yang peduli sama tukang putu karena dagangannya sepi. Tukang putu yang ngasih bonus beberapa potong kue sebagai ucapan terima kasih. Dan pemulung di terowongan yang meluk kue putu itu penuh rasa syukur karena masih ada temannya yang peduli sama dia. 🥺❤️
Yuk, saling baik sama sesama.
"No act of kindness, no matter how small, is ever wasted." — Aesop.
This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
@seira_xc Kita semua perempuan heran kenapa tidak ada pembalut gratis, padahal haid itu ga menentu bakal terjadi kapan dan dimana, sedangkan permasalahan ngentod itu secara sadar tau dan dimana, sialan bahkan negara pun ga memberikan ruang untuk perempuan
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
@sunseelly laki laki membunuh perempuan? salah perempuan, laki laki memperkosa perempuan? salah perempuan
udah kesakitan, udah kesiksa, udah meninggal pun masih salah
@tanyakanrl cewe cewe suka jajan dan nyemil (pake duit sendiri dan inget waktu) dibilang berlebihan
meanwhile di dunia lain
ada cowo yg suka nongki ampe larut malam gainget waktu udh punya anak dan istri, trs yg dibeli rokok pula. tapi gak pernah ada yg cap negatif. sungguh aneh negeri ini
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
kalian slalu beralasan anies dan ganjar memangnya kalau kepilih bisa apa?
FAKTA : ganjar dan anies bisa ngurus keluarga dgn baik dan benar
FAKTA2 LAIN:
1. Keduanya pernah mimpin kota sbg walkot & gubernur. Anies bahkan pernah jd menteri.
2. Keduanya dr ranah sipil
3. Keduanya ga ada track record pelanggaran HAM or dipecat.
4. Keduanya taat konstitusi
5. Program2nya lebih makes sense & invest ke otak, bukan cm ngenyangin perut.
Istrinya Anies dan Ganjar ibu2 beneran, Bukan ibu2 jadi2an.
Ust. Fatih Karim yg podcast sama Nikita Willy dan Indra : Rasulullah itu jadi suami dulu baru jadi nabi. Kenapa? Karena jadi suami itu laboratorium paling berat bagi laki-laki ya dirumah (tangga)
@Hidupsebagai62 "negara lu keknya bakal bubar deh"
"iya keknya"
"eh negara lu beneran merdeka pas 17 agustus 45"
"kagak, kagak ada merdeka-merdekanya"
"eh sdm lu rendah semua"
"iya emang didesain kek gitu"
Habibie anak kesayangan Soeharto justru itu yang bikin S Tier-nya valid.
Dia produk Orde Baru, tapi ketika dapat kekuasaan, dia yang cabut pembredelan pers, bebaskan tahanan politik, izinkan multipartai, dan gelar referendum Timor Timur yang Soeharto tidak pernah berani lakukan.
Mengkhianati sistem yang membesarkan lo demi demokrasi , itu butuh nyali yang tidak semua orang punya.😁
17 bulan menjabat, Habibie berhasil: kebebasan pers, kebebasan berserikat, otonomi daerah, pemilu multipartai pertama yang jujur sejak 1955.
Bandingkan dengan presiden lain yang jabat 5-10 tahun tapi tidak sebanyak itu outputnya.
Lo bilang semua "C Tier" karena semua punya plus minus , dengan logika itu Einstein sama murid SD juga nilainya sama dong,
karena dua-duanya punya plus minus?🤣🤣
katanya “gamau pilih anies, cuma pinter ngomong”
lah ini udah ngomong aja ga becus, kerja juga ga bener. minimal yang kalo kita kritik ga ngatain kita bodoh.