Kita yg kuliah aja masih sering di underestimate dengan :
"Ngapain kuliah, ujungnya nganggur"
"Temen gue S1 nganggur tuh, gue yang lulusan SMP/SMA jadi bos/kerja/jadi karyawan"
bayangin sekarang :
"Ngapain kuliah, smp aja bisa jadi wapres"
Wallahi we're finished
vilmei sorry main miskin miskinan itu sama sekali ga lucu, kemiskinan orang itu bukan bahan konten. in this era semua org lagi berjuang dikapasitas dan porsinya masing masing, jgn dibuat konten bercandaan tolong lebih mindful dan empati will be nice ๐
Ambulans membawa pasien kritis tertahan karena ada iring-iringan pejabat, pdhal ada dishub dan polisi masa mereka gak tahu kendaraan prioritas?
RI 25 siapa sih jing?
Bang emosinya nembus layar, keren abang nya dan warga sekitar yang ikut membantu๐
@ub_menfess Bukan membenarkan. Tapi bukan berarti kita kehilangan empati. Kita nggak tahu seberat apa masalahnya sampai dia di titik itu. Kita sama-sama manusia, nggak berhak menghakimi. Tugas kita mengingatkan dan berempati, bukan menghakimi. Soal sisanya, biar jadi urusannya sama Tuhan.
gedeg bngt sama orng tolol yng masih ngebecandain kematian orng. kea, iya tau cara meninggal dia salah, tp stop ikut campur apalagi sampe jadi bahan becandaan lo lo pada.
Kalau ada kejadian seperti ini, yg perlu diperkuat bukan hanya respons setelah korban berjatuhan, tapi juga sistem pencegahannya. Setiap tahap harus punya standar, pengawasan, dan orang yang benar-benar kompeten di bidang keamanan pangan.
Sebagai orng yng belajar pangan, kasus keracunan dlm program MBG di Sidoarjo bkn hal yg bisa dianggap sepele. Keamanan pangan bukan cuma soal makanan sudah matang atau belum, tapi mencakup seluruh proses pemilihan bahan baku, sanitasi, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi.
@ainurohman Inilah kenapa pentingnya menempatkan orang sesuai kompetensinya. MBG menyangkut gizi, kesehatan, dan keamanan pangan. Jadi, perlu ahli gizi dan tenaga terkait. Nggak cukup cuma modal pelatihan beberapa bulan.