Bismillah
-
Teruslah mencintai,meskipun perih
Teruslah memberi meskipun tak ada yg melihat
Ketika tubuhku telah menjadi abu dan bunga
Ingatan akan mengubahku menjadi angin yg lembut
Kita abadi bkn karna kita tak mati.
Tapi, karna Kita pernah benar² hidup dihati orang lain
.
Assalamualaikum, selamat pagi, selamat beraktifitas kawan-kawan...
Aksi jalan kaki Mbah Musthofa (67), jemaah haji asal Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang ini, adalah nazarnya (janji) sebelum berangkat ke Tanah Suci, sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran dan kesehatan selama menunaikan ibadah haji. Sepanjang perjalanan, ia tidak terlihat kelelahan dan justru menikmati setiap langkahnya sambil terus berzikir dan berselawat. Semoga menjadi haji mabrur. 🤲
Ir. Sutami, sang "Insinyur Pancasila" yang melegenda karena kesederhanaannya.
Lelaki Berkaos Oblong di Balik Megahnya Jakarta Di bawah terik matahari Jakarta tahun 1960-an, deru mesin pencampur semen dan dentingan baja saling bersahutan. Di tengah debu proyek yang mengepul, seorang pria bertubuh kurus dengan kemeja gulung yang mulai kusam tampak sibuk memeriksa cetak biru bangunan. Orang awam mungkin mengira ia adalah seorang mandor lapangan biasa. Namun, dialah Ir. Sutami, otak di balik mahakarya arsitektur modern Indonesia.
Sutami adalah menteri kesayangan dua presiden. Bung Karno memercayainya untuk mengeksplorasi estetika dan kemegahan Indonesia di mata dunia, sementara Pak Harto mengandalkannya untuk membangun fondasi fisik pembangunan nasional. Selama 14 tahun menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum, tangannya membidani lahirnya ikon-ikon negeri:
1. Gedung DPR/MPR dengan kubah sayap burung yang ikonik.
2. Jembatan Semanggi yang memecah kemacetan ibu kota tanpa lampu lalu lintas.
3. Waduk Jatiluhur, bendungan raksasa yang mengairi jutaan hektar sawah.
4. Jembatan Ampera yang membelah Sungai Musi di Palembang.
Ia bukan sekadar pejabat yang duduk manis di balik meja ber-AC. Sutami adalah seorang jenius yang menghitung sendiri rumus-rumus beton pratekan untuk Jembatan Semanggi guna memastikan kekuatannya.
Sisi Lain: Kejujuran yang Mengetuk Hati
Di balik miliaran rupiah anggaran proyek negara yang mengalir di bawah penanya, kehidupan pribadi Sutami justru berada di ambang garis batas kemewahan—bahkan kenyamanan.
Pernah suatu ketika, atap rumah pribadinya di Jalan Wijaya, Jakarta, bocor parah. Alih-alih memanggil kontraktor mewah, Sutami sibuk mondar-mandir membawa ember ke sana kemari untuk menampung tetesan air hujan. Saat liburan tiba, ketika pejabat lain plesiran ke luar negeri, Sutami memilih mengajak keluarganya berjalan-jalan ke lereng gunung, berjalan kaki hingga alas sepatunya tipis.
> Sutami adalah manusia yang sudah selesai dengan urusan dunianya. Baginya, tugas adalah ibadah, dan jabatan adalah amanah, bukan ladang mencari kekayaan."
> Saat kesehatannya menurun drastis karena penyakit liver, kedokteran sempat dibuat bingung. Sang Menteri ternyata menderita kurang gizi.
Bagaimana mungkin seorang menteri pekerjaan umum yang menguasai proyek-proyek raksasa bisa kekurangan gizi? Jawabannya sederhana: ia sering lupa makan karena bekerja, dan tidak punya uang lebih untuk sekadar membeli makanan yang mewah.
Bahkan, ia sempat takut untuk berobat ke rumah sakit karena khawatir tidak mampu membayar tagihan. Pemerintah akhirnya turun tangan membiayai seluruh pengobatannya, sebuah penghormatan terakhir bagi sang abdi negara.
Warisan Abadi
Saat Ir. Sutami mengembuskan napas terakhirnya pada tahun 1980, ia tidak meninggalkan warisan berupa tanah luas atau rekening bank yang gemuk. Ia meninggalkan sebuah nama yang bersih, sebuah teladan yang langka, dan infrastruktur kokoh yang hingga hari ini masih kita nikmati.
Nama Sutami kini diabadikan sebagai nama Waduk Karangkates di Malang (Waduk Ir. Sutami), sebuah pengingat abadi bahwa pernah ada masanya, Indonesia memiliki seorang menteri yang jiwanya sekokoh beton Jembatan Semanggi, namun hatinya selembut sutra dalam kesederhanaan.
Bagi seorang pemuda atau pemudi yang membutuhkan pekerjaan dan pernikahan hendaknya senantiasa membaca doa yang agung ini:
“Wahai Tuhanku. Sesungguhnya, aku sangat membutuhkan apa pun kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. al-Qashash: 24).
Dengan doa ini, Nabi Musa As memperoleh rezekinya, dan juga dimuliakan dengan pernikahan yang penuh berkah dan kebaikan.
💢Harap Waspada Dan wajib Tau...!!
Ada tiruan Emas karakteristiknya hampir sama 97% Dan sangat susah di bedakan.
Dari segi warna,kilau,beratnya, dan tidak tertarik magnet,bahkan tahan terhadap api 🔥
ini adalah mineral emas timah
Sebarkan video ini agar teman saudara kita tahu dan selalu waspada..
#emaspalsu
#emastimah
KETIKA SEORANG AYAH TAHU CARA MENDIDIK ANAKNYA DAN TIDAK AJI MUMPUNG
Keluarga pejabat identik dengan kenyamanan dan kemewahan. Namun, hal ini nampaknya tidak berlaku bagi Muhammad Rafdi Marajabessy, anak pejabat di Maluku Utara.
Dilahirkan sebagai anak ketiga dari Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, tak membuatnya lantas ingin menikmati keuntungan dari jabatan ayahnya. Ia memilih bekerja dengan kemampuannya sendiri, yakni menjadi kuli bangunan.
Rafdi memilih untuk menjadi kuli bangunan, Kawula Muda.
Anak ketiga dari lima bersaudara ini pernah viral pada 2019 silam. Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial saat itu, Rafdi sedang menggunakan sekop untuk mengerok pasir dan mengenakan baju berwarna abu-abu.
Penampilannya juga terlihat lusuh dengan celana sobek-sobek serta kaki dipenuhi dengan cipratan semen. Namun, senyum bahagia pun terpancar dari wajah Rafdi.
Ternyata, profesi Rafdi sebagai kuli ini juga didukung oleh sang ayah, Muhammad Senin. Melansir dari laman Kumparan,Muhammad Senin memberitahu kepada Rafdi, bahwa bukan berarti ayahnya yang seorang pejabat negara, anaknya tidak ada usaha untuk hidup mandiri.
Sedih banget perkara jagung rebus 😭 Pak Presidenku, andai beliau tau rasanya jadi rakyat kecil🥹 Sore-sore motoran sendirian, inget beberapa hari ini pengen banget jagung rebus, ketemulah di stadion manahan. Baru berhenti langsung dapet senyum dari bapaknya ☺️
Aku : Berapa pak?
Penjual : 10rb ya neng, nanti saya kasih 5.
Aku : Iya pak. Saya foto ya pak, saya pencinta jagung.
Bapaknya dengan senang hati. Aku bayar bilang makasih lalu pergi. Mampirlah ke SPBU manahan, beli bensin lalu ingat kalo
Inget kalo punya jagung 5 biji, ngide ngasih ke mas-mas SPBU.
Aku : Jagung mau mas?
Mas SPBU : Mau mbak kalau di kasih.
(Pas buka plastik kaget, kok dapet 6 biji😭) Apa karna aku tadi foto jagungnya, atau karna bilang pencinta jagung makannya sama bapaknya di lebihin. Ayo dilarisin wargaaa, semoga bapaknya lancar rezekinya 🙏🏻
Ayo guys ramein🥹🙏🙏🙏
sc:threadsriaputria