Maka, percayalah, meski duka datang tanpa jeda,
meski pisau putus asa menikam tepat di rongga dada.
Kebahagiaan akan selalu ada— untuk mereka yang percaya.
Kira2 promo barang seperti ini dengan embel2 DWP apa hubungannya ya? Emang di DWP ada acara masak2 atau bikin kue???
Oh mungkin DWP = Dharma Wanita Pusat
@pejabrut
yang saling melihat melalui jendela kaca.
Sadar waktu tidak memihak kepada mereka,
sadar tidak ada gunanya mengetahui pribadi masing-masing.
Saling mengetahui keberadaan mereka,
namun seakan tak peduli.
Saling bertatap mata,
namun tak mampu berkata-kata.
kapal mu rusak, ia berlabuh di dermaga ku. aku merakit kapalmu kembali, tapi kau bilang kau takut berlayar lagi. ingin sekali ku bilang padamu "tenang saja, kau berlayar bersamaku. taakan ku biarkan kapalmu rusak kali ini.
Tanpa sengaja harap mulai tertanam dengan kuat. Dilingkupi dengan percaya pada rasamu yang membuatku terpikat. Tak lupa tersiram dengan ribuan aksi yang membuatku haus akan atensi. Tanpa sadar aku sudah menginginkanmu lagi, lagi, dan lagi.
Aku bisa mencintaimu serupa angin yang memeluk mesra tak kasat mata, aku bisa mencintaimu serupa air menanti jumpa dengan pasir sepintas saja, aku bisa mencintaimu serupa tanah yang rela terinjak demi menopang setiap langkah. Aku bisa; percayalah.
Apakah kita mendengar benar-benar?
Dalam hal menjadi telinga sandaran untuk beberapa orang.
Lantas, mampukah kita mendengar dengan benar?
Ketika daya tangkap si telinga juga tidak peka pada jeritan yang menggaung di dalam diri sendiri.
Aku semakin lelah memikirkanmu.
Tapi bisa apa? Malam adalah pintu yang terus
menganga dan membiarkan segala hal tentang
dirimu masuk dan memenuhi mimpiku.
Sekali lagi, aku lelah memikirkanmu, aku lelah,
dan aku menyukainya. Jadi, tetaplah di sana.