Hari ini, magrib tadi, temen gw ngirim kado paket lewat sopi. Isinya 3 buku bacaan yg out of the box. Dan gw nobatkan sbg hadiah terunik tahun ini, bcs cuma kado ini yg bikin suddenly throwback apa aja yg udh gw lakukan dikehidupan ini... So good🫶🏻
Malem ini tbtb bgt pen bikin bolu ketan, tapi yg gw tangkep selama perjalanan beli bahan2, ada rasa nyaman sendiri gitu motoran.. malem2 liat orang.. sambil sesekali bicara sama Allah cyinta qu, deym good feeling
Cara gw menghormati diri sendiri:
1. Ga asal ngemil ciki-cikian tinggi natrium cuma karena craving. Mulai lebih aware sama apa yang masuk ke tubuh.
2. Gula juga ga lagi dikonsumsi berlebihan. Kalau bisa mulai switch ke alternatif yang lebih mindful, salah satunya stevia.
3. Ga perlu ikut-ikutan nimbrung drama atau gosip artis terkini. Not everything deserves my attention.
4. Tidur 8 jam itu non negotiable. Biar bangun lebih fresh, bisa function properly, dan mood ga naik-turun random.
5. Sayur dan buah wajib masuk. Karena tubuh juga butuh real nutrients, bukan cuma makanan yang enak di mulut.
6. Rajin minum air dan jangan lupa berdoa. My body is my temple, so I have to take care of it.
7. Stop overthinking sesuatu yang bahkan belum kejadian. Kalau belum terjadi, ya udah… chill dulu. Deal with it when it actually happens.
8. Ga maksa diri buat dekat sama orang yang constantly gives negative vibes. Protecting my peace is also a form of self-respect.
At this point, self love buat gw bukan cuma skincare atau me time. Tapi tentang gimana gw memilih apa yang masuk ke tubuh, pikiran, dan hidup gw.
yang kita respect adalah cowok yang punya initiative:
“aku aja yang beliin.”
“aku udah pesenin makanan favorit kamu.”
“coffee kamu aku kirimin ya, semoga harimu lebih baik.”
“tenang, ada aku.”
“besok aku jemput, jangan pulang sendiri.”
it’s not about needing a man to provide everything. we can do it ourselves. it’s about appreciating a man who wants to show up without being asked.
at this point, we don’t look for potential.
Pernah kerasa enggak.
Kadang, saat kita berhenti terlalu memikirkan apakah sesuatu akan berhasil atau tidak,
Eehh semuanya malah mulai berjalan.
Usaha tiba-tiba mulai bergerak ketika kita tidak lagi terlalu memaksa.
Hubungan dengan orang-orang baik berdatangan justru setelah kita benar-benar berhenti mengejar.
Kesempatan bermunculan ketika kita sudah sampai di titik, “Kalau datang, Alhamdulillah. Kalau belum, ya kita tetap baik-baik saja.”
Beda sama aura menyerah.
Ini hanya berhenti menjadikan satu hasil sebagai syarat untuk bahagia.
Karena saat kita terlalu ingin sesuatu berhasil, biasanya kita jadi terus mengecek, terus menunggu tanda, terus khawatir berlebih.
Dalam hati kita trus menerus berkata, “Tolong berhasil. Please. Kita butuh ini.”
Tanpa sadar, yang paling kuat terasa justru aura rasa kurangnya.
Seolah-olah hidup kita belum lengkap sebelum hal itu datang.
Tapi ketika kita mulai IKHLAS dengan apa pun hasilnya, tiba-tiba ada sesuatu dalam diri kita yang berubah.
Kita jadi lebih tenang.
Enggak terlalu takut kehilangan.
Enggak lagi merasa hidup kita kurang.
Kita mulai merasa, “Kita sudah cukup. Kita tetap berharga. Kita tetap kuat, apa pun hasil yang terjadi.”
Senyum pun terasa sangat mudah.
Dan mungkin, ENERGI seperti itulah yang ditunggu oleh Alam Semesta.
Energi dari versi diri yang paling siap untuk menerimanya berkah dan karuniaNya.
Karena kita tidak lagi mencari sesuatu untuk melengkapi diri.
Kita sudah utuh.
Jadi daripada terlalu sibuk memikirkan kapan semua keinginan itu datang, mungkin kita bisa mulai bertanya:
Kita perlu menjadi pribadi seperti apa agar siap menjalani hidup yang kita inginkan?
Kita fokus bertumbuh menjadi pribadi itu.
Lalu biarkan Alam Semesta membuka jalannya.
park bokyung won for her role in the art of sarah and her husband jin seonkyu was as surprised as her when he heard the announcement, he hugged her and even cried for her when she stand on stage omg this is so wholesome 🥹🫶