nice banget, thanks buat abang2an dan kelompok pergerakan yang masih peduli dengan kelompok marjinal
bukan cuman ngomong teriak2 kemanusiaan di jalanan tapi at the same time masih ikut menindas kelompok marjinal dengan dalih mayoritas keyakinan
dongooo, padahal mpreg itu bentuk perlawanan perempuan karena laki-laki suka bilang melahirkan itu mudah ina inu malah ditunggangi normies tolol ๐คฆ๐ป
yang mirisnya gw sama tanggapan orang2 terdekat (esp orang tua) thd demo tuh mereka malah mereduksi demo dengan sebutan "gak sopan" tiap ada narasi atau poster yang ada insult ke P word. MAKSUD GW KYK,,, bisakah kita fokus ke ISU UTAMA bukan morilnya,,,
stop ribut perkara LGBTQ+, damn. we're all getting killed slowly. keadaan ekonomi begini you and me both bisa jatuh miskin kapan saja. who cares whether people kiss men, women, or others. get your head straight, you're not God. focus on the issue at hand instead of urus dosa org
komunitas marjinal ditindas, disuruh mati. penyandang disabilitas dihina, dijadikan bahan ejekan, dan dirundung irl.
jadi "normal" tuh standarnya yang mengancam hidup manusia lain yang dianggapnya "gak kayak dia" ya? oooohhhh paham deh sekarang.
Pengen cepet-cepet tinggal yang jauh dari rumah deh. Kayaknya ada benernya juga kata orang, hubungan keluarga bakalan sehat kalau hidupnya sama-sama jauh. At least ga harus nelen dan mendem banyak hal terus kaya gini. Dirumah makannya sakit hati dan mental terus ๐
jujur booktok terlalu ngepush overconsumption buku2, it's one thing to buy books you won't immediately read tapi kalo misalnya sampe beli 500 buku yng gk dibaca2 ya.. lu stuck di mindset consumerism and participating in overconsumption