i did the same thing too! ๐๐ปโโ๏ธ aku rekap semuanya di sheets dulu ๐, baru nanti aku masukkan ke mendeley untuk disitasi & dafpus di word :3
dengan rapiin kayak gini di sheets, aku kalau sewaktu waktu butuh recall isi jurnalnya atau kalimat asli yang aku kutip, tinggal cari di sini. ini juga sekaligus bentuk integritasku di era yang apa-apa AI, aku tetap membaca jurnal yang aku kutip.
walaupun most of them skimming bacanya untuk memperkuat pernyataan di latar belakangku, tapi kalau untuk di bab 2 tinjauan pustaka tentu aku baca bener-bener! salah satunya adalah buku tentang PLS-SEM, yang mana metode TAku ada menggunakan SEM! ๐ผ
OH YA MAU NAMBAHIN BUAT KAUM MAGERAN MINDAH MINDAH FILE DAN VISUAL BGT. YOU HAVE TO TRY ZOTERO!!!
LIHATLAH SE WARNA WARNI APA JURNAL GWEH ๐ฅฐ
keunggulan zotero menurut keyakinan saya buat skripsi
1. lbh ringan dari mendeley!!!! ๐ฅฐ
2. bisa connect gdocs + words
3 bisa bikin coretan warna warni
4. bisa bikin notes tag misal lu baca trs lu bisa ngewarnain specific statement pakek tag tag an km sendiri.
misal ada jurnal yg bahas tempe. kan itu pembahaannya buanyak tinggal notes aja โtempe kedelai imporโ, โtempe kedelai dollar 18kโ, โprabowo bikin dollar naikโ etc ๐ฅฐ
SEMOGA MEMBANTU DOAIN GWEH DANG CPT SIDANG!!!
Yap bener, dan ini ada teorinya.
Nama teorinya the 90-second rule for emotion dari Dr. Jill Bolte Taylor yg bilang: reaksi kimia emosi, kaya marah dan panik, itu cuma bertahan sekitar 90 detik di dalam tubuh.
Kalo emosi tertahan lebih lama, berarti itu bukan lagi reaksi biologis otomatis, tapi pilihan sadar atau tidak sadar buat terus "ngasih makan" emosi tersebut lewat pikiran atau narasi internal.
Tato itu "permanen" BUKAN karena tintanya nempel di kulit terus, tapi karena ๐๐ถ๐ธ๐น๐๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฟ๐ผ๐ป๐ถ๐ ๐ฑ๐ถ ๐ธ๐๐น๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐น๐ถ๐ฏ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐น-๐๐ฒ๐น ๐ถ๐บ๐๐ป.
Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing. Pigmen yang masuk langsung "dimakan" oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik.
Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme "captureโreleaseโrecapture" yang membuat tato bisa bertahan lama.
Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut. Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama. Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar. Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama.
Sederhannya tato "permanen" itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati.
Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers - a Danish study of twins
Guys, ini beneran enggak sih?
gilaa banget kalo iya katanya....
Insentif dokter internship disebut cuma sekitar Rp3.166.200 per bulan, dan nominal itu katanya nyaris gak berubah dari bertahun-tahun lalu.
Padahal buat sampai di titik itu, mereka kuliah sekitar 6 tahun dengan perjuangan yang gak gampang. Ada yang full dibiayai orang tua, ada yang beasiswa, tapi semuanya tetap dibayar dengan waktu, tenaga, stres, darah, keringat, dan air mata.
Yang bikin makin disorot, nominal itu masih kepotong ini-itu. Ada yang cerita dipotong BPJS Ketenagakerjaan, biaya admin rekening Bank Negara Indonesia sekitar Rp17.500, bahkan ada yang bilang dibuatkan rekening bisnis dan kartu kredit. Belum lagi bayar BPJS kesehatan sendiri.
Banyak dokter bilang angka itu bahkan mirip dengan nominal 7โ10 tahun lalu. Sementara biaya hidup naik terus, harga emas aja naik berkali-kali lipat.
Dan yang paling bikin sedih, ketika ada dokter muda yang gugur di tengah perjuangan, itu bukan cuma soal angka. Banyak yang melihat ini sebagai cerminan sistem yang masih perlu banyak dibenahi.
Satu dokter yang pergi bukan sekadar statistik, perjuangan panjang di belakangnya yang sering kali gak terlihat
cc: threads
Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang.
dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal.
Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal:
Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius.
Pertama โ beban kerja yang tidak manusiawi.
Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur.
Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit.
Kedua โ kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan.
Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi.
Yang paling mengejutkan:
saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak.
Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani.
Ketiga โ dugaan malapraktik administratif.
Obat Sulbacef kosong di rumah sakit.
Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar.
Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri.
Keempat โ tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi.
Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip.
Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek."
Ini bukan kasus individual.
Ini adalah cerminan sistem:
Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik.
Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap.
Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai.
Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan.
Tidak ada supervisi yang dijamin.
Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat.
Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek."
Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam.
Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi.
Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal.
Dan terbukti fatal.
IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut:
Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan.
Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi.
Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit.
Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa.
Yang paling menohok dari seluruh cerita ini:
Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras.
Sudah melalui koas.
Sudah lulus ujian.
Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh.
Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun.
Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh.
Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini:
Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar.
Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan.
Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia.
Al-Fatihah.
cc: threads
Ini relate bgt dgn kata2 guru fisika SMA dulu saat memberitahu beliau saya pilih jurusan fisika di kampus dkt SMA:
"Kamu pilih masuk fisika, berarti fisikanya bodoh. Kalau yg pintar fisikanya tdk akan memilih belajar fisika lagi."
Kdg saya merasa paling tdk paham saat membaca paper sekalipun tentang fisika teoretis atau mekanika kuantum, dan AI.
Tapi setelah baca tulisan Martin A. Schwartz ini, saya baru sadar..
Itu bkn kekurangan, tapi justru tanda bahwa saya sedang berada di jalur yg benar.
Schwartz bilang:
โProduktif stupidity berarti kita dgn sadar masuk ke wilayah yg belum kita pahami. Kita merasa tdk tahu bkn krn kita tdk tahu, tapi krn kita sdg mengejar sesuatu yg lebih besar dari pengetahuan kita saat ini.โ
Di fisika, ini terjadi setiap kali kita bicara singularitas, quantum entanglement, atau gelombang gravitasi yg entah bgmn menakjubkan seperti cinta yg tdk terduga. ๐
Kita tdk tahu jawabannya. Dan itu justru yg membuat kita terus mencari.
Sama halnya di dunia Quantum AI dan etika teknologi yg sdg dibangun sekarang, menciptakan sesuatu yg mungkin suatu hari akan โlebih pintarโ dari kita. ๐คท๐ผโโ๏ธ
Kita berada di posisi yg awkward: merasa tdk paham di hadapan masa depan yg belum jelas.
Tapi justru di situlah letak keindahannya. Semakin nyaman kita dgn ketidaktahuan, semakin dlm kita bisa menyelam ke dlm misteri alam semesta dan ke dlm misteri diri kita sendiri.
Saya belajar dari artikel ini:
Jgn terburu2 ingin terlihat pintar (untuk apa hanya terlihat, padahal.. ๐๐). Yg penting adalah terus mau merasa tdk tahu dgn jujur.
Krn hanya orang yg berani merasa tdk tahu yg akhirnya menemukan sesuatu yg benar2 baru.
Hmm.. kamu pernah merasa โbodohโ saat sdg mendalami sesuatu yg kamu cintai?
Baik itu sains, AI, filsafat, ekonomi, budaya, atau bahkan hubungan manusia?
Yuk kita merasa tdk tahu bareng2. Siapa tahu justru dari situ lahir pemahaman yg lebih dlm. ๐ฅ