Tanteku baru aja meninggal, kakaknya mamaku. Beliau lulusan teknik sipil, akhirnya jadi PNS, penempatan di Biak. Punya anak 4, pas anaknya masih kecil-kecil, suaminya meninggal. Akhirnya tanteku harus membesarkan empat anak-anaknya sendiri, sekarang tinggal dua paling kecil yang masih sekolah. Satu kuliah, tinggal dua semester lagi, satunya masih SMA.
Tanteku meninggalnya mendadak, sakitnya juga mendadak. Sodara-sodaranya sampe kaget.
Usut punya usut, ternyata karena tabungannya (taspen) dibobol habis ama penipu. Dia ngaku sama sodara-sodaranya cuma ilang 5 juta, ternyata hampir 300 juta ludes.
Tabungan seumur hidup, hasil dia hidup sederhana, yang penting anak-anaknya bisa sekolah.
Sehabis ditipu itu, dia tergoncang ampe kena fisik, kemudian meninggal.
Sudah meninggalpun, tadinya diberi tau kalo pemakamannya nanti ditanggung pemerintah (santunan biaya pemakaman), tapi sehari setelah dimakamkan, yang tukang gali kubur datang ke rumah minta dibayar. Ternyata uang pemakamannya DIKORUPSI. π Jadi sepupu-sepupu aku yang dituntut buat bayar.
Sekarang mereka berempat kayak hilang arah, ditinggal bapak dan ibu.
Semoga sindikat penipu yang suka bobol tabungan orang itu bisa baca twit aku ini:
Aku doain kalian semua dilancarkan rejekinya, diberikan kesempatan untuk mengasah ilmu untuk hal-hal yang baik, supaya ke depannya ga perlu nipu lagi. Biar keturunan kalian dijauhkan dari doa-doa tidak baik.
Doain sepupu-sepupuku juga, ya. Supaya hatinya bisa damai, kuat menghadapi hidup yang apa-apaan ini.
@yudyapra @zkbyzk @txtdariotomotif nganggo jasa inspeksi mase.
aku jupuk seko sorum emang luwih larang sitik tapi setahun iki gak pernah rewel blas. asal mari jupuk langsung kuras cairan servis beres
...Di kereta tujuan Sby, gw naik dari Bekasi.
Lalu gw colek santun:
"Pak, ini kursi saya"
Dia cuma bangun sebentar lalu tidur lagi.
Orang sebelah'y kasih kode gw:
"Dia Habib"
Oh jadi kalo habib boleh rampas hak orang? Oklah. (``,)