silas berdiri dari meja, mengikuti arah menuju asrama barunya. malam pertama, pikirnya, di tempat yang bahkan belum sempat ia kenali. jangan takut, silas. kau sudah sampai sejauh ini. lalu melangkah tenang seperti biasa menuju yang tak ia kenal. ———sesi kedua selesai.
ㅤㅤtiket peron sembilan tiga perempat ia simpan di saku dalam, tempat paling aman yang bisa ia pikirkan. tangannya menyentuhnya sekali, dua kali. memastikan. bukan karena ragu barangnya ada di sana. hanya kebiasaan lama, menghitung ulang hal-hal yang tak boleh sampai hilang.
"gryffindor!" topi itu berseru, dan untuk sesaat silas berdiri diam di podium, tak sepenuhnya siap dengan nama yang baru saja ia dengar. ia turun perlahan menuju meja yang bertepuk tangan menyambutnya. tempat asing, pikirnya, tapi mungkin bukan berarti buruk.