Gue Baru Tau, Listrik Rumah di Amerika Bisa Sampai 48.000 Watt
Pas pertama denger gue langsung mikir, wedew ini rumah apa pabrik?
Soalnya di Indonesia kita biasanya kenal listrik rumah 900, 1.300, atau 2.200. Rumah 2.200 aja kadang masih harus pinter-pinter bagi listrik. Jangan sampe AC, setrika, rice cooker, microwave, sama pompa air nyala barengan. Bisa langsung jeglek wkwk.
Nah, di Amerika banyak rumah baru punya “jatah listrik” sampai 200 ampere.
Anggap aja ampere itu kayak ukuran seberapa gede pipa listrik yang masuk ke rumah. Makin gede pipanya, makin banyak barang yang bisa dinyalain barengan.
Listrik yang masuk ke rumah Amerika bisa 240 volt. Jadi hitungan gampangnya:
200 × 240 = 48.000 Watt
Makanya muncul angka sekitar 48.000 watt tadi. ENERGY STAR juga bilang kebanyakan rumah baru di Amerika sekarang sudah memakai panel listrik 200 ampere.
Tapi tunggu dulu.
Bukan berarti rumah Amerika tiap hari terus-terusan memakai 48.000 watt. Bukan berarti meteran listriknya muter kayak mesin jet dari pagi sampai malam.
Itu cuma batas maksimal yang bisa ditampung rumahnya.
Gampangnya begini. Rumah elu punya garasi muat 10 mobil, bukan berarti tiap hari pasti ada 10 mobil di dalamnya. Bisa aja cuma ada satu mobil. Tapi kalo suatu hari ada banyak mobil, garasinya masih muat.
Listrik juga begitu.
Kapasitasnya gede supaya banyak peralatan bisa nyala barengan tanpa listrik mati.
Soalnya barang elektronik di rumah Amerika emang gede-gede. Banyak rumah punya AC yang mendinginkan satu rumah sekaligus, bukan cuma satu kamar. Terus ada mesin cuci, mesin pengering baju, pemanas air, oven listrik, kompor listrik, dishwasher, kulkas gede, sampai charger mobil listrik. Makannya bisa tuh pengering 5600 watt wkwk.
Bayangin AC satu rumah lagi nyala, baju lagi dikeringin, oven lagi masak ayam, air panas lagi dipake mandi, terus mobil listrik lagi dicas.
Makanya listriknya disiapin gede.
Terus elu mungkin pernah denger listrik Amerika cuma 120 volt. Itu juga bener.
Colokan biasa buat TV, lampu, laptop, atau charger HP biasanya pake 120 volt. Tapi buat barang yang butuh tenaga gede, rumah Amerika juga punya sambungan 240 volt. Misalnya buat dryer, kompor listrik, AC, dan charger mobil listrik. Pemerintah Amerika menjelaskan bahwa kebanyakan rumah memang punya sambungan 240 volt yang tersedia.
Jadi rumah Amerika itu kurang lebih punya dua pilihan.
Barang kecil dikasih listrik kecil. Barang gede dikasih listrik gede.
Sedangkan di Indonesia, hampir semua kebutuhan rumah harus berbagi dari kapasitas yang jauh lebih kecil.
Makanya orang Indonesia punya kemampuan khusus yang mungkin kaga dimiliki orang Amerika.
Kita bisa mendengar suara setrika dinyalakan dari kamar sebelah, lalu secara otomatis mikir:
“Waduh, rice cooker harus dicabut nih.”
Atau pas mau nyalain microwave, kita keliling rumah dulu ngecek AC mana yang bisa dimatiin wkwk.
Kalo dibandingkan secara kasar, kapasitas 48.000 itu sekitar 37 kali lebih besar daripada rumah 1.300. Dibanding rumah 2.200, masih sekitar 22 kali lebih besar.
Tapi sekali lagi, itu bukan berarti orang Amerika pasti memakai listrik 22 sampai 37 kali lebih banyak setiap saat.
Itu cuma berarti rumah mereka punya “ruang” yang jauh lebih gede buat menyalakan banyak peralatan sekaligus.
Jadi kesimpulannya, iya, kapasitas listrik rumah di Amerika bisa sekitar 48.000 watt. Bukan karena mereka punya pabrik rahasia di ruang bawah tanah, tapi karena satu rumah bisa punya AC sentral, dryer, oven, water heater, dan charger mobil listrik yang semuanya butuh listrik gede.
Sementara kita di Indonesia udah dilatih dari kecil buat menjadi manajer pembagian beban listrik.
“Mau nyetrika? AC matiin dulu.”😁
Baru tau jir ternyata ungkapan tujuh turunan tuh punya basic ilmiah.
Kirain cuma keasbunan orang tua zaman dulu aja 🤣
Setelah baca2, teorinya tuh tiap orang nerima sekitar 50% DNA autosomal dari masing2 orang tua
Maka:
- Orang tua → 50%
- Kakek/nenek → 25%
- Buyut → 12,5%
- Generasi ke-5 → 6,25%
- Generasi ke-6 → 3,125%
- Generasi ke-7 → 1,56%
- Generasi ke-8 → sekitar 0,78%
Bener dong klo less than 1% hahaha. Berarti nyumpahin orang sampe tujuh turunan tuh punya basic ilmiah 🤣
Di Shinjuku, Tokyo, ada satu gedung yang benar-benar beda. Dari atas Gedung Pemerintahan Metropolitan, kelihatan bangunan dengan kipas raksasa yang muter terus di atapnya.
Gedung itu adalah pusat pendingin daerah. Tugas utamanya cuma satu: suplai udara dingin ke banyak gedung tinggi di sekitar.
Mereka dinginkan air pakai mesin besar, lalu kirim lewat pipa bawah tanah. Gedung-gedung lain tinggal sambung dan pakai air dingin itu. Jadi nggak perlu tiap gedung pasang AC sendiri di atap.
Cara ini lebih irit energi karena satu mesin besar bisa layani banyak bangunan sekaligus. Beban panas tiap gedung juga beda-beda, jadi lebih efisien.
Tambahannya, gedung ini bisa bikin listrik sendiri. Jadi kalau listrik kota gangguan, area penting di sekitarnya tetap bisa dingin dan beroperasi.
Sistem seperti ini sudah ada sejak lama di Tokyo, dan bikin kota mereka lebih nyaman di musim panas. Keren ya, infrastruktur yang dipikirkan jauh ke depan!
btw, hilangnya warna-warna ini hasil dari minimalism, pencitraan merek, dan pengaruh pinterest terhadap selera.
di bawah ini adalah grafik dari studi di inggris yang memetakan saturasi piksel pada foto-fito dari tahun 1900an sampai 2020an.
grafik menunjukkan apa yang mungkin dirasakan oleh beberapa orang di antara kita; dunia kehilangan warnanya.
penurunan saturasi warna secara massal ini bukan cuma bersifat visual, tapi juga mencerminkan suasana hati masyarakat.
sebab terlalu banyak rangsangan dari layar dan notifikasi, banyak dari kita pengen lihat warna yang lebih tenang, kalem, dan ga terlalu agresif.
selain itu, di era visibilitas kritik yang berlebihan, berbaur terasa kayak cara bertahan hidup.
gerakan ramah lingkungan yang bikin kita menyenangi warna alami karna terasa berkelanjutan juga berpengaruh, padahal segalanya ga berubah kecuali warna yang kita pilih.
terakhir, ketidakpastian ekonomi juga turut bikin warna-warna hilang, sesuatu yang memiliki warna mencolok cenderung lebih singkat masa pakainya, akhirnya kita pilih warna yang netral supaya lebih aman.
ironisnya, pencarian akan ketenangan dan minimalisme justru berubah jadi lingkungan yang steril tanpa karakter.
sumber lain yang bisa dibaca:
https://t.co/oFRfZ90rQD
https://t.co/749hgUD2z4
https://t.co/N8yYMLAjDj
Aku suka deh nonton acara TV yang nunjukin proses pembuatan sesuatu kayak gini. Dulu suka nonton Laptop Si Unyil kenapa udah gak ada sih tuh acara, acara kayak gitu bener-bener edukatif bermanfaat.
Ini lagi proses pembuatan mi sohun dari pati pohon aren. Baru tau ada sohun yang dibuat dari aren. 😍
Dibalik Pengetahuan Material Terapan di Sebilah Keris
Keris berkualitas bukan dibuat dari satu bongkah besi utuh, melainkan dari beberapa lapisan besi, baja, dan nikel/meteorit yang ditempa berlapis melalui proses nglereh. Sebelum dibentuk, bahan dasarnya lebih dulu dijadikan besi wasuhan, yakni besi yang ditempa berulang untuk membuang pengotor (slag), jadi sejak awal prosesnya sudah menyangkut pemurnian logam.
Setelah itu, lapisan logam ditempa, dipanjangkan, lalu dilipat berulang kali hingga ratusan bahkan ribuan kali. Proses ini bukan sekadar membentuk bilah, tetapi juga membersihkan sisa pengotor sekaligus menciptakan lapisan mikro dengan komposisi berbeda yang nantinya memunculkan pamor. Dalam istilah metalurgi modern, ini sejalan dengan prinsip pattern welding.
Lalu dilakukan pencelupan bilah panas ke minyak untuk mengunci struktur logam agar lebih keras. Prinsipnya sama dengan quenching dalam metalurgi modern: jika suhu dan pendinginannya tepat, bilah akan kuat; kalau gagal, bilah bisa retak.
Tahap akhir yang paling sering disalahpahami adalah warangan. Padahal ini bukan unsur mistis, melainkan reaksi kimia terkontrol. Larutan warangan akan menghitamkan bagian besi, sementara bagian yang kaya nikel tetap terang, sehingga motif pamor muncul sebagai kontras alami dari komposisi logam di dalam bilah. Jadi pamor bukan digambar atau diukir, melainkan “diungkap” lewat etsa kimia.
Keris adalah bukti bahwa nenek moyang kita sudah menguasai ilmu metalurgi tingkat tinggi jauh sebelum zaman modern. Semua prosesnya bisa dijelaskan dan diverifikasi secara ilmiah.
Kamu lebih percaya sisi ilmiahnya atau masih ada unsur mistis menurutmu?
MUTAN SEMAK BELUKAR YANG KEBAL LOGAM BERACUN
Buat kalian yang masa kecilnya suka makan buah ungu ini di semak-semak, selamat berarti masa kecil kalian Penuh kenangan haha
Sini aku kasih tau funfact nyaa
Senggani adalah mutan Hiperakumulator. Apa itu? Jadi gini, Saat sebuah lahan hancur (misal bekas tambang liar), tanahnya akan jadi sangat asam dan penuh racun logam berat kaya Aluminium. Tanaman biasa akan langsung mati keracunan kan?
TAPI tidak dengan Senggani ini. Dia justru tumbuh subur, menghisap racun logam mematikannya secara brutal, dan menguncinya di dalam jaringan daun dan akarnya tanpa ikut mati. Dia ini aslinya agen bioremediasi yang dikirim alam untuk menetralisir area-area beracun loh Kawan. .
Lalu amankah buahnya dikonsumsii oleh manusia dan hewan? Jawabannya: 100% AMAN kok..
Masa kecilmu pernah makan buah ini nggak??
Sekarang bicara bangunan bukan manusia ya, pendinginan dibantu butiran air ini betul efektif.
Urusan klaim bisa menurunkan suhu 5-8 derajat harus berbasis eksperimen. Karena manipulasi iklim mikro akan sangat tergantung dengan banyak hal di lokal setempat.
Kehadiran air di sini sebagai semacam baterai termal tambahan. Radiasi panas selain terserap ke material bangunan juga terserap ke air, efeknya air terevaporasi, panas tidak sampai masuk ke bangunan.
Buang-buang air? Bisa iya dan tidak. Kalau tujuannya passive cooling ke bangunan ini oke kok. Tapi kalau klaim buat manusia tunggu dulu, cara ini hanya efektif untuk iklim panas kering dengan kelembapan relatif di bawah 60%.
Buat bangunan okay, buat manusia tunggu dulu.
Jadi gitu @uniq_le.
*Sumber tertera*
btw ini ekor biwara yang difoto dengan x-ray. lihat, kalo kita cuma tau biwara dari fosilnya, kek apa bentuk biwara yang digambarkan?
buat kita yang gapernah ketemu biwara, pasti penasaran gasih gimana tekstur ekornya?
ternyata, ekor mereka ini isinya lemak dan dibungkus dengan kulit keras yang memiliki sisik dari keratin.
dulu, orang pakai ekor biwara untuk menghasilkan perisa vanila dan raspberry dalam makanan dan wewangian. aroma itu dihasilkan oleh castoreum yang berasal dari pangkal ekornya biwara.
dalam industri wewangian modern, castoreum masih digunakan untuk memberikan aroma musky, leathery, dan woody yang kuat pada parfum pria atau unisex.
Guys kalian tau serangga ini? Namanya Anggang-anggang. Ternyata dia punya banyak manfaat lho buat lingkungan 😀
Gw ngakak dulu murid gw yg masih kecil bilang ini serangga “Yesus” karena bisa jalan di atas air 😭🙏🏻 gw sama ortunya sampe kaget wkwkk. Tapi ternyata Anggang-anggang itu bukan cuma serangga yang kelihatannya keren karena bisa “jalan di atas air”, tapi juga bisa jadi tanda kalau air di tempat itu masih bersih lho. Soalnya, mereka bisa jalan di atas air karena ngandelin tegangan permukaan air buat bergerak. Kalau airnya udah kena limbah, minyak, atau deterjen, permukaannya bakal berubah dan anggang-anggang jadi susah jalan. Makanya, kalau masih banyak anggang-anggang berkeliaran di sungai atau kolam, biasanya itu pertanda airnya belum tercemar parah.
Selain jadi “pengecek kualitas air” alami, anggang-anggang juga punya peran penting di ekosistem. Mereka doyan makan serangga-serangga kecil yang jatoh ke permukaan air, jadi populasinya tetap terkendali. Intinya, kalau ketemu banyak anggang-anggang di suatu perairan, itu bisa jadi sinyal kalau ekosistemnya masih sehat. Walaupun begitu, jangan sembarangan langsung diminum yak airnya walaupun ada ini serangga, buat memastikan air benar-benar bersih, tetap perlu dicek juga lewat pengujian kualitas air dan keberadaan organisme indikator lainnya.
Sumber gambar: greeners(.)co