Bener ya, yang datang akan pergi. Semua ada eranya masing-masing.
Masih inget banget kita struggle dan Klopp datang dengan Coutinho sebagai katalisatornya. Ia lalu membangun era dengan mentransformasi Firmino menjadi false nine terbaik di dunia. Lalu membangun pelan lagi dua sisi sayap yang cepat dan tajam dengan datangkan Mane dan Salah.
Coutinho berakhir lebih dulu dengan hanya 6 bulan bermain bersama. 5 tahun berselang pelan-pelan era ini menuju akhirnya. Mulai dari Mane, Bobby, Klopp dan hari ini, Salah.
Sedih tapi gue bahagia banget pernah jadi saksi bagaimana mereka bermain. Memenangkan semua trofi yang memungkinkan. Membangkitkan kembali Raja Inggris yang sudah lama dianggap tak relevan.
Juergen, Phil, Sadio, Bobby, Mo.
Forever Red๐ด๐ด๐ด
Youโll Never Walk Aloneโค๏ธโค๏ธโค๏ธ
Jadi fans Liverpool gini amat ya.
2022.
Sadio Mane memutuskan pergi dari Liverpool. Padahal waktu itu lagi apik-apiknya.
2023.
Roberto Firmino juga pergi dari Liverpool. Karna merasa dirinya sudah cukup di Liverpool.
2024.
Jurgen Klopp juga memutuskan angkat kaki. Beliau merasa sudah "kehabisan energi" di Liverpool.
2025.
Trent Alexander-Arnold juga pergi setelah sekian lama. TAA merasa bahwa dirinya merasa ingin pengalaman yg lebih.
2026.
Mo Salah. Waktunya sang legenda juga pergi. Beliau merasa ini lah waktu yang tepat untuk pergi dari Liverpool.
2021 - Wijnaldum
2022 - Origi
2023 - Firmino, Fabinho, Hendo, Milner
2024 - Klopp, Matip, Thiago
2025 - Trent, Diaz, Nunez
2026 - Salah
Every year we have to cry our eyes out at legends leaving our club
Sahur membuktikan kita bisa bangun di sepertiga malam bahkan untuk solat subuh,
Tarawih membuktikan bahwa
kita mampu berdiri lebih lama dalam ibadah,
Puasa membuktikan bahwa kita bisa punya kendali atas diri sendiri,
Membaca Al-Qur'an membuktikan
bahwa waktu selalu ada, hanya saja kita terlalu sibuk prioritaskan dunia,
ternyata Ramadhan bukan sekedar bulan peningkatan iman yang sementara, Bulan ini adalah bukti bahwa kita sebenernya mampu melakukannya setiap hari, kalau kita mau.