HIDUP MAHASISWA
HIDUP RAKYAT
Beberapa tuntutan aksi:
1. Setop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan KopDes
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya
SAMPAI MENANG ✊🏻
Our paper “Difference-in-Differences Designs: A Practitioner’s Guide” is now published in the Journal of Economic Literature. It took us a while but we are happy!
We put together a lot of material to make the paper useful in practice: https://t.co/30TbAgihlz
Hope you like!
Harvard jalanin satu studi selama 85 tahun. Dimulai tahun 1938. Tracking 724 orang dari remaja sampai tua.
Pertanyaan-nya cuma satu: apa yang bikin hidup seseorang bahagia dan sehat?
Jawabannya bukan duit. Bukan fame. Bukan kerja keras.
Jawabannya bikin banyak orang kaget.
Studi ini namanya Harvard Study of Adult Development. Salah satu studi terpanjang dalam sejarah ilmu pengetahuan umat manusia.
ASN=Aparatur Sipil NEGARA, mengabdi ke negara, bukan ke pemerintah, apalagi presiden. Stop berpikir negara = pemerintah. Stop feodalisme. Presiden bukan raja, tidak perlu disembah, sangat boleh dikritik, tmsk oleh ASN. Indonesia republik.
Kan Indonesia impor sampah sampai 262 ribu ton. Sampah plastik, kertas, sampai pakaian.
Bahkan, di perjanjian dagang RI-AS kita bakal impor cacahan pakaian. Ga heran udara kita penuh mikroplastik, coba aja nonton “Menolak Punah”
menyadari dunia secepat itu ketika ibuku berpulang, yang datang ke takziah ibuku adalah tetangganya yang dulu menimang-nimang ibuku ketika bayi.
nenek itu kutanya, apa dia ikut lihat ibuku ketika jajan di warung, pulang sekolah? dia jawab semua dia tau, bahkan pertama kali ibuku belajar sepeda dan menangis karna jatuh pun beliau tau.
anak kecil yang dulu jajan ke warung teriak panggil penjual, riang dengan permen di tangan, pulang karena ternyata disuruh beli minyak malah beli beras adalah mayit yang terbujur kaku di depannya. sambil menangis dia jelaskan.
menyadari dunia berlalu dengan cepat juga kadang bikin kita berpikir, sebenarnya apa yang kita lakukan sekarang? untuk apa? dikemanakan?
beberapa orang pengen membuat jejak di dunia, entah dengan nama atau penemuan-penemuannya. tapi, seberapa lama itu diingat? bahkan mungkin ribuan tahun lalu ada yang menemukan hal luar biasa, dia dilupakan, beberapa ada yang masih diingat, tapi ada berapa juta orang hebat yang sekarang dilupakan?
mengingat masih lama sekali bumi sampai akhirnya menabrak matahari, atau kiamat-kiamat yang kita yakini belum juga datang, mulai sekarang, bersenang-senang dengan diri sendiri, berbahagia karna bisa turut merasakan kehidupan, harus dilakukan lebih sering.
Mungkin di depan semua keliatan baik-baik aja,
sampai kita tahu cerita aslinya.
Sampai kita tahu, ternyata banyak yang lagi berjuang diam-diam.
Sampai kita benar-benar tahu, teman kita sehat dan bahagia.
Untuk mahasiswa ekonomi atau yg tertarik international finance, ada banyak pertanyaan yg diajukan ke saya soal Krisis 98. Pertanyaan secara reguler diajukan setiap kali rupiah melemah. Platform X tentu bukan forum yg adil untuk membahas secara lengkap soal ini, krn keterbatasannya.
Yg paling baik adalah membaca kembali study2 tentang beberapa krisis yg dialami Indonesia. Sumber tiap krisis bisa berbeda.
Berikut saya berikan beberapa potongan dan referensi dari tulisan saya “Role of Exchange Rates in Threes Financial Shocks in Indonesia, yg di edit olen Maurice Obstfeld dan Douglas Irwin, dalam buku Floating Exchang Rate at Fitfy. Obsteld dan Irwin kerap dianggap “guru guru” dalam internationa trade and finance.
Dalam tulisan ini saya menunjukkan bagaimana tingkat bunga yg tinggi akibat inflasi yg tinggi mendorong private sector meminjam dari luar, dimana tingkat buat di luar negeri relative lebih rendah.
Dan krn depresiasi rupiah “ di garansi” 5% melalui managed floating exchange rate sejak 1978 membuat pelaku ekonomi menghiraukam resiko exchange rate. Pinjaman jangka pendek swasta naik.
Ketika peg rupiah harus dilepas oleh BI krn tekanan nilai tukar akibat krisis Thai Bath di Thailand, maka utang tsb dalam nilai rupiah melompat, ini yg disebut Carmen Reinhart dan Calvo sbg fear of floating.
Situasi ini dikombinasina dg banking sector yg buruk. NPL sangat tinggi dst. Silahkan membaca lengkapnya …
Menariknya ketika mulai mengadopsi flexible exchange rate, ia membantu untuk membuat pelaku pasar terbiasa dg resiko exchange rate dan membantu portfolio balancing mereka shg “risk” menjadi “calculated risk”. Lengkapnya bisa dibaca dalam buku ini
https://t.co/ApJdLKTGYv
Untuk mhs ekonomi saya sangat menganjukan membaca buku ini, krn banyak guru”internationa finance” spt Frankel, Krugers, Helene Rey, Hyun Song Shin, Linda Goldber dsb menulis dalam buku ini.
Namun dalam chapter ini, dan juga dalam paper saya di Oxford Review of Economic Policy, “ The Impossibility of the impossible trinity? The case of Indonesia, link nya
https://t.co/pXzORo0R2F
saya menunjukkan floating exchange rate ala Mundell-Flemming juga tdk bisa diterapkan sepenuhnya, krn costnya thd perekonomian juga besar terutama dalam kondisi arus modal yg volatile, krn itu Central Bank tetap perlu melalukan intervensi, bukan untuk pegging the level tetapi smoothing the volatility.
Karena itu perlu managing capital flow dan integrated framework. Silahkan membaca
Saya juga menulis
Perbandingan 3 krisis (Krisis 98, Glibal Financial Crisis dan Taper Tantrum) secara lebih rinci juga bisa dilihat dalam chapter saya Twenty Years after the Financial Crisis (free access) dalam buku yg diterbitkan oleh IMF (free access ini link nya https://t.co/uN7xjU22CH
Tentu tidak ada jawaban tunggal untuk issue ini. Tulisan2 ini adalah upaya untuk memahami apa yg terjadi dan tentu tidak bisa mengklaim sebagai satu2nya penjelas final. Ilmu pengetahun harus bisa dibuktikan salah, dan karena itulah pemikiran berkembang, krn ia tidak difinalkan. Dan paling tidak, ini membantu mengingatkan saya: bahwa saya belum selesai jg bodohnya.
Real talk‼️siapa sih yang nemuin hack Nivea biru + glycolic acid ini?! 😭✨
Serius, siapapun kamu semoga hidupnya penuh berkah..
soalnya KETIAK AKU AKHIRNYA CERAH DAN HALUS 😭💖
Gak perlu treatment mahal, laser, atau ke klinik.. Cukup cara simple dan affordable tapi beneran works! 💌
KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK"
1. TUMOR
“Aku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan.
Marah kamu simpan, sedih kamu tutup,
Kecemasan kamu pendam.
Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.”
2. AUTOIMUN
“Aku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri.
Di luar kamu bilang ‘aku kuat’, padahal di dalam kamu lelah.
Tubuhmu ikut bingung,
karena kamu tak pernah jujur pada rasa.”
3. KANKER
“Aku besar dari luka yang kamu kunci rapat.
Maaf yang tak pernah terucap.
Tangis yang tak pernah tumpah.
Sakit hati yang tak pernah sembuh.”
4. STRES KRONIS
“Aku bukan cuma di pikiran.
Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu.
Kamu bilang ‘aku baik-baik saja’,
padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.”
5. INSOMNIA
“Aku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti.
Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari.
Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?”
6. SAKIT MAAG / LAMBUNG
“Aku perih karena kamu terlalu sering ‘menelan’ keadaan.
Tidak enak hati.
Tidak enak menolak.
Tidak enak berkata jujur.”
Cukup...
Tubuh bukan musuh.
Ia hanya alarm.
Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.
University of Queensland bikin kursus persiapan IELTS yang bisa diakses gratis.
80+ jam materi interaktif, dibuat oleh orang-orang yang sama yang ngajar di salah satu pusat testing IELTS resmi.
Bukan tips YouTube random, tapi kurikulum yang beneran dirancang untuk bantu kamu naik skor.
Alasan kami menggugat MBG di MK, karena persoalan anggaran pendidikan yang ditransfer ke daerah menurun drastis, yang berakibat di rumahkannya para guru ASN PPPK. Fenomena ini bak domino, satu persatu kepala daerah merumahkan para guru PPPK ini.
Ingat, kita sudah menyalakan tanda bahaya. Namun pemerintah abai dan sibuk menggaji pemilik SPPG biar lebih giat berjoget dengan gaji 6 juta perhari. Perang Iran dan krisis minyak hanya mempercepat malapetaka ini.
Ulasan lengkap saya tulis di opini kompas, "Reset Pendidikan."
Di bidang astronomi, jarak yg sangat jauh diukur dgn satuan “tahun cahaya”
Di Indonesia ada satuan baru dlm perhitungan harga/biaya yg sangat mahal, yaitu “hari MBG”
* Anggaran beasiswa LPDP: 5 hari MBG
* Subsidi BPJS Kes: 40 hari MBG
* Biaya pembangunan Whoosh: 94 hari MBG
😁
Selalu cukup tapi gue pernah ada tugas kuliah buat HIDUP DI GARIS KEMISKINAN SELAMA 1 HARI.
Waktu itu batas garis kemiskinan kayaknya sekitar 10-11 ribu/hari. Sialnya, gue tbtb demam. Mau beli obat di warung 1 biji aja harganya 1-2 ribu.
Sayang, mending buat makan kan? Waktu itu gak ada beras, jadi beli nasi di warteg 5 ribu. Jalan sambil meriang2.
Nasinya gue bagi buat 3x makan, beli lauk dan sayur. Abis itu gue rebahan di kasur sambil natap langit2,
“Oh, ini ya kenapa orang miskin gak langsung berobat pas sakit beli obat sebiji aja mikir mending buat makan”.
Mau tau gak mata kuliahnya apa dan tujuannya apa?
pernah baca kalo hubungan ibu dan anak perempuan tuh emg complicated.
mereka saling ngerti sebagai perempuan, saling cinta sebagai anak ortu tapi entah bagaimana, juga saling menyakiti tanpa disadari.
kemarin denger sepupu yg lg ngobrol sama nyokap bilang “kita nih naluriahnya kalo cinta sama seseorg, pasti selalu ada rasa ingin memiliki. entah cinta ke pasangan maupun ke anak.
tapi yg banyak org gatau dan belum mampu, kalo rasa cinta itu ga cuma soal ingin memiliki, tapi tau kapan saatnya ‘melepaskan’
orang tua tuh mesti belajar ‘melepaskan’ anak dengan dunia mereka. kasih mereka kepercayaan. kasih mereka lepas.
betul, kita sebagai orang tua pasti ada rasa khawatir anak kita bakal kenapa napa. tapi coba biarin mereka belajar buat ngadepin masalahnya sendiri. apalagi kalo anaknya udah nikah”
disitu gue tertegun. iya ya. banyak org cinta yg tau rasanya ngejer utk ngedapetin hal tsb. tapi gatau kapan saatnya utk ‘ngelepas’ ketika waktunya dateng.
gue pengennya ini udah bukan lagi the norm
don't get me wrong, seneng banget sama orang2 Indonesia yang berempati tinggi dan dermawan, warms my heart everytime liat/nonton postingan kaya gini, how we support each other
tapi sebenernya udah capek banget gue liat konten2 di sosmed orang Indonesia struggling to make ends meet, terutama pekerja informal yang sehari-hari struggling hanya untuk buat makan dan put their children in school yang kemungkinan besar looking at our economy most likely their conditions will be similar with their parents
mau sampe kapan ya begini?
do something @pemerintah