Tidak semua trauma tentang rasa sakit dan kecewa saja. Ada beberapa memori kebahagiaan yang akan selalu menusuk hati dan menolak lupa hingga memunculkan trauma.
Sampai pada akhirnya terucap "kalau saya bisa memutar waktu, akan saya tolak kehadirannya dihidup ini"
Aku yg gamon dari hal yg berbau biologi bahkan masih hapal struktur sel saraf dan malah lupa cara buat laporan keuangan yg belom lama di pelajari is another level of pain.
Terkadang beberapa orang menganggap dirinya yg paling menderita, karena harus menghadapi rasa sakit karena orang lain. Seharusnya dibalik rasa itu dia juga harus bertanya ke dirinya sendiri "apakah ini balasan atas kesalahan yg pernah aku lakukan" karena kita hanya manusia biasa
"ga ada manusia yg sempurna, jadi gpp kamu pernah salah dan kalah. Karena itu ga bisa dihindari, tapi kamu harus berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya belajar dari setiap kesalah dan kekalahan yg pernah kamu lakuin"kata2 motivasi dari emak yg selalu bikin aku tenang.
Love emak
Alhamdulillah bersyukur banget, punya emak yang selalu suport aku supaya jadi lebih baik lagi. Dia ga pernah ngebandingin aku dan selalu ngedorong aku supaya percaya diri dan yakin sama potensi yang aku punya.
Tiap kali cerita tentang cowok ke emak selalu diingetin gini: "cowok yg benar2 sayang sama kamu ga bakal berani berbuat macam2 sama kamu, kalau dia udah berani jangan ragu untuk menjauh bahkan menghilang dari dia. Ingat emak sayang banget sama kamu, kamu jaga diri kamu ya"
Serius sakit hati ngelihat kucing seimut itu digebuk. Baru kali ini berdebat dengan suara tinggi sampe nangis, serasa aku yang disakitin.
Semoga kucingnya ga trauma dengan manusia.
Lihatlah tatapannya sama seperti ia menatap masalalunya, mungkin dalam pikirannya juga terbesit bahwa semua orang itu sama.
Pada akhirnya aku hanya seorang pendusta yang tak pernah dipercaya, karena rasa traumanya.
Dunia ini memang tempatnya capek, kalau ga mau capek pulang saja. Tapi apakah mau pulang dalam keadaan yang tidak baik dan mendapatkan tempat yang buruk?
"semangat ya, kami yakin dengan dirimu kamu pasti bisa" Bisiknya di telingaku.
Itu adalah kalimat terbaik dan terindah yang pernah ku dengar dari seseorang yang telah tua renta dan dari sorot matannya penuh harap akan diriku.
Ternyata benar ya, disaat kita telah ikhlas dengan apa yang hilang atau apa yang telah merugikan hidup kita. Akan diganti oleh-Nya dengan yang lebih baik bahkan bisa berakali-kali lipat dari apa yang sebelumnya kita dapatkan.