Tuhan, sungguh...
kupasrahkan semua hal baik pun buruk; segalanya.
Aku ingin meletakkan prasangka-prasangka ku padaMu, hanya yang baik-baik saja, perihal apapun itu.
Tapi Tuhan, kumohon pelukan-Mu saja.
Diagnosis seperti NPD, ADHD, dsb itu kompleks, perlu assessment profesional & nggak bisa disimpulkan hanya dari beberapa perilaku.
Kenapa orang awam suka ngelabelin NPD, dsb ke orang lain?
Karena ngasih label bikin situasi seolah lebih jelas, lebih pasti.
Karena pikiran manusia suka kepastian, suka ngelompokkin: “Dia NPD, kalo dia ADHD, dsb.”
Karena kadang ngasih label dipake buat melindungi diri: “bukan aku yg salah.”
Ngasih label jadi cuma ngliat labelnya, nggak ngliat orangnya apa adanya
@AdjieSanPutro Thanks Mas sangat mewakili🙏
Semoga manusia2 keminter yang kadang dirinya sendiri justru butuh didiagnosa profesional sebelum melebeli orang lain itu baca😌
Kita gak benar” tau, dan gak bisa cuma tebak”an, tapi kita bisa ngerasain.
Percaya aja sm apa yg kita bisa rasain.
dari semua yg terjadi dan dilakuin, coba rangkum semua, terus gandengin sama; apa yg kita rasain; gimana rasanya; dan ambil kesimpulan dari rasa” itu.
“Pusing ngitung duit tapi gak ada wujutnya.”
Kalo kata gue mah yah, lebih pusing ngitung duit yang masih direkening orang dan tak kunjunjung dibalikin kekita.
🥲🤣
Kita bukanlah apa2 dan bukanlah siapa2, merasa tinggi dan merasa sll benar, apa sudah pantas??
Sebaik2nya manusia adalah yg pandai mengoreksi diri sendiri, sebelum melimpahkan semua hal pada orang lain, tanpa menunggu kepala dingin dan hati tenang.
Berfikir jernih itu yg bijak.
Bisa jadi, derita yg kita alami itu bukan karna kita sudah “baik” lalu kota di “uji” tapi justru sebaliknya…
Karena hidup kita banyak tidak “baik”nya (secara sadar/tidak) maka Tuhan membalas kita di dunia atas dosa2 itu lewat orang lain yg kita merasa menderita sekali atas dia.
Jadi mungkin bukan…
“semoga Tuhan yang balas derita dan rasa sakit ini padanya”
Tapi…
“Maaf Tuhan, atas dosa yang selama ini tak kusadari, sehingga Kau beri derita dan rasa sakit yang Kau kirim padaku lewat perantara orang lain sebagai penginggat untuk memohon ampun-Mu”
Yang paling penting, kita harus faham diri kita, kemampuan & kapasitas kita.
Capekloh ngejarnya kl kita buta 🙂
Poin penting diatas adalah cara kita syg, perduli & g egois sm diri sendiri.
Selain itu, kita bs menikmati setiap proses dlm hidup tanpa tekanan yg kita buat sendiri.
@BiznetHome Halo Min. Biznet kami di daerah Tanah Tinggi, Jakpus bermasalah. Ini dari Kamis lalu laporan, tp belum ada kabar perbaikan dan msh terkendala sampai sekarang. SOP bila ada kendala bagaimana yh? Memang harus menunggu atau bagaimana?
sungguh, tak perlu menjelaskan apapun, krn yg benar2 berfikir jernih akn faham harus melakukan apa, sebelum mencerna lalu menerima mentah hanya 1sudutpandang.
Tp byk dr kita memilih menyetujui atas dasar apa yg kita asumsikan, berhenti disitu.
Meski hidup tidak sesederhana itu.
Rasanya gue pengen ngasih tau…
“Pelan-pelan, masih banyak hal dihidup kita sendiri yang lebih prioritas harus kita excited-in banget.”
Jangan sampe patah hati karena sakitnya gak main-main.
salah satu masalah terbesar bagi overthinker adalah ketika kamu terlalu bergantung pada seseorang, maka suasana hati kamu akan bergantung pada bagaimana orang itu memperlakukan kamu.
Tp tahun ini gue nobatkan sebagai tahun Roller Coaster sepanjang gue hidup.
Bener2 ups and downs!
Dr kerjaan yg unpredictable bgt alurnya,
Gak cm project2 yg masuk WOW BGT bikin gedebhak-gedebhuk
Tp kehidupan pribadi jg YaaAllah2, MashaAllah2
Dari yang Ngakak bgt smp Nangis bgt