Kalo kalian merasa melihat sentimen negatif terhadap timnas Argentina di Piala Dunia 2026 kayaknya lebih banyak dibanding empat tahun lalu, hal itu bukan semata soal kontroversi keputusan wasit saja.
Di luar itu, ada pemain modelan Romero yang selebrasi kayak karakter video game nge-bug di depan Mohamed Salah.
Dilihat dari tayangan ulang di sudut mana pun, Romero jelas melakukan hal itu dengan sengaja.
Ibarat Romero ada di Barat, dia rela lari ke Timur untuk mencari dan atraksi di depan Mohamed Salah
Ada juga modelan Barco. Bila kalian sudah keheranan dengan aksi Romero, nah aksi Barco ini punya level lebih tinggi.
Ini berbicara bukan sebagai penghakiman terhadap nilai sportivitas, benar atau salah, tetapi soal pengaruh aksi tersebut terhadap imej Argentina yang juga sebelumnya tercoreng di mata publik/netizen karena sejumlah kontroversi yang ada.
Bagaimana tidak, Barco yang duduk manis di bangku cadangan, tiba-tiba bergerak bebas seperti kehilangan kendali.
Melompat-lompat kegirangan di hadapan pemain-pemain Inggris. Padahal kumpulan pemain cadangan Argentina lainnya berlari ke arah yang sama, merayakan bersama para pemain inti di sudut lapangan.
Dan aksi-aksi tak jelas dalam perjalanan Argentina ditutup dengan sempurna oleh Molina dan Paredes di laga terakhir.
Molina memukul Rodri yang tengah berlari penuh kegembiraan menghampiri rekan-rekannya dan melintasi dirinya. Di sinilah keributan bermula dan tercipta.
Paredes, seolah menepuk dada dan ingin menunjukkan bahwa dia yang paling perkasa di tim Argentina, terlibat keributan dan mencekik Eric Garcia lalu memukul Gavi.
Benar-benar aksi penutup yang sempurna untuk merusak nama Argentina.
Citra Argentina, di hadapan penggemar sepak bola dunia, dirusak sendiri oleh pemain-pemain mereka.
Paham kalo Inggris capek dan dalam kondisi tertinggal Argentina pasti menyerang. Namun, Inggris sebelumnya tau cara mengontrol lawan, punya kedalaman skuad yang cukup oke juga. Mereka unggul, dan masih ada harapan untuk cetak gol lain.
Namun, Tuchel memilih opsi berbeda.
Padang yang APBD nya cuma Rp3 T tahun ini tapi bisa bikin Trans Padang sampe punya 6 koridor : Pemdamu aja yang skill issue π€£π€£π€£
Foto jaringan rute dari Transport For Padang.